Hanura

Tiongkok Ambisi Menjadi Juara Dunia Sepakbola

Menuju Peradaban  KAMIS, 07 JUNI 2018 , 06:49:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Tiongkok Ambisi Menjadi Juara Dunia Sepakbola

Guangzhou R&F/Net

TERPAKSA harus diakui bahwa dalam prestasi ekonomi, Indonesia kalah jauh ketimbang Tiongkok. Namun dalam prestasi sepakbola, sebenarnya Indonesia tidak terlalu jauh kalah dari Tiongkok.

Terbukti kesebelasan Indonesia dan Tiongkok sama-sama tidak ikut berlaga di Piala Dunia Sepakbola di Moskow 2018.

Indonesia juga cuma sedikit kalah dengan Tiongkok dalam hal keikutsertaan Piala Dunia Sepakbola di mana Indonesia belum pernah, sementara Tiongkok baru sekali saja pada tahun 2002 namun langsung terdepak ke luar tanpa mencetak gol barang satu pun.

Carlos Tevez

Pada tahun 2011, Xi Jinping bersumpah untuk meningkatkan kemampuan warga negara Tiongkok menendang bola sampai bisa menjadi Juara Dunia Sepakbola. Maka pembinaan sepakbola menjadi program prioritas pada masa kepresidenan seumur hidup Xi Jinping.

Korupsi di persepakbolaan Tiongkok dibasmi habis sambil meningkatkan ketrampilan menendang bola sampai bisa sesering mungkin masuk ke gawang lawan.

Klab-klab sepakbola Tiongkok mencoba menyewa para supersepakbolawan dari luar negeri seperti misalnya star striker Argentina , Carlos Tevez dengan harga puluhan ribu US dolar untuk bergabung di klab Shanghai Shenhua.

Sayang puluhan ribu dolar sayang, tak lama kemudian Carlos dipecat sebab hanya mencetak empat gol sepanjang masa musim liga Tiongkok dan kerap tampak ogah-ogahan malas berlari ketika bertanding.

Barcelona

Lain halnya dengan klab Guangzhou R&F yang alih-alih mengutamakan para pemain dari luar negeri lebih mengutamakan peningkatan mutu para sepakbolawan muda Tiongkok sendiri sambil meningkatkan hubungan dengan masyarakat kota Guangzhou melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dan filantropik seperti yang telah dilakukan oleh klab sepakbola Barcelona demi secara psikososial membentuk suasana kemanunggalan FC Barcelona dengan warga Barcelona.

Chauvinisme

Bahkan lebih dari sepertiga anggota laskar Guangzhou R&F adalah warga kota Guangzhou demi menggelorakan semangat chauvinisme para fans agar habis-habisan die hard membabibutatuli fanatik lahir batin mendukung klab Guangzhou R&F.

Hanya saja, para manajer klab Guangzhou R&F harus berhati-hati dalam membangkitkan semangat kedaulatan rakyat Guangzhou jangan sampai berlebihan demi jangan sampai Guangzhou meniru Barcelona dalam bentuk referendum melepas diri dari pemerintah pusat. [***]

Penulis mendambakan pada suatu hari kesebelasan Indonesia ikut berlaga di gelanggang Piala Dunia Sepakbola



Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Kebersamaan Di Hari Raya

Kebersamaan Di Hari Raya

, 15 JUNI 2018 , 08:43:00