Hanura

Di Balik Jabat Tangan Dua China Dan Langkah Kuda Ma

 JUM'AT, 13 NOVEMBER 2015 , 23:31:00 WIB | OLEH: YOPHIANDI

Di Balik Jabat Tangan Dua China Dan Langkah Kuda Ma

Ma Ying-JEOU dan Xi Jinping

JABAT tangan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Taiwan Ma Ying-jeou selama satu menit disaksikan ratusan wartawan di ruang pertemuan di Hotel Shangrila, Sabtu lalu, pada pukul tiga sore waktu setempat.

Ini adalah pertemuan pertama sejak dua bangsa itu terpisah pada September 1949. Sejak saat itu, 1 Oktober 1949, Mao Zedong, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (Kungchantang/ Gongchan Dang), berpisah dengan saudara seperguruannya Chiang Kai-Sek, pemimpin Partai Nasionalis Cina (Kuomintang/ Guomin Dang), yang memilih tinggal di Pulau Taiwan.

Pertemuan pada Minggu 7 November 2015 digambarkan sebagian besar media massa sebagai momen dramatis yang terjadi diantara dua bangsa Cina yang terpisah sejak revolusi 1946-1949. "Kita adalah saudara," kata Presiden Xi sambil melihat rekannya, Presiden Taiwan Ma, yang berada di meja terpisah. "Darah lebih kental daipada air," kata Xi lagi.

Perumpamaan air dan darah adalah simbol yang dipahami kedua pemimpin dua China itu. Darah adalah asal usul keduanya yang bersaudara. Sedangkan air melambangkan Selat Taiwan yang memisahkan dua wilayah itu. "Perpisahan selama 60 tahun adalah waktu yang sangat lama, dan menimbulkan kerinduan untuk saling bicara," balas Ma sembari menatap Xi, dalam pidatonya.

Leluhur mereka, Chiang Kai Sek dan Mao Zedong pernah bersatu mengusir Jepang yang menjajah Tiongkok. Namun, perbedaan ideologi cara mengatur Tiongkok, membuat keduanya terpisah, sejak 1949.

Ini bukan pertemuan pertama antara dua pejabat tinggi China. Sebelumnya pada 2012, terjadi pertemuan Presiden Tiongkok Hu Jintao dengan Ketua Kehormatan Partai Kuomintang Wu Po Hsiung, membicarakan kerjasama kedua pihak, dan pembahasan "Kebijakan Satu Negara, Dua Kawasan" (One Country Two Areas).

Pertemuan di Singapura pun, bukan yang pertama karena pada April 1993, Ketua Asosiasi China untuk Hubungan dengan Taiwan Wang Daohan dan Ketua Yayasan Pertukaran Taiwan Koo Chen Fu mengikat perjanjian kerjasama ekonomi, budaya, dan media. Badan semi pemerintah ini bertemu setiap tahun.

Yang membedakan pertemuan tahun-tahun sebelumnya dan Sabtu siang lalu adalah atmosfirnya. Sebelum pertemuan, dengan sedikit becanda, Ma mengatakan secara terbuka, bahwa tagihan makan malam keduanya, Ma dan Xi di Hotel Shangrila akan dibuat terpisah.

Dan, ini yang serius, kedua pemimpin tak menggunakan sapaan presiden pada saat pidato ataupun menyapa, namun menggunakan kata master” atau tuan”. Ini menandakan keduanya saling menghormati satu sama lain.

Pertemuan di Singapura, sebetulnya diwarnai ketidaksukaan warga Taiwan terhadap Ma yang dianggap terlalu dekat dengan Beijing. Meski masyarakat Taiwan berhubungan baik secara ekonomi dengan Tiongkok. Apalagi di tengah situasi di dalam Taiwan yang dalam dua bulan ke depan akan mengadakan pemilu, memilih presiden baru.

Kuomintang, partai Presiden Ma mengalami masalah dengan popularitas calon presidennya. Lantaran partai asal pembentuk nasionalisme Tiongkok ini, dianggap terlalu dekat dengan Beijing. Eric Chu yang menjabat Ketua Partai Kuomintang sampai harus menggantikan Hung Hsiu Chu, Wakil Ketua Parlemen Taiwan, sebagai kandidat presiden.

Pada Oktober, popularitas Hung ketinggalan jauh dari calon Partai Demokrat Progresif (Democratic Progressive Party) Tsai Ing Wen. Posisinya 15,6 persen berbanding 46,8 persen menurut poling Taiwan Indicators Survey Research. Tinggal dua bulan, Eric Chu harus mengkatrol popularitas partai dan dirinya.

Meroketnya Tsai membuat Ma melakukan pendekatan kepada Tiongkok. Analis Barat menyajikan cerita Ma yang meminta Tiongkok memberi kondisi yang menguntungkan yang bisa "dijual" kepada rakyat Taiwan, agar calon Kuomintang tetap berkuasa, sehingga hubungan dengan Beijing tetap harmonis.

Amerika Serikat, sekutu terdekat Taiwan terkejut dengan langkah Ma. Dalam konferensi pers, juru bicara Amerika lebih sering menghindar ketika ditanyakan komentarnya tentang langkah kuda Ma menemui Xi.

Pendekatan Ma dilakukan lantaran posisi Tiongkok yang saat ini sudah hampir menjadi penyeimbang Amerika di Asia Pasifik. Baik ekonomi, maupun teknologi angkatan perangnya, Tiongkok telah membuat jejak maju yang pesat.

Dengan kerjasama ekonomi liberal dan area perdagangan serta mendirikan bank yang bisa menjadi pemberi dana bagi pembangunan infrastruktur di Asia, Beijing telah memikat para tetangganya.

Hingga Washington DC mesti membentuk Trans Pacific Partnership untuk mengimbangi pakta ekonomi baru milik Beijing. Perjanjian yang terkesan dibentuk secara buru-buru, karena masih banyak kesepakatan yang perlu dirundingkan dalam perjanjian tersebut, namun telah diumumkan telah terbentuk.

Setelah berbicara dengan "saudara lama" maka Kuomintang juga mendekat kepada kawan terdekatnya. Eric Chu melakukan kunjungan selama lima hari ke Wahington DC, New York, San Fransisco, dan Los Angeles sejak pecan pertama November. Di tiga kota terakhir, Eric mendatangi warga Taiwan di Amerika. Di Washington, pembicaraan dengan para pejabat Amerika sepertinya tak membuahkan hasil menggembirakan.

Yang pasti, mendulang 1,8 juta suara warga Taiwan di negeri Abang Sam memberi kelegaan bagi usaha Eric. Ini jadi modal bagi Eric menambah lagi popularitasnya yang telah 23 persen dalam satu bulan pencalonan, dan mengurangi poin Tsai yang menjadi 43 persen, sebelumnya 46 persen. Seperti yang dikatakan Eric, di Los Angeles, "Setiap satu suara sangat berarti, dan vital." Dan di Los Angeles ada 300 ribu warga Taiwan. [***]

Penulis adalah pemerhati isu hubungan internasional. Tinggal di Jakarta.

Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

, 11 DESEMBER 2018 , 03:08:00

Award Untuk Raja Dangdut

Award Untuk Raja Dangdut

, 13 DESEMBER 2018 , 00:36:00

Surat Suara Pemilu 2019

Surat Suara Pemilu 2019

, 12 DESEMBER 2018 , 00:32:00