Menuju Lumbung Pangan Dunia, Kementan Terus Gerakkan Generasi Muda

Kementerian Pertanian  SABTU, 14 OKTOBER 2017 , 04:29:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Menuju Lumbung Pangan Dunia, Kementan Terus Gerakkan Generasi Muda

Pangan Dunia/net

RMOL. Hari Pangan Sedunia (HPS) yang sebelumnya diadakan di Boyolali, kini kembali di selenggarakan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Provinsi Kalimantan Barat, pada 19-22 Oktober 2017 mendatang.

Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan menggelar konferensi pers dalam rangka persiapan peringatan HPS XXXVII, Jumat (13/10). Penetapan tempat di Kalimantan Barat di tentukan berdasarkan kesepakatan bersama pada pertemuan sebelumnya.

Dalam konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Kepada Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Tri Agustin Santriani, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Mulyadi Hendiawan dan Perwakilan Bidang Humas, Budi Wibowo.

Hari Pangan Sedunia ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah yang didukung oleh FAO, Kementerian Kelautan, dan Kementerian Kehutanan. Dalam kesempatan tersebut, Agung Hendriadi menjelaskan bahwa tujuan HPS di antaranya : (1) Mensosialisasikan kepada khalayak mengenai kemajuan pembangunan di bidang pertanian dan pangan. Hal ini dilakukan agar masyarakat memahami mengenai capaian dan permasalahan yang masih ditemukan, (2) Memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi yang efektif dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Dalam hal ini  akan dihadiri oleh seluruh pelaku pembangunan, mulai dari pemerintah, swasta, dan petani untuk sharing pengalaman, pemahaman dan kemajuan, sehingga akan terbentuk kerjasama baik secara bilateral maupun multilateral, (3) Memotivasi pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan pertanian.

“Kalau kita memahami target kita, kita memahami masalah kita, kita ikut didalam proses itu maka motivasi itu akan muncul,” ujar Agung.

Adanya HPS kali ini merupakan momentum untuk menguatkan kembali peran generasi muda dalam membangun pertanian secara luas, hal ini sejalan dengan tema Internasional HPS yang di tetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) yaitu “Change Future of Migration. Invest in Food Security and Rural Development”. Inti dari tema tersebut dipilih dengan tujuan untuk menekankan upaya penanganan dalam permasalahan migrasi dari desa ke kota yang berdampak pada jumlah petani menurun, khususnya pemuda pedesaan. Hal ini menjadi masalah di dunia nasional maupun internasional, sehingga tema HPS Nasional yang diangkat adalah “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia”.

“Kita semua menginginkan 2045 menjadi lumbung pangan dunia, siapakah yang akan menjadikan kita lumbung pangan dunia? Apakah petani yang sekarang, atau pemuda tani yang sekarang? oleh karena itu kita ambil kesimpulan apabila generasi muda dapat digerakkan, maka lumbung pangan dunia dapat diwujudkan,” tegas Agung.

Dalam HPS kali ini, akan diadakan pula gelar teknologi dengan menghadirkan 26 perusahaan alat mesin pertanian nasional. Adapun rangkaian acara HPS tahun ini di antaranya : (1) Pembukaan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2017, (2) Pameran (indoor dan outdoor), terdapat 194 stand yang akan mengisi pameran yang bertempat di halaman Makodam XII Tanjungpura tersebut.  (3) Seminar World Food Day 2017 dengan tema “Menggerakkan Generasi Muda untuk Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan” dengan fokus diskusi untuk memobilisasi pemuda untuk bergerak di bidang pertanian, (4) Diplomatik tour, (5) Perlombaan, (6) Panen padi dan Ekspor Beras dalam rangka Pengembangan Lumbung Pangan di Perbatasan.

“Kita akan tunjukkan kepada dunia, bahwa pertanian di Indonesia tidak jelek-jelek amat, cukup maju” kata Agung.

Dalam hal ini akan ditunjukkan mengenai pengelolaan lahan pasang surut yang ada di Kalimantan Barat, sekaligus untuk menjawab black campign yang sedang berkembang di beberapa negara, khususnya Eropa.

Adapun beberapa lomba yang akan dilaksanakan adalah lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang, dan aman. Menu yang akan dilombakan meliputi menu makan pagi, makan siang, dan makan malam. Dari ketiga menu tersebut, menu makan siang akan di praktekkan di tempat dengan ketentuan menggunakan pangan local non beras, non terigu. Lomba tersebut dilakukan dari perwakilan tiap provinsi yang sebelumnya menjadi juara. Disamping itu juga ada lomba untuk anak-anak untuk memeriahkan acara HPS.

Untuk pelaksanaan panen padi, akan dilaksanakan di perbatasan Indonesia-Malaysia yang bertempat di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kebayang, Kabupaten Sanggau, Entikong yang merupakan perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia. Panen dilakukan di lahan dengan sistem jarwo super di lahan seluas 100 ha. Selain panen, juga akan dilaksanakan ekspor perdana beras dari Sanggau, Kalimantan Barat ke Malaysia sebesar 25 ton. Di perkirakan tahun depan kebutuhan beras Malaysia cukup tinggi, dan 20% dari kebutuhan akan di impor dari Indonesia. Tahun ini di Kalimantan Barat menurut laporan terakhir surplus sebanyak 300.000 ton. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo rencananya juga akan turut hadir dalam rangka panen dan ekspor di Kalimantan Barat.

“Melalui HPS ini, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Agung.

Untuk mendukung Indonesia menuju Lumbung pangan dunia, diantaranya tengah di bangun lumbung pangan di 5 Kabupaten perbatasan, yaitu Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu seluas kurang lebih 50.000 ha melalui penerapan teknologi yang baikoleh Badan Litbang Pertanian.

“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa the border of Indonesia itu hebat,” ujar Agung. “Di border kita tuh hebat, kalau bordernya hebat, apalagi dalamnya,” jelas Agung bersemangat.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menjelaskan mengenai upaya Kementan dalam menggaet minat generasi muda. Menurutnya agar pemuda tidak urbanisasi maka harus diberikan infrastruktur yang memadai di bidang pertanian, memberikan alsintan, mengedukasi melalui pendidikan. Selain itu juga menangani dari hulu hingga hilirnya.

Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) juga merupakan salah satu sarana untuk menarik minat anak muda. Selain itu, upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani permasalahan generasi muda adalah dengan mengendalikan harga. Disamping itu, mekanisasi pertanian juga dilakukan untuk menarik generasi muda, mengingat kebanyakan generasi muda menyukai sesuatu yang cepat. Untuk itu, Kementerian Pertanian juga membangun kerjasama dengan Kementerian Desa, Kementerian Perdagangan, bea cukai dan lainnya.[san]


Komentar Pembaca
Menkominfo Ajak Aktivis 98 Kelola Media Sosial
Buni Yani & Lieus Sungkharisma - Menerima Vonis (Part III)
AHY Jadi Saksi Pernikahan Putra Bendahara SMSI
Titiek Bersama Sesepuh Golkar

Titiek Bersama Sesepuh Golkar

, 09 DESEMBER 2017 , 19:33:00

Jabat Tangan Panglima

Jabat Tangan Panglima

, 08 DESEMBER 2017 , 21:12:00