Verified

CPNS Kementan Diperebutkan 80.308 Peserta

Kementerian Pertanian  JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

CPNS Kementan Diperebutkan 80.308 Peserta
RMOL. Guna mengawal proses transformasi struktural dan regenerasi petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sejak awal sudah mengantisipasi dan membuat berbagai kebijakan, antara lain hilirisasi pertanian, modernisasi pertanian, regenerasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Suwandi menyebut, kebijakan pembangunan pertanian Mentan Amran berdampak pada tingginya minat generasi muda ke pertanian. Beberapa indikasinya pemuda tani sekarang giat tanam jagung, banyak pemuda mendaftar di STPP, Fakultas Pertanian sekarang semakin diminati. Indikasi lainnya terlihat dari peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2017 yang mendaftar ke Kementan sebanyak 80.308 peserta.

"Padahal formasinya hanya 475 orang atau setiap formasi diperebutkan 169 pelamar," kata Suwandi di Jakarta, Jumat (13/10).

Data Badan Kepegawaian Nasional, Kementan menjadi peringkat kedua peserta CPNS terbanyak tahun ini. Peringkat pertama Kementerian Pendidikan dan kebudayaan 162.225 pelamar memperebutkan 300 formasi atau 1 banding 540. Selanjutnya satu formasi CPNS Kesehatan diperebutkan 115 pelamar atau 1:115, formasi CPNS Kejaksaan Agung 1:78 dan Kementerian Keuangan 1:64. Secara keseluruhan formasi CPNS pada 60 kementerian/lembaga diperebutkan 1,3 juta pendaftar.

Suwandi menjelaskan, proses transformasi struktural harus dikelola dan dikawal dengan baik. Langkah pertama, mesti dipastikan tenaga kerja yang keluar dari pertanian tertampung ke sektor lain. Selanjutnya petani tidak saja di on-farm tetapi harus bergerak ke sektor hilir. Hilirisasi ini yang akan menyerap jutaan tenaga petani, memberikan nilai tambah dan menyelamatkan jutaan petani di desa menjadi sejahtera.

"Langkah kedua, proses transformasi ini menjadi momentum untuk modernisasi dengan mekanisasi alat - mesin pertanian yang hemat tenaga kerja, hemat waktu, efisien biaya, dan meningkatkan hasil, menurunkan susut hasil dan sebagainya. Modernisasi dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi," papar Suwandi.

Langkah ketiga, regenerasi petani. Adanya teknologi mekanisasi inilah, membuat kini banyak generasi muda malah terjun ke sektor pertanian. Generasi muda tidak perlu lagi turun ke lumpur namun dengan mesin para pemuda bisa bertani dengan lebih efisien, lebih cepat, dan hasilnya lebih berkualitas. Pemuda tani dilatih menggunakan alat mesin, perbengkelan, jasa dan lainnya. Kementan menggerakan dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), pemuda tani di desa saat ini terjun menggarap lahan tidur untuk ditanami jagung.

"Gempita pun di bulan Desember 2017 menggelar kontes Agriventor yang tujuannya untuk menumbuhkan dan menemukan penemu muda bidang teknologi dan inovasi petani guna percepatan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Generasi muda pasti bertambah terjun ke pertanian," ujar Suwandi.

Informasi dari perguruan tinggi negeri dan swasta menyebut, kini fakultas pertanian mulai menjadi pilihan unggulan. Bahkan, program Kementerian Desa-PDTT juga mendapat respon positif bagi generasi muda di desa.

Program transformasi dan revitalisasi di bidang pendidikan pertanian pun telah dilakukan. Enam Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang tersebar di Medan, Bogor, Malang, Magelang, Gowa dan Manokwari ditransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian.  Hasilnya, kini minat pemuda mendaftar ke STPP meningkat drastis.

"Lebih dari 10 ribu peserta, padahal kapasitas STPP pada tahun 2017 menerima 1.200 mahasiswa. Yang tahun-tahun sebelumnya hanya menerima 900 mahasiswa," ungkap Suwandi.

Selanjutnya langkah keempat, Kementan fokus pada peningkatan kapasitas SDM pertanian dan penguatan kelembagaan petani. Kapasitas SDM ini merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan secara terus-menerus. Berbagai program berkaitan dengan SDM petani terus ditingkatkan baik kuantitas dan kualitasnya. Program tersebut seperti program pendidikan, pelatihan, magang, kemitraan, kewirausahaan, penguatan kelembagaan petani dan lainnya, sehingga kemampuan ketrampilan dan jiwa kewirausahaan petani meningkat.

"Kelembagaan petani diperkuat dengan cara mengkorporasikan para petani dan kelompoktani yang dikelola dengan manajemen modern dan skala pengelolaan lahan yang layak," demikian Suwandi. [wah]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
100%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00