rmolFinance

Top! BSI Jadi Penyaluran Kredit Sindikasi Terbesar ke-4 di

Top! BSI Jadi Penyaluran Kredit Sindikasi Terbesar ke-4 di –Top BSI Jadi Penyaluran Kredit Sindikasi Terbesar ke 4 di 8990799.

Jakarta, RMOL.CO – Sebagai dukungannya terhadap sektor usaha di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) terus mendorong pembiayaan sindikasi.

Berkat konsistensinya, BSI kini menempati posisi keempat dalam kategori book runner di daftar Bloomberg League Table Reports Indonesia Borrower Loans 2022. Menurut catatan, BSI telah mengelola kredit sindikasi sebanyak US$995,34 miliar.

“Tahun 2022, league table-nya di bloomberg, itu BSI sudah jadi nomor 4, setelah Mandiri, BRI, Sumitomo, keempat BSI,” pungkas Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam paparan kinerja BSI Kuartal I/2023, yang berlangsung daring, Kamis, (27/4/2023).

Dalam memilih pemberian kredit sindikasi, BSI terus memastikan track record dari bisnisnya. Hasilnya, BSI berhasil menciptakan portofolio kredit sindikasi yang baik.

“Kita mampu menjangkau nasabah wholesale yang punya background bisnis bagus. Kalau masuk ke swasta, swastanya blue chip. kita bersaing dg bank papan atas yang lain,” ungkap Hery.

Sebelumnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau Bank BSI (BRIS) berhasil mencatatkan perolehan laba bersih mencapai Rp1,46 triliun, tumbuh 47,65% secara year on year (YoY) pada kuartal I tahun 2023.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, capaian didukung oleh kesinambungan yang solid antara pendanaan dan pembiayaan. Pada kuartal I/2023. Ia pun membeberkan rahasia capaian laba yang gemilang tersebut.

“Hal ini salah satunya dikarenakan kami pilih target segmen yang sesuai dengan BSI, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan laba yang signifikan,” ungkap Hery dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BSI Kuartal I/2023 yang diadakan virtual, Kamis. (27/4/2023).

“Kami dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset,” tambah Hery

Selain berhasil mengoptimalisasi penghimpunan dana murah dari tabungan wadiah, BSI juga mencatat peningkatan fee based income yang didorong dari berbagai channel, yakni BSI Mobile, Cash Management dan transaksi digital. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, fee based income BSI Mobile mencapai Rp64 miliar, tumbuh 5% secara yoy.

Direktur Informasi dan Teknologi Achmad Syafii mengatakan, saat ini jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 5,18 juta pengguna, naik sebesar 37% secara yoy.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Erick Thohir Bocorkan Nilai Aset BSI, Nilainya Mencengangkan!

(Mentari Puspadini/ayh)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button