Hanura

WAWANCARA

Tomy Winata: Ground Breaking JSS Sangat Sulit Dilakukan Tahun 2014

Wawancara  SELASA, 23 APRIL 2013 , 09:23:00 WIB

Tomy Winata: Ground Breaking JSS Sangat Sulit Dilakukan Tahun 2014

Tomy Winata

RMOL. Tomy Winata punya cita-cita besar. Dia ingin seluruh pulau di Indonesia terhubung. Dengan konektivitas, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat merata. Sebab, ongkos dan waktu angkut logistik akan lebih efisien.

“Saya ingin membuat sejarah menyambungkan pulau-pulau yang ada di Indonesia,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

   Pulau yang pertama yang ingin dia sambungkan adalah Jawa-Sumatera dengan membangun Jembatan Selat Sunda (JSS).

Apa motivasi utama TW, sapaan Tomy Winata, menghubungkan pulau-pulau Indonesia? Berikut kutipan wawancara lengkapnya:
 
Kenapa Anda ingin menghubungkan pulau-pulau di Indonesia?
Ada satu cerita sejarah Indonesia yang akan saya sampaikan. Pada zaman Belanda, jalan raya di Pulau Jawa mulai dibuat di Anyer, Banten sampai Panarukan. Sejarah itu masih bertahan sampai sekarang. Oleh sebab itu, saya ingin membuat sejarah membangun jalan dari Anyer ke Lampung dan terus ke pulau-pulau lain. Caranya, dengan membangun jembatan.
 
Ada berapa jembatan yang diperlukan untuk menghubungkan Indonesia?
Jawa-Sumatera satu jembatan, Sumatera-Bangka-Belitung-Kalimantan satu jembatan, Kalimantan-Nunukan-Sulawesi Utara satu jambatan, Sulawesi-Ternate-Halmahera satu jembatan. Itulah kira-kira. Dengan begitu, semua pulau besar Indonesia terhubung.
 
Salah satu jembatan yang akan dibangun adalah JSS. Apa ada sudah dapat sinyal positif untuk mengerjakannya?
Proyek ini non-recourse financing. Saya sudah mengajukan proposal proyek ini sejak tahun 2004. Saat itu memang tidak ada dana untuk proyek ini. Tapi saya katakan, apabila diberikan beberapa konsesi terbatas, mungkin saya bisa menjadikan proyek ini proyek non-recourse financing.

Ini adalah Business to Business Project. Kenapa saya sangat concern dengan proyek ini, karena jembatan ini akan menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, yang merupakan penyumbang GDP (Gross Domestic Product) di Indonesia, sekitar 80 persen.  Pertukaran logistik antar kedua pulau itu dikenakan ongkos tinggi sehingga berimbas pada harga mahal yang harus dibayarkan masyarakat. Apabila jembatan ini terwujud, akan ada penghematan waktu dan biaya pengiriman logistik.
 
Apa yang menghambat dalam menangani proyek ini?
Pemerintah masih mengkaji segala aspek dalam proyek ini. Apabila pemerintah memberikan kesempatan mengerjakan proyek ini kepada kami, maka semua pembiayaan harus berasal dari swasta tanpa menggunakan APBN. Sebab, dana APBN sebaiknya digunakan untuk keseimbangan pembangunan di wilayah bagian barat dan bagian timur Indonesia.
 
Anda yakin akan mendapatkan proyek itu?

Saya sangat yakin.

Muncul wacana ground breaking JSS akan dimulai 2014, gimana komentar Anda?
Yang ingin saya sampaikan, JSS bukan dan belum jadi proyek Artha Graha. Namun harus dibangun oleh siapapun pihak/oran Indonesia yang mampu dan diberi kepercayaan pemerintah. Ground breaking JSS sangat sulit dilakukan tahun 2014 jika menggunakan dana swasta, mengingat golden momentum yang sudah terbentuk di 2012 untuk dapat mulai pembangunan KSISS (Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda)/JSS di tahun 2014 sudah lewat atau bergeser jauh. Kecuali jika pemerintah menggunakan dana APBN. Jika dipaksakan, dikahwatirkan hanya akan menjadi sekadar proyek tiang pancang seperti monorail Jakarta.

Diperlukan sekitar 26 bulan untuk selesaikan FS (feasibilty study) sampai bankable dan mendapat komitmen pembiayaan. Selanjutnya masih ada proses tender oleh pemerintah, kemudian layak untuk ground breaking.

Selain ingin menghubungkan pulau, Anda juga ingin menjadikan Jakarta sebagai The New Manhattan baru. Maksudnya?
Kami mencoba mengenalkan kepada dunia, terutama pada Asia bahwa Jakarta bukanlah big village, tetapi akan menjadi The New Manhattan. Saat ini Jakarta sudah seperti Manhattan. Setelah dilakukan penyempurnaan pembangunan di sana-sini, Jakarta akan menjadi salah satu pusat bisnis terhebat di Asia.

Saya menyebut proyek ini, Indonesia Bisa. Jakarta mampu dan Jakarta memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukannya. Saya ingin menunjukkan pada dunia bahwa Jakarta mampu menjadi ibukota yang penting dan diperhitungkan oleh negara-negara lain. Dengan berkembangnya Jakarta, Indonesia akan berkembang.
 
Anda merupakan salah satu businessman yang sukses di Indonesia. Nilai-nilai apa yang Anda anut dalam melakukan bisnis?
Profit bukanlah target utama. Kesempatan bisnis yang dapat membantu pemerintah, itulah yang saya nomor satukan. Lalu, apakah bisnis tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Selain itu, saya juga melihat apakah kegiatan bisnis itu berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Setelah itu baru saya menargetkan keuntungan.
 
Jadi, Anda akan tetap mengerjakan proyek yang tidak menguntungkan?
Ya. Mungkin saya berbeda dengan businessman lain yang berpikir mereka sukses setelah mempunyai 100 juta dolar AS.

Bagi saya, jumlah orang yang menjadi bagian dalam bisnis saya dan turut merasakan penghidupan yang lebih baik bagi keluarganya, lebih penting dibandingkan profit bagi diri sendiri. Profit itu asal cukup untuk menutup risiko finansial dari proyek tersebut.
 
Anda termasuk salah satu powerful businessman di Indonesia. Apakah Anda selalu mendapatkan proyek yang diinginkan?
Saya ingin meluruskan pengertian powerful yang Anda sebutkan. Powerful adalah apabila Anda merasa peduli dan berbakti kepada masyarakat dan tumbuh bersama semua orang di lingkaran bisnis.

Setelah semua yang berada di lingkungan bisnis saya telah sejahtera, mereka akan menjaga bisnis saya tersebut. Maka mereka akan berpikir saya dan bisnis saya adalah masa depan mereka dan mereka akan menjaganya, sebagaimana mereka menjaga bisnis mereka sendiri.

Jadi, jangan berpikir tentang powerful yang berhubungan kekuatan dan hubungan spesial dengan pemerintah.
 
Indonesia masih kental dengan korupsi. Bagaimana Anda menyikapinya?
Saya pernah mendengar tentang hal itu, tapi dalam bisnis saya menghindari hal seperti itu.
 
Bagaimana cara menghindarinya?
 Saya belum berpengalaman dalam hal itu. Sebab dalam setiap proposal usaha saya, dijabarkan apabila saya diberi kesempatan berusaha, maka masyarakat akan seperti ini, lingkungan akan seperti ini, sektor riil juga akan berkembang.

Dengan kata lain, apabila pemerintah membantu saya, maka pemerintah akan membantu masa masyarakat. Saya selalu menggunakan pendekatan itu.
 
Anda tidak pernah memberi suap?
Saya tidak pernah merasa kesulitan dalam melakukan pendekatan kepada pemerintah.
 
Kabarnya, Anda dekat dengan militer?
Saya memiliki beberapa hubungan dengan militer sama halnya dengan para pebisnis lainnya. Di Indonesia, militer merupakan salah satu institusi yang sangat vital dalam menjaga stabilitas nasional dan ketahanan bangsa dan negara.
 
Pernah Anda mendapatkan proyek besar dari militer?
Tidak. Sekarang ini kita tidak bisa melakukan bisnis karena kedekatan dengan militer. Segala sesuatunya harus sesuai prosedur. Dan militer tidak bisa melakukan kegiatan bisnis kecuali mereka pensiun dulu dari militer dan menjadi warga sipil. Semua sudah ada aturannya.
 
Anda tidak mendapat perlakuan khusus?
Tidak. Semuanya sesuai prosedur yang legal dan law by law. [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00