Agar Tetap Bertahan, Menaker Minta Dunia Usaha Siapkan Strategi Khusus

Kementerian Ketenagakerjaan  JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 17:11:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Agar Tetap Bertahan, Menaker Minta Dunia Usaha Siapkan Strategi Khusus

Foto : Dok/Kemnaker

RMOL. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri meminta dunia industri menyiapkan strategi transformasi industri (industrial transformation strategy) agar tetap bertahan dan berdaya saing.

“Transformasi ini dibutuhkan untuk memperkuat daya saing dan  menjaga agar tidak terjadi goncangan industrial,” kata Menteri Hanif saat mengisi diskusi di Rapimnas KADIN  Indonesia Tahun 2017 di Batam, Kamis (14/12).

Rapimnas Kadin di Batam dilakukan pada 13-14 Desember 2017. Rapimnas ini menyoroti pembangunan daerah dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta untuk menyusun program kerja Kadin di tahun 2018.

Menurut Menaker, dunia industri dewasa ini dihadapkan pada dua tantangan besar. Pertama adalah iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif. Kedua adalah perkembangan teknologi dan informasi.

“Ketika industrinya berubah maka pekerjaannya menjadi berubah. Itulah kenapa sekarang ini kita menemukan sejumlah pekerjaan yang baru muncul dan ada juga pekerjaan lama yang akan hilang,” katanya.
 
Lanjut Menaker, dalam Industrial Transformation Strategy tersebut juga harus mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan. Karena, transformasi industri akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru.

“Hal lain yang perlu menjadi perhatian oleh seluruh elemen masyarakat saat ini adalah kualitas input SDM. Baik melalui pendidikan vokasi maupun vokasional training. Dunia berubah, industri berubah, tapi input SDM tidak berubah,” kata Hanif

Secara khusus, Menaker menekankan agar vocational training (pelatihan vokasi) agar lebih digenjot untuk membantu meningkatkan daya saing SDM Indonesia.

“Bagaimana vocational training ini bisa diakses, gak peduli dia sekolah atau nggak sekolah, nggak peduli dia ini umurnya tua atau muda, selama dia ini membutuhkan peningkatan keterampilan, dia haru bisa mengakses vocational training ini,” katanya.

Selain itu, menurut Menaker, angkatan kerja lama juga dapat dikelompokkan menjadi working poor dan pekerja dengan resiko ter-PHK. Oleh karenanya, vocational training ini dinilainya juga mampu menjadi instrumen untuk retraining.

"Retraining ini berfungsi untuk upskilling (meningkatkan keterampilan) reskilling (mendapatkan keterampilan baru) bagi kedua kelompok tersebut,".

“Oleh karenanya, sinergi dan kerja sama dari pemerintah, dunia industri dan pekerja itu sendiri menjadi sangat penting untuk tetap bertahan dan menghindari terjadinya PHK,” katanya. [dzk]
 

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00