Kasih Kesempatan Rakyat Ngurus Lahan Gambut Dong

Tingkatkan Kesejahteraan & Kemakmuran

Bongkar  SABTU, 13 JANUARI 2018 , 11:41:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kasih Kesempatan Rakyat Ngurus Lahan Gambut Dong

Foto/Net

RMOL. Kalangan aktivis mendorong pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola lahan gambut melalui program perhutanan sosial.

Hal ini dicetuskan lantaran kecilnya jumlah kawasan per­hutanan sosial yang diberikan kepada masyarakat dibanding­kan dengan target pemerintah seperti yang tercatat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni sebesar 12,7 juta hektare.

Koordinator Program Perkumpulan Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa), Yulistisia Rahman mengatakan, hingga akhir 2017 baru 500 ribu hektare hutan yang sudah diserahkan un­tuk dikelola oleh masyarakat.

"Sampai dengan 2018 seka­rang, terakhir update 2017, baru sekitar 500 ribu hektare dari 12,5 juta hektar target perhutanan sosial yang diberikan. Salah satunya yang menjadi kendala kita lihat adalah permasalahan di lahan gambut," katanya di Jakarta.

Pihaknya menilai, pemerin­tah, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup, masih eng­gan memberikan izin-izin atau skema perhutanan sosial di lahan gambut. Padahal, real­isasi perhutanan sosial di mana lahan dikelola oleh warga di sekitar areal perhutanan juga lahan gambut diyakini mampu mendorong perekonomian dan kesejahteraan sembari menjaga ekosistem gambut dan keadaan hutan agar tetap lestari.

"Rakyat yang tinggal di wilayah atau areal sekitarnya di­percayai memiliki kemampuan serta kearifan lokal yang telah dijaga turun temurun terkait pe­manfaatan areal hutan dan gam­but tanpa merusak ekosistem yang ada," ujarnya.

Koordinator Konsorsium Geodata Nasional (GDN), Rahmat Sulaiman, mengatakan perubahan iklim dan pemanasan global yang berjalan secara terus menerus harus dicegah dengan merestorasi gambut. Salah satu caranya, dengan menggandeng masyarakat sebagai bagian dari program tersebut.

Dari empat kabupaten yang menjadi lokasi riset pemetaan sosial, ditemukan bahwa masyarakat telah memiliki basis pengetahuan untuk mengelola lahan gambut sesuai dengan ke­seuaian lahan. Tetapi, kesesuaian lahan tidak diimbangi dengan penguasaan lahan yang ada, hal tersebut disebabkan banyaknya konsesi baik izin kehutanan maupun izin perkebunan kelapa sawit.

"Dengan adanya ketidak­seimbangan antara keseuaian lahan dan penguasaan lahan di kawasan gambut, menyebab­kan terjadinya dinamika di masyarakat," sebut Rahmat.

Menurutnya, ada pihak yang ingin merestorasi kawasan gam­but yang rusak, tetapi tidak ada upaya maupun sumber daya yang dapat mendukung mereka sehingga mereka enggan untuk merestorasi gambut.

Namun di beberapa lokasi masyarakat sudah bergerak dengan melakukan pengelolaan lahan gambut dengan cara dan pengetahuan mereka dan meng­hasilkan banyak sumber daya ekonomi baru.

Menyikapi situasi ini, Deputi III Badan Restorasi Gambut (BRG), Myrna Safitri, men­gungkapkan pihaknya juga se­dang memperjuangkan program restorasi gambut dengan skema perhutanan sosial.

Skema perhutanan sosial di­gunakan BRG karena memiliki daya ikat yang secara langsung berkaitan dengan kesesuaian lahan dan penguasaan lahan bagi masyarakat. Program ini sudah berjalan di beberapa lokasi, tetapi masih timbul beberapa masalah.

"Masalah koordinasi dengan Kementerian Lingkungam Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai pemegang izin perhu­tanan sosial sampai saat ini cukup lancer. Tapi kendala di masyarakat penting karena penyiapan dan perencanaan pengelolaan lahan gambut menjadi bagian perhutanan sosial harus bermanfaat dan berdayaguna bagi masyarakat," terangnya. ***


Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00