Hanura

Makna Spiritual Isra' Mi'raj (14)

Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (9): Perjalanan Dari Wujud Materi Ke Wujud Batin

Tau-Litik  SELASA, 24 APRIL 2018 , 08:08:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (9): Perjalanan Dari Wujud Materi Ke Wujud Batin

Nasaruddin Umar/Net

PERJALANAN pertama pen­cari Tuhan (salik, jamaknya: suluk) ialah meninggalkan paradigma wujud materi (al-nasy'at al-maddiyah) yang kemudian disebut al-khalq, menuju kepada wujud yang bersifat bathiniyah, dan pada puncaknya "menyatu" dengan Tuhan (al-Haq). Jika seseorang hen­dak mencapai puncak pencarian maka harus meninggalkan sesuatu yang bersifat materi (al-wujud al-maddiyah) ke sesuatu yang bersi­fat batin (al-wujud al-haqqani). Wujud terakhir ini sebuah maqam spiritual di mana para sa­lik berada di puncak keikhlasan sebagai ham­ba sehingga tidak ada lagi sifat-sifat egoisme (ananiyyah) dan keakuan (inniyyah) di dalam dirinya. Ia tidak lagi hidup di dalam cengkera­man nafsu dan keinginan yang bersifat thabi’i, tetapi sudah menembus hijab-hijab awam. Tidak ada lagi urusan dengan dosa-dosa dan kemaksiyatan karena ia sudah lama berpaling dari daya tarik nafsu biologis. Ia tidak lagi me­lihat sesuatu apapun dari berbagai wujud yang ada selain hanya Dia (al-Haq). Ia menyaksikan segala sesuatu semuanya indah dan baik. Ia tidak lagi menyaksikan sedikitpun keburukan tampak pada segala sesuatu, karena itu ek­spresi wajahnya selalu penuh dengan senyum dan keceriaan.

Ia tidak menyisakan sedikit pun benci dan dendam di dalam dirinya karena ia sadar terh­adap hakekat segala kenyataan. Cintanya su­dah memenuhi seluruh relung-relung jiwanya sehingga tidak tersisa sedikit pun ruang untuk membenci siapapun, sepeti yang pernah dilon­tarkan Rabi’ah al-Adawiyah ketika ia ditanya seseorang: "Apakah engkau benci kepada Set­an?" Ia jawab: "Tidak, cintaku kepada Tuhan tidak meninggalkan ruang kosong dalam diriku untuk rasa benci kepada setan". Para salik di maqam ini sudah mulai menyadari bahwa ses­ungguhnya keberadaan wujud meteri ini hanya satu (al-wahdah/the oneness), meskipun ter­diri atas berbagai bentuk dan jenis sehingga tampak kelihatan banyak sekali (al-katsrah/ the manyness). Mereka juga menyadari bah­wa pergerakan dan mobilitas berbagai materi wujud itu tidak lagi melalui proses tajafi seba­gaimana pandangan mata awam melihatnya, melainkan sudah melihat ada kekuatan tajalli pada segala bentuk dan dan jenis makhluk. (Tajafi dan Tajalli sudah dibahas dalam artikel mendatang).


Para salik dalam level ini sudah mempu me­nyaksikan bukan hanya yang banyak ini men­jadi satu tetapi juga sudah mampu menyadari hakekat keberadaan segala sesuatu. Ia tidak lagi sekadar melihat gunung itu gunung, po­hon itu pohon, kucing itu kucing, langit itu lan­git, tetapi sudah menyadari sepenuhnya bah­wa keseluruhannya itu tidak lain ialah "wajah Allah" sebagaimana disebutkan di dalam ayat: Wa lillahi al-masyriq wa al-magrib, fa ainama tuwallu fa tsamma wajhullah (Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kalian menghadap di situlah wajah Allah). (Q.S. al-Baqarah/2:115). 

Komentar Pembaca
Modus Operandi Kelompok Radikal
Sumber Dana Teroris

Sumber Dana Teroris

SELASA, 22 MEI 2018

Cikal-Bakal Teroris

Cikal-Bakal Teroris

SENIN, 21 MEI 2018

Mempertanyakan Definisi Terorisme
Tantangan Mi’raj: Kafir

Tantangan Mi’raj: Kafir

JUM'AT, 18 MEI 2018

Tantangan Mi’raj: Syirik

Tantangan Mi’raj: Syirik

RABU, 16 MEI 2018

Hati-Hati

Hati-Hati "Uang Baru" Palsu!

, 23 MEI 2018 , 17:00:00

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

, 23 MEI 2018 , 15:00:00

Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00