Hanura

Sarasehan Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7

Menuju Peradaban  SELASA, 03 APRIL 2018 , 05:48:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Sarasehan Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7

Jaya Suprana/RMOL

MASYARAKAT Indonesia terutama Jakarta sempat gelisah akibat pemviralan berita tentang sebuah sarasehan membahas “Gempabumi Megathrust Magnitudo 8.7”.

Syukur Alhamdullilah, Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG berkenan segera menebarkan sebuah press release demi meletakkan duduk permasalahan secara proporsional sebagai berikut : Perlu kita pahami bersama, karena wilayah Indonesia terletak di zona pertemuan lempeng tektonik aktif, maka Indonesia menjadi wilayah yang rawan gempabumi.

MITIGASI
Oleh karena itu pemerintah (melalui Pusat Studi Gempa Nasional-PUSGEN) dengan didukung oleh para pakar gempa dari beberapa perguruan tinggi, lembaga/kementerian termasuk BMKG, telah menerbitkan buku "Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia tahun 2017" sebagai salah satu upaya dan langkah mitigasi gempabumi di Indonesia. Peta tersebut merupakan pedoman untuk mendesain konstruksi bangunan di daerah rawan gempabumi, dengan mempertimbangkan percepatan tanah akibat perambatan gelombang gempa. Peta tersebut diterbitkan bersama buku dengan judul yang sama. Di dalam buku tersebut diinformasikan bahwa berdasarkan hasil kajian para pakar gempabumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust, dan proses penunjaman lempeng tsb masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun. Selanjutnya, menurut analisis para pakar gempabumi, gerakan penunjaman lempeng tsb memungkinkan dapat mengakibatkan gempa megathrust dengan kekuatan/magnitudo maksimum yang diperkirakan dpt mencapai M 8,7. Maka Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA) berinisiatif menyelenggarakan diskusi dengan Pemprov DKI untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi gempabumi tersebut.

ANDAIKATALOGI
Jadi sebenarnya sarasehan tersebut dirancang untuk kalangan terbatas, antara para pakar dan pemegang kebijakan, karena membahas hal yang cukup sensitif namun urgen untuk segera dilakukan langkah lanjut, sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberikan layanan keselamatan publik di daerah rawan gempabumi. Namun beberapa pemberitaan kurang tepat dalam menyimpulkan diskusi dalam sarasehan tersebut, sehingga dimaknai berbeda oleh sebagian masyarakat. Oleh karena itu kesalah pahaman tersebut perlu dinetralisir sebagai berikut: Meski para ahli mampu menghitung perkiraan Magnitudo maksimum gempa di zona megathrust, akan tetapi teknologi saat ini belum mampu memprediksi dgn tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut. Kita pun belum mampu memastikan apakah gempa megathrust M8,7 akan benar-benar terjadi, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya? Maka dalam ketidakpastian tersebut, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi yang tepat, menyiapkan langkah-langkah kongkrit yang perlu segera dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa SEANDAINYA gempa benar-benar terjadi, khususnya dengan cara menyiapkan kesiapan masyarakat maupun inftrastrukturnya.

DOA
Saya pribadi sempat beberapa kali mengalami gempabumi skala kecil dan saya tidak malu mengakui bahwa sanubari saya sempat gedebar-gedebur menguatirkan apakah saya akan selamat dari malapetaka gempabumi. Saya sempat menyaksikan betapa memprihatikan dampak malapetaka gempabumi yang menimpa Aceh dan Yogyakarta . Maka saya berterima kasih atas penjelasan BMKG mau pun upaya IKAMEGA dan Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan sarasehan meyiapkan langkah-langkah mitigasi gempabumi demi meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan terutama korban jiwa seandainya gempa benar-benar terjadi. Di samping itu, dengan penuh kerendahan hati saya memanjatkan Doa kepada Yang Maha Kasih agar berkenan melindungi bangsa, negara dan rakyat Indonesia mau pun seluruh umat manusia di planet bumi ini dari malapetaka gempabumi yang tentu saja tidak ada seorang insan manusia pun mengharapkan akan terjadi. AMIN. [***]

Penulis adalah pemrihatin malapetaka alam mau pun buatan manusia


Komentar Pembaca
Musibah Jembatan Widang

Musibah Jembatan Widang

MINGGU, 22 APRIL 2018

Menghormati Kontrak Politik Jakarta Baru
Anjing Menggonggong Di Padang Pasir
Yaman <i>Jamanow</i>

Yaman Jamanow

RABU, 18 APRIL 2018

Memahfumi Heboh Fiksi Rocky Gerung

Memahfumi Heboh Fiksi Rocky Gerung

SELASA, 17 APRIL 2018

Membalas Air Tuba Dengan Air Susu

Membalas Air Tuba Dengan Air Susu

SENIN, 16 APRIL 2018

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00