Dr. H. Oesman Sapta

Indonesia Katanya Republik Garong

Buya Syafii Marah

 SELASA, 24 NOVEMBER 2015 , 08:56:00 WIB

Indonesia Katanya Republik Garong

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif:net

RMOL. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif mengaku geram dengan berbagai kasus yang menimpa negeri ini. Tokoh bangsa itu sampai menjuluki negeri ini sebagai Republik Garong.

Kasus terakhir yang jadi sorotan pria yang akrab disapa Buya ini adalah kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla terkait kontrak karya Freeport yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto.

Dia mengaku sempat bertukar pikiran dengan Wapres Jusuf Kalla, juga dengan Menteri ESDM Sudirman Said. Selain soal Freeport, beberapa hal lainnya juga dibahas. "Bahas negara, tentang bangsa yang lesu segala macam. Bahkan saya dengar mulai Januari gaji pegawai mulai meningkat. Sementara kelakuan sebagian politisi ini ndak pernah berubah," jelas dia di Cikini, kemarin.

Saking kesalnya melihat kondisi itu, Buya sampai mengusulkan pergantian nama Indonesia menjadi Republik Garong. "Apa kita ganti saja nama Republik Indonesia menjadi Republik Garong Indonesia, hahaha, mbok kapok. Memang style-nya seperti ini, orang kalau sudah terbiasa seperti meminum air laut. Semakin diminum semakin haus," selorohnya.

Buya pun mengomentari desakan mundur terhadap Novanto. Dia menyebut, Jokowi dan Jusuf Kalla sudah marah sekali. Sebab itu, lebih baik mundur saja. "Dari sisi etika sudah gelap dan yang melakukan itu, saya ndak menyebut nama, orang-orang yang punya pemimpin, wakil rakyat itu, orang nomor satu yang mengaku wakil rakyat," tegasnya.

Buya menjelaskan, ada sesuatu yang dinilainya sudah tak sesuai etika selaku pejabat negara. Ada baiknya, negara ini tetap dipimpin orang-orang yang terbaik.

"Kongkalikongnya sudah dalem, kan menyebut beberapa nama, ya diteliti saja," tegas dia.

Dia pun mendesak pemerintah untuk mencari sosok yang benar-benar bersih dalam pemerintahan. "Kalau masih mungkin dibersihkan semua, termasuk pemerintahan juga. Carilah orang-orang yang dosanya kurang," ucapnya.

Menurut Buya, presiden harus menggunakan fungsi presidensialnya dalam hal reshuffle kabinet. Pilihlah calon yang terbaik, yang berintegritas untuk bangsa dan negara.

"Kita ada jejak rekam di situ. Menurut saya presiden harus memakai fungsi presidensialnya karena itu sulit sekali apalagi diusung oleh partai politik. Sekarang dinamakan hak prerogatif presiden itu kan nggak jalan, semua serba kompromi," jelasnya.

Dia berharap kalau memang ada reshuffle, hal itu harus betul-betul diserahkan ke presiden dan wakil presiden. "Jadi mereka tahu betul siapa pembantu mereka dan mendukung program yang sudah dirumuskan," tutup dia.

Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai ungkapan Syafii Maarif merupakan ungkapan kemarahan dan keputusasaan melihat kondisi negara saat ini.

Menurut dia, wajar kemarahan itu terjadi. Soalnya, bukan saja karena banyaknya kasus yang menerpa. Tetapi, tidak ada upaya menyelesaikan kasus-kasus itu. Dia mencontohkan kasus pencatutan nama presiden dan wapres. "Ini tidak kelihatan upaya penyelesaiannya. Terlihat, orang malah ramai-ramai membelokkan ini kepada Sudirman Said," katanya, semalam.

Padahal, menurut Ray, sudah terang benderang pencatutan nama itu dilakukan. Sekalipun begitu, Ray tak sepakat jika republik ini berganti nama menjadi republik garong. Namun dia sepakat banyak pejabat negara yang jadi garong. "Pejabatnya garong, rakyatnya doyan gosip, jadi mudah membelokkan isu. Akhirnya, yang tidak termasuk garong dan tukang gosip tak berdaya, tak bisa apa-apa," tandasnya. ***


Komentar Pembaca
Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Tertawa Usai Diperiksa KPK

Tertawa Usai Diperiksa KPK

, 15 FEBRUARI 2019 , 02:52:00

Jumatan Di Kauman

Jumatan Di Kauman

, 15 FEBRUARI 2019 , 13:45:00

Beredar CCTV Detik-detik Ledakan Di Dekat Arena Debat Capres
Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi, Anda Tidak Kredibel
Jokowi Ulas Latar Iriana Dan Cucu, Korsa: Pilihan Warga Muhammadiyah Tidak Berubah
Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Hersu Corner17 Februari 2019 15:54

AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Ahmad Dhani Dikebut, Apa Kabar Kasus Pengeroyokan Yang Diduga Dilakukan Herman Hery?
Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Nusantara18 Februari 2019 05:50

Swasembada Dan Capaian Pertanian Indonesia
AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Terindikasi Kecurangan, BPN Evaluasi Dengan KPU
Catatan Pejalan

Catatan Pejalan

Rumah Kaca18 Februari 2019 03:20