rmolFinance

Tutup 3 PLTN, Jerman Ungkap Alasan Tak Lagi Pakai Tenaga

Tutup 3 PLTN, Jerman Ungkap Alasan Tak Lagi Pakai Tenaga –Tutup 3 PLTN Jerman Ungkap Alasan Tak Lagi Pakai Tenaga 8264862.

Jakarta, RMOL.CO

Jerman resmi menutup tiga Pembangkit Listrik Tenaga Nukrlir (PLTN), Sabtu (15/4). Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya era nuklir di Jerman yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.

Menteri Federal Jerman untuk Lingkungan Steffi Lemke mengatakan alasan pihaknya tidak lagi menggunakan tenaga nuklir untuk listrik karena masalah lingkungan.

“Posisi pemerintah Jerman jelas, tenaga nuklir tidak ramah lingkungan, juga tidak berkelanjutan,” kata Steffi kepada CNN, Sabtu (15/4).

“Kami memulai era baru produksi energi,” ungkapnya menambahkan.

Penutupan tiga PLTN yakni Emsland, Isar 2, dan Neckarwestheim merupakan puncak dari rencana yang dijalankan lebih dari 20 tahun lalu, bahkan lebih.

Pada 1970-an, gerakan anti-nuklir yang kuat di Jerman muncul, termasuk kelompok yang memprotes lantaran khawatir soal risiko yang ditimbulkan. Sebagian orang menganggap, risiko ini juga terkait senjata nuklir.

Gerakan ini kemudian melahirkan Partai Hijau, yang kini menjadi bagian dari koalisi pemerintahan. Selanjutnya pada 2000, pemerintah Jerman berjanji untuk menghentikan tenaga nuklir dan mulai mematikan pembangkit listrik.

Kendati demikian, langkah ini menemui jalan terjal saat pemerintah baru berkuasa pada 2009. Saat itu, nuklir tampaknya mendapatkan napas baru dan kemudian difungsikan sebagai teknologi penghubung untuk membantu negara beralih ke energi terbarukan.

Tidak lama setelahnya, tragedi Fukushima terjadi. Pada Maret 2011, gempa bumi dan tsunami menyebabkan tiga reaktor pembangkit listrik Fukushima Daiichi porak poranda.

Mayoritas orang di Jerman menganggap bencana nuklir tersebut menjadi bencana terburuk di Jepang. Berkaca dari insiden ini, Jerman memutuskan untuk mempercepat penghapusan nuklir.

Tiga hari setelah bencana Fukushima, Kanselir Angela Merkel, seorang fisikawan yang sebelumnya pro nuklir, berpidato dan menyebut bencana itu sebagai ‘malapetaka yang tak terbayangkan bagi Jepang’ dan ‘titik balik’ bagi dunia.

Saat itu juga Angela mengumumkan Jerman bakal mempercepat penghapusan nuklir, ditandai dengan penutupan pabrik dengan usia yang lebih tua.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Invasi Rusia ke Ukraina memberikan cerita lain. Khawatir akan keamanan energinya tanpa gas Rusia, Jerman menunda rencana menutup tiga PLTN terakhir pada Desember 2022.

Beberapa pihak mendesak agar pemerintah Jerman memikirkan ulang keputusan itu. Namun, pada akhirnya pemerintah menolak dan setuju untuk tetap menjalankannya hanya sampai 15 April 2023.

(dmi/end)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button