Hanura

Ketua MK, Di Manakah Malumu?

Suara Publik  SABTU, 10 FEBRUARI 2018 , 13:58:00 WIB

HARI ini, publik Indonesia kembali heboh. Kehebohan tersebut bukan karena ulah para artis ataupun pejabat korupsi.

Namun karena 54 Guru Besar dari perwakilan beberapa kampus ternama di Indonesia membuat petisi bersama guna meminta Hakim Mahkamah Konstitusi yang tak mulia Arief Hidayat untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Para Guru Besar yang terpaksa turun gunung itu mengkhawatirkan proses penegakan hukum di Indonesia akan berjalan tidak baik, pasalnya Hakim MK yang tak mulia Arief Hidayat telah terbukti dua kali melanggar kode etik seorang hakim.

Bisa dibayangkan betapa suramnya proses penegakan hukum di Indonesia jika seorang hakim berkali-kali terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

Yang lebih memalukan lagi, Hakim MK yang tak mulia itu enggan menanggapi surat tersebut dan mungkin masih beranggapan bahwa kode etik yang dilanggarnya masih dalam batas-batas kewajaran. Inilah Hakim MK zaman now yang tak mau dilengserkan karena merasa diri paling hebat dan sok jagoan.

Tulisan saya ini hanya mengingatkan para hakim bahwa mereka punya Tri Prasetya Hakim yang isinya antara lain: Pertama, bahwa saya berjanji senantiasa akan menjunjung tinggi citra, wibawa dan martabat hakim Indonesia.

Kedua, bahwa saya berjanji dalam menjalankan jabatan akan berpegang teguh pada Kode Kehormatan Hakim Indonesia.

Ketiga, bahwa saya  berjanji bersedia menerima sanksi, apabila saya mencemarkan citra, wibawa dan martabat hakim Indonesia.

Lalu untuk alasan apalagi Hakim MK yang tak mulia Arief Hidayat mempertahankan diri dari jabatannya. Apakah anda menganggap bahwa 54 Guru Besar yang meminta anda turun adalah orang-orang yang haus dengan jabatan publik?

Kalau anda sebagai Hakim MK tak punya rasa malu dengan jabatan yang anda miliki dan kami pun berdoa semoga kelak anak cucu anda tidak meniru perangai yang anda lakukan hari ini.

Dr. M. Abrar Parinduri, MA

Dosen Pascasarjana Sahid Bogor

Komentar Pembaca
Memperbaiki Utang Negara

Memperbaiki Utang Negara

RABU, 21 FEBRUARI 2018

Membangunkan Mesin Pembangunan

Membangunkan Mesin Pembangunan

SELASA, 20 FEBRUARI 2018

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018

Musim Politik Dan Momentum Poles-Memoles

Musim Politik Dan Momentum Poles-Memoles

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018

Belajar Dari Afghanistan

Belajar Dari Afghanistan

SABTU, 17 FEBRUARI 2018

Belajar Dari Kegagalan Di Afghanistan

Belajar Dari Kegagalan Di Afghanistan

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00