Hanura

Bidan Di Desa Menanti Perhatian Menkes Baru

Pelayanan Kesehatan Masih Amburadul

 SELASA, 28 OKTOBER 2014 , 09:18:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bidan Di Desa Menanti Perhatian Menkes Baru

ilustrasi

RMOL. Pasca dilantiknya Kabinet Kerja, sejumlah tantangan sudah menanti para menteri. Di sektor kesehatan, kekurangan tenaga medis hingga belum me­ratanya akses pelayanan ke­sehatan ma­­sih menjadi masalah utama.

Ketua Umum Pengurus Be­sar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zaenal Abidin ber­ha­rap, Menteri Kesehatan yang baru memiliki kon­sep yang je­las dalam mema­jukan pemba­ngunan kesehatan di Indonesia.

“Harapan kami yang paling mendesak adalah peme­rataan pelayanan keseha­tan. Bukan cuma dokter, tetapi juga tenaga kesehatan lainnya,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Zaenal, dari sekitar 9.599 puskesmas dan 2.184 rumah sakit yang ada di Indo­nesia, sebagian besar masih terpusat di kota-kota besar.

“Masyarakat di daerah ba­nyak yang tidak bisa meng­ak­ses pelayanan kesehatan, ka­rena tak adanya fasilitas kese­hatan yang disediakan. Belum lagi me­nyang­kut masa­lah dis­tribusi te­naga kesehatan yang belum merata,” katanya.

Tak hanya itu, data Kemen­terian Kesehatan menunjukkan sebanyak 52,8 persen dokter spesialis berada di Jakarta. Se­mentara di NTT dan provinsi di bagian timur Indonesia lain­nya hanya terdapat 1-3 per­sen dokter spesialis.

“Saya pikir Menteri Kese­hatan yang baru, Nila Djuwita Moe­loek bisa membawa peru­bah­an yang lebih baik untuk pe­layanan kesehatan maupun sektor kese­hatan,” harapnya.

Ketua Ikatan Bidan Indone­sia (IBI) Emi Nurjasmi menga­takan, masih ada sekitar 20 per­sen desa yang belum memiliki tenaga bi­dan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Bah­kan sebagian besar bidan yang ditempatkan di dae­rah juga masih berstatus bidan pegawai tidak tetap (PTT). Aki­batnya, bidan-bidan terse­but ba­nyak yang mening­galkan desa sete­lah kontraknya berakhir.

Dia berharap, Menkes baru bisa lebih memperhatikan na­sib para bidan di desa. “Untuk me­menuhi kebutuhan pelaya­nan ke­se­hatan di daerah ter­pencil, sustainability-nya ha­rus dijaga. Namun ini akan su­lit dicapai kalau status bi­dan­nya hanya PTT. Mudah-mu­dahan ini jadi perhatian se­rius Menteri Kese­hatan yang ba­ru,” kata Emi.  ***


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00