Hanura

Kesatwaan Yang Adil Dan Beradab

Menuju Peradaban  SENIN, 29 JANUARI 2018 , 07:57:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Kesatwaan Yang Adil Dan Beradab

Jaya Suprana/Net

NATIONAL Geographicsempat menayangkan sebuah kisah tentang kebuasan seekor leopard betina membinasakan seekor baboon betina demi kelanjutan hidup sang leopard.

Sang baboon betina ternyata baru saja melahirkan seekor bayi mungil yang digendong sang bunda. Sang bayi baboon belum berdaya apa pun kecuali menjerit-jerit sambil gemetar ketakutan.

Ketika sang macan-tutul mulai mengalihkan perhatian ke sang baboon balita, saya menahan nafas akibat yakin sang predator segera akan menerkam lalu menelan sang mangsa tak berdaya!

Kasih Sayang

Ternyata prasangka saya keliru. Si macan betina lemah lembut menghampiri kemudian menjilat (tanpa melahap) si baboon kecil dengan penuh rasa kasih-sayang.

Bahkan sang leopard merebahkan dirinya untuk memberi kesempatan bagi sang bayi baboon untuk menyusu pada puting-puting susu di perut sang macan betina Adegan luar biasa yang memang secara harafiah di luar kebiasaan itu dilanjutkan dengan rekaman kamera tentang bagaimana proses sang macan senior berupaya untuk berperan sebagai ibu kandung bagi sang baboon junior dengan kelembutan kasih-sayang seorang eh …seekor ibunda kepada seekor anak-kandungnya.

Memang saya pernah melihat adegan seekor gorila betina mengadopsi seekor anak anjing tetapi di kebun binatang atau laboratorium penelitian perilaku satwa. Namun kisah nyata di hutan belantara tentang seekor macan dengan kasih sayang mengadopsi seekor balita baboon jelas jauh lebih luar biasa bahkan layak masuk kategori percaya atau tidak!

Malu


Membandingkan ketulusan kasih sayang seekor satwa yang dianggap buas terhadap sesama satwa namun beda jenis dengan kebengisan manusia yang dianggap beradab dan berbudaya menewaskan sesama manusia bukan hanya membuat sanubari saya merasa sedih namun juga malu.

Saya merasa malu akibat seekor leopard mampu melakukan kasih sayang kepada seekor baboon sementara seorang atau sekelompok manusia hanya dengan dalih beda keyakinan mampu melakukan pembinasaan terhadap sesama manusia. Apalagi apabila pembinasaan berdalih agama yang seharusnya menjunjung tinggi kasih-sayang.

Satwa liar dan buas membinasakan sesama satwa secara nyata manfaat yaitu demi kelanjutan hidup sementara manusia beradab dan berbudaya membinasakan sesama manusia secara semu manfaat sekedar akibat kebencian belaka! Bahkan manusia tega membantai sesama manusia demi sekedar memuaskan nafsu angkara murka tidak jelas makna seperti yang dilakukan para teroris di Bali, Kabul, Paris, London, New York dan lain-lain. Sang pelaku bom bunuh diri bahkan tidak mengenal apalagi membenci para sesama manusia yang mereka binasakan.

Beradab


Tidak bisa disangkal bahwa keindahan adiluhur terasa lebih tulus hadir pada kisah-nyata seekor macan tutul betina mengadopsi seekor balita baboon ketimbang pada kisah nyata manusia membinasakan sesama manusia hanya akibat serakah ingin merebut kekuasaan, harta benda, wilayah atau melampiaskan dendam kesumat atau alasan buruk lain-lainnya.

Secara naluriah primordial, pada saat rasa benci membakar sanubari, manusia memang memiliki hasrat melakukan kekerasan. Namun sebagai mahluk yang merasa dirinya beradab, berakhlak dan berbudi pekerti, sebenarnya manusia wajib berupaya mengendalikan gejolak hawa nafsu amarah untuk tidak terjerumus melakukan kekerasan terhadap sesama manusia dengan selalu mengingatkan diri sendiri bahwa satwa saja mampu mempersembahkan kasih sayang kepada sesama satwa.

Kenapa manusia harus kalah dibanding satwa dalam mempersembahkan kasih-sayang? Apakah margasatwa memang lebih mampu mengejawantahkan makna falsafah kesatwaan yang adil dan beradab pada sikap dan perilaku mereka?[***]

Penulis pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan



Komentar Pembaca
Lain Padang Lain Belalang

Lain Padang Lain Belalang

RABU, 21 FEBRUARI 2018

Bravo, Ara<i>!</i>

Bravo, Ara!

SELASA, 20 FEBRUARI 2018

Yang Penting Persija Menang, Saya Bangga<i>!</i>
Kritik Keliru Sasaran

Kritik Keliru Sasaran

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018

Empat Pertanyaan Konyol

Empat Pertanyaan Konyol

SABTU, 17 FEBRUARI 2018

Memerangi Fitnah

Memerangi Fitnah

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00