Hanura

Makna Spiritual Isra' Mi'raj (2)

Membaca Ulang Ayat Isra' Mi'raj

Tau-Litik  RABU, 11 APRIL 2018 , 10:37:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Membaca Ulang Ayat Isra' Mi'raj

Nasaruddin Umar/Net

"MAHA Suci Allah, yang te­lah memperjalankan ham­ba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan ke­padanya sebagian dari tan­da-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (Q.S. al- Isra'/17:1).

Dalam kaedah Tafsir, jika ada satu surah atau ayat yang diawali dengan kata subhana berarti "Maha Suci Tuhan", maka ayat itu menunjuk­kan adanya keajaiban di dalamnya, yang tidak cukup hanya dianalisis secara rasional tetapi dibutuhkan penghayatan dan perenungan lebih mendalam. Tidak cukup hanya dianalisis den­gan metodologi hushuli tetapi juga harus den­gan metodologi hudhuri. Dengan kata lain, ayat itu selain memiliki makna denotative-exoteric juga memiliki makna connotative-exoteric. Cara pandang kita terhadap ayat di atas selama ini masih lebih menekankan aspek denotative-exoteric. Terbukti peringatan Isra' Mi'raj yang secara rutin diperingati dan dirayakan dengan tanggal merah yang meliburkan seluruh seko­lah, kampus, dan kantor-kantor secara nasion­al, yang lebih bersifat seremonial.

Di samping diawali dengan kata subhana, ayat ini juga kemudian dipilih menjadi nama surah (S. al-Isra'). Surah al-Isra' diapit oleh dua surah yang serasi yaitu surah al-Nahl dan surah al-Kahfi. Surah al-Nahl sering diangkat sebagai simbol kecerdasan rasional, karena di dalam­nya diungkapkan cerita lebah yang sangat me­nantang dunia keilmuan. Lebah yang meng­hasilkan madu sebagai obat mujarab untuk berbagai penyakit masih menyimpan berbagai misteri di dalamnya. Sedangkan surah al-Kahfi, yang biasa disebut surah kecerdasan spiritual, karena di dalamnya digambarkan berbagai cer­ita yang menantang keyakinan dan spirituali­tas kita, misalnya kisah Nabi Khidhir dan Nabi Musa yang penuh dengan tantangan. Semen­tara surah Al-Isra' sendiri sering dijadikan se­bagai simbol kecerdasan emosional karena di dalamnya diceritakan pengaruh kematangan emosional dan prestasi puncak setiap orang.



Komentar Pembaca
Modus Operandi Kelompok Radikal
Sumber Dana Teroris

Sumber Dana Teroris

SELASA, 22 MEI 2018

Cikal-Bakal Teroris

Cikal-Bakal Teroris

SENIN, 21 MEI 2018

Mempertanyakan Definisi Terorisme
Tantangan Mi’raj: Kafir

Tantangan Mi’raj: Kafir

JUM'AT, 18 MEI 2018

Tantangan Mi’raj: Syirik

Tantangan Mi’raj: Syirik

RABU, 16 MEI 2018

Hati-Hati

Hati-Hati "Uang Baru" Palsu!

, 23 MEI 2018 , 17:00:00

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

, 23 MEI 2018 , 15:00:00

Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00