Hanura

Panen Serentak Lebih Awal Di Bulan Desember, Produksi Padi Melimpah

Kementerian Pertanian  SENIN, 18 DESEMBER 2017 , 10:51:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Panen Serentak Lebih Awal Di Bulan Desember, Produksi Padi Melimpah

Panen Serentak/Kementan

RMOL. Pemerintah lewat Kementerian Pertanian mengawal ketat proses produksi padi di bulan Desember hingga Januari yang biasanya merupakan musim paceklik seperti sekarang ini.

Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Andi Muhammad Syakir di Jakarta, Senin (18/12).

“Berbeda dengan periode tahun sebelumnya dimana bulan Desember biasanya masih memasuki masa “paceklik”, pada tahun 2017 ternyata sudah mulai terlihat petani bersuka cita memanen padi,” ujar Syakir.

Syakir mengaku mendapat instruksi dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman agar ikut mengawal periode panen padi lebih awal. Pengawalan semacam itu dinilai penting agar pemerintah secara dini dapat menyelesaikan persoalan apa yang dihadapi oleh petani.

”Pengawalan ini perlu dilakukan agar berbagai persoalan yang sering dihadapi petani pada saat panen raya, seperti anjlok harga, perlunya alat pengeringan gabah, dan pergudangan dapat diatasi sejak awal,” katanya.

Kata Syakir pihaknya telah memantau perkembangan panen raya di Indonesia sejak awal Desember 2017. Pemantauan tersebut dilakukan bersama Dinas Pertanian Prov/Kab/Kota dan TNI  di 23 provinsi yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat.

“Pemantauannya khusus dilakukan di wilayah sudah memasuki masa panen,” ungkapnya.

Di wilayah Sumatera, lanjut Syakir, panen raya padi sudah dimulai di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, dan Bangka Belitung.

Khusus di Bangka Belitung, panen padi justru diawali di lahan bekas tambang di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka.  Melalui sentuhan teknologi Syakir berkeyakinan Balitbangtan mampu menghasilkan produktivitas dilahan bekas tambang sekitar 3-4 ton/ha yang sebelumnya lahan tersebut tidak bisa dimanfaatkan.

Wilayah Pulau Jawa, panen raya padi sudah terpantau di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Capaian yang berbeda terjadi di Jawa Timur, dimana produktivitas hasil panen padi petani berkisar antara 8-10 ton per hektar,” katanya.

Syakir menambahkan bahwa seluruh provinsi di wilayah Sulawesi juga telah memasuki masa panen raya padi. Dari hasil pantauan tersebut diketahui panen padi telah mulai di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Produktivitas padi yang diperoleh petani di wilayah Sulawesi berkisar 5-8 ton per hektar.

“Antusiasme petani padi menyambut panen raya padi yang datangnya lebih awal juga terjadi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat,” jelasnya.

Keberhasilan percepatan musim panen raya yang terjadi di bulan Desember dinilai tidak terlepas dari upaya Kementerian Pertanian yang secara intensif mengawal pelaksanaan program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi yang terdiri atas bantuan benih unggul bersertifikat, pencetakan sawah baru, perluasan areal tanam baru (padi ladang), rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung, dan bantuan alsintan. Dengan dimulainya masa panen padi pada Desember ini Syakir mengaku optimis ketersediaan pangan khususnya beras akan berlimpah. [san]

Komentar Pembaca
Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Sepakati Hak Perangkat Desa

Sepakati Hak Perangkat Desa

, 16 APRIL 2018 , 21:46:00