Hanura

WAWANCARA

Ramdansyah: Enggak Masalah, Kami Siap Diperiksa Secara Fisik

Wawancara  JUM'AT, 17 NOVEMBER 2017 , 09:37:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ramdansyah: Enggak Masalah, Kami Siap Diperiksa Secara Fisik

Ramdansyah/Net

RMOL. Sekjen partai besutan pedan­gdut Rhoma Irama ini senang bukan kepalang dengan putusan Bawaslu yang meloloskan par­tainya untuk mengikuti seleksi lanjutan sebagai calon peserta Pemilu 2019. Berikut penu­turan bekas ketua Panwaslu DKI Jakarta ini;

Apa tanggapan Anda terh­adap putusan Bawaslu ini?
Satu, Sipol yang menjadi be­ban dari Partai Idaman dan partai lainnya tidak didasari peraturan perundangan. Karena dalam Undang-Undang Nomor 7/2017 itu kan tidak muncul kata Sipol, sehingga PKPU membuat norma baru yang ternyata membe­bani. Secara hukum administrasi negara dan diakui oleh Bawaslu, Sipol itu harusnya untuk mem­bantu. Adalah hak partai untuk diringankan, bukan dibebani.

Kedua, terkait dengan proses administrasi, dimana pertama karena keputusannya keluar malam hari maka tidak melalui surat. Kemudian ternyata ketika cek fisik banyak yang diabaikan. Misalnya kalau Partai Idaman check list-nya melalui pinsil, tidak ada stempel, petugasnya juga kabur-kaburan, secara ad­ministrasi kan enggak tepat.

Lalu berikutnya dalam check list itu yang ditampilkan ada be­berapa daerah yang lalai dimasu­kan. Contohnya di Jawa Barat itu kan ada 27 kabupaten/kota. KPU bilangnya kepengurusan kami hanya ada di 20 kabupaten/kota. Tapi di persidangan kami buktikan, dengan sama-sama menghadirkan check list.

Ternyata KPU abai, karena buktinya kami ada 21 daerah.Mereka lupa menginput Kabupaten Subang, sehingga kami kepengurusan dianggap hanya 72 persen dan tidak memenuhi syarat. Padahal kenyataannya kami malah melebihi syarat, karena mencapai 77 persen kepengurusan kalau Subang dimasukan oleh KPU.

Bawaslu kan suruh cek fisik dokumennya. Partai Idaman siap enggak?
Enggak masalah, enggak masalah. Kami kan tinggal sortir ulang. Pertama karena kan ada kekhawatiran mungkin saja pen­gurus ada yang geser. Adanya partai yang lolos dan nggak lolos kan bisa saja mempengaruhi secara psikologis. Tapi mudah-mudahan nggak.

Kedua kan ada daerah-daerah yang memang jauh, seperti di Indonesia bagian timur itu agak berat medannya, sehingga butuh waktu juga. Toh putusan Bawaslu kan meminta dalam tiga hari kerja KPU harus men­erima Partai Idaman untuk div­erifikasi.

Apalagi ada pelanggaran ad­ministrasi dimana KPU dalam masa pendaftaran ternyata sudah dilakukan verifikasi administrasi. Padahal verifikasi administrasi itu subtahapan dari verifikasi. Subnya itu kan satu daftar, ke­mudian verifikasi administrasi, dan berikutnya verifikasi faktual. Jadi itu pelanggaran. Jadi kami dimasukan lagi dan terdaftar sebagai calon peserta Pemili 2019.

Berkas Partai Idaman sudah lengkap?
Sudah, kan kami sudah serah­kan ketika mengajukan guga­tan ke Bawaslu. Persoalannya kan ketika di-upload ke Sipol. Data fisik ini kan hampir satu bulan ada di Bawaslu. Mudah-mudahan nggak ada pengurus yang geser-geser dan pindah ke lain hati. Karena selama sebulan ini kan ada saja godaan akibat melihat partai yang lolos. Ini yang harus kami pastikan lagi. Tapi semoga nggak ada sehingga semua dokumennya tetap leng­kap seperti sebelumnya.

Memang sudah ada pen­gurus yang pindah ke partai lain?
Sejauh ini masih solid ya. Cuma maksud saya dalam waktu satu bulan kan kami tidak tahu.Apalagi daerah yang jauh itu kan agak sulit kami jangkau untuk menginformasikan keputusan baru ini. Maksud saya kami anti­sipasi lah, tapi mudah-mudahan tidak ada yang pindah ke lain hati.

Selain itu juga kami berharap dengan adanya putusan ini kami bisa menjangkau lebih banyak lagi. Artinya kemarin kan un­tuk kecamatan baru 50 persen, dalam waktu singkat ini siapa tahu bisa dikejar untuk melebihi jumlah itu. Contoh Nunukan kemarin kan kami cuma bikin 9 DPC, dari 18 kecamatan. Nah ternyata baru ada pemekaran kecamatan. Artinya kami bisa coba kejar dalam waktu tiga hari kerja.

Soal keterangan domisili dan rekening bank bagaimana?

Kan itu nggak lengkapnya gini. Ketika itu kami upload, kan belum muncul rekening partai di beberapa wilayah. Naj, last min­iute rekening itu masuk, cuma sudah nggak sempat buat ngejar. Jadi tanggal 16-18 Oktober itu kan kesulitannya sangat tinggi. Kalau bahasa ITE-nya itu karena penyelenggara tidak menyedia­kan fasilitas yang handal.

Handal itu ukurannya ada­lah capibility dan reliability. Artinya tingkat kesuksesannya 99 persen, toleransi erornya itu 1 persen, dan downtime-nya itu di bawah 1 persen. Tapi ternyata di hari terakhir itu kan makin lama, makin sulit untuk upload. Jadi nggak bisa kami selesaikan.

Jadi, semua persyaratan sudah komplit?
Sebenernya demikian. Sebenernya masalah dokumen ini harusnya clear. Cuma kan dalam waktu sekitar satu bulan ini kan bisa saja ada perubahan. Namanya hidup kan nggak ada yang statis. Melihat yang satu lo­los dan yang satunya tidak lolos, bisa saja menyebabkan godaan. Ini kekhawatiran saja.

Optimis nih Partai Idaman ikut Pemilu 2019?
Insya Allah sih. Sekarang kami kan sudah calon peserta pemilu. Tinggal dua langkah lagi kan, administrasi dan verifikasi faktual. Yang berat menurut saya di verifikasi faktual di lapangan. Adanya pelanggaran seperti ini kan karena yang namanya penye­lenggara pemilu itu pasti dalam proses, tapi tidak ada kepastian dalam hasil. Oleh karena itu perlu ada kepastian hukum, ada kejelasan, tata caranya benar dan segala macam.

Tadi kan ada kekhawatiran pengurus pindah ke partai lain, apa yang sudah dilaku­kan?
Ya kami konsolidasikan DPW, DPC, dan DPW kami hitung ulang. Karena memang ada kerugian imaterial akibat kepu­tusan KPU kemarin. Kerugian materiilnya kan secara ongkos kami sudah banyak yang keluar. Imateriilnya secara psikologis orang kaget, kok baru daftar saja sudah gagal. Ini kan baru masalah administrasi. Harusnya kan ada upaya perbaikan. Tapi ini kan di awal sidah di sikat duluan. Jadi secara imateriil kami juga ada kerugian.

Bentuk konsolidasinya seperti apa?

Konsolidasi biasa, kan kami punya jaringan WA(WhatsApp), Facebook kemudian teman-te­man DPP turun ke DPW masing-masing. Kemarin sudab mulai kami konsolidasikan. ***


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00