Hanura

Lindungi PMI, Menaker Hanif Dukung Penerapan Uang Jaminan

Kementerian Ketenagakerjaan  JUM'AT, 11 MEI 2018 , 21:24:00 WIB

Lindungi PMI, Menaker Hanif Dukung Penerapan Uang Jaminan
RMOL. Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan performance bond atau uang jaminan pelaksanaan bagi pengguna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura.

Tujuan penerapan kebijakan agar pengguna mematuhi kontrak kerja yang disepakati sehingga meningkatkan perlindungan bagi PMI di Singapura.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri  saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Jumat (11/5).

“Kedatangan Dubes dalam rangka melaporkan perkembangan ketenagakerjaan di Singapura. Selain itu kita juga membahas upaya KBRI untuk melindungi PMI melalui penerapan kebijakan performance bond,” katanya.

Menaker Hanif menjelaskan, berdasarkan laporan Dubes RI untuk Singapura, kebijakan performance bond ini mewajibkan pengguna PMI membayar uang jaminan kepada pihak ketiga (perusahaan asuransi) senilai 70-75 dolar Singapura.

Uang jaminan tersebut kata Hanif, akan dicairkan pihak asuransi kepada PMI, jika pengguna melanggar kontrak kerja yang sudah ditandatangani bersama PMI.

“Selama ini sering terjadi disharmoni antara kesepakatan di kontrak kerja dengan pelaksanaan. Jadi pengguna diminta membayar jumlah tertentu dan itu yang akan melindungi PMI kalau pengguna melanggar kontrak. Misal, gajinya tidak dibayar maka performance bond yang akan membayar," jelas Hanif.

Kata Menaker, jika pengguna melanggar kontrak maka akan asuransi akan membayarnya sampai 6 ribu dolar. Tenaga kerja pun jadi terlindungi.

Performance bond juga diharapkan akan membuat pengguna mematuhi kontrak kerja yang di dalamnya ada ketentuan terkait upah minimum (550 Dolar Singapura), jam kerja, ketentuan hari libur dan lain-lain.

"Kita mendukung penerapan kebijakan ini. Kita berharap kebijakan ini dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan perlindungan PMI dengan baik sehingga ke depannya akan dapat diterapkan di negara-negara penempatan lainnya," kata Menaker Hanif.

Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Singapura Swajaya, mengungkapkan, selain kebijakan performance bond, KBRI di Singapura juga telah menerapkan beberapa kebijakan lain untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi PMI di Singapura khususnya untuk sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

“Dalam rangka meningkatkan pelayanan di KBRI, kita sudah menerima sertifikasi ISO 9001 tahun 2015 untuk manajemen pelayanan berstandar internasional," katanya.

Selain itu, KBRI juga menerima sertifikat wilayah bebas korupsi dan mengembangkan sistem aplikasi yg mempermudah pelayanan serta menjamin transparansi serta komunikasi yang lebih mudah antara PMI dengan KBRI Singapura,

Sedangkan untuk meningkatkan perlindungan PMI, kata Swajaya, KBRI sudah memiliki website www.indonesianlabour.sg.

"Setiap PMI yang bekerja di Singapura harus melapor ke KBRI dan datanya akan diinput ke website tersebut sehingga tercatat dengan baik," katanya.

“Aplikasi website ini sudah kita sampaikan ke Menaker, mudah-mudahan bisa disinergikan dengan semua perwakilan dan kementerian sehingga ke depan kita benar-benar bisa melihat bahwa upaya pelindungan dan pelayanan terus ditingkatkan,” katanya.

Lanjut Swajaya,  KBRI Singapura juga telah mengeluarkan Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS) bagi PMI sektor PLRT. Di kartu KPIS ada barcode yang bisa discan melalui smartphone dan akan muncul beberapa menu, salah satunya menu lapor untuk mengadukan persoalan yang PMI hadapi kepada KBRI.

“PMI di Singapura jumlahnya cukup besar. Meskipun di Singapura permasalahannya lebih kecil dibanding di negara lain, tapi kita masih ada permasalahan yang perlu kita atasi melalui suatu strategi yang sedang kita bahas dan perlu didukung oleh Menaker,” ucap Dubes Swajaya.

Hingga 11 April 2018 tercatat ada 106.825 PMI di sektor PLRT, 29.515 PMI sektor anak buah kapal, dan 19.547 PMI sektor formal. Provinsi Jawa Tengah menjadi penyumbang PMI PLRT terbanyak disusul Jawa Barat, dan Jawa Timur. [dzk]




Komentar Pembaca
Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi
Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

, 24 MEI 2018 , 14:00:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Buka Puasa Bersama Di Istiqlal

Buka Puasa Bersama Di Istiqlal

, 17 MEI 2018 , 19:22:00

Penghargaan

Penghargaan "Inspirator Bangsa"

, 17 MEI 2018 , 05:56:00