Hanura

PILKADA KEPRI 2015

Timses Beberkan Kunci Kemenangan Sani-Nurdin

 MINGGU, 13 DESEMBER 2015 , 19:34:00 WIB | LAPORAN: FIRARDY ROZY

Timses Beberkan Kunci Kemenangan Sani-Nurdin

Sani-Nurdin/net

RMOL. Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani-Nurdin Basirun dinyatakan sebagai pemenang Pilkada versi hitung cepat dan rekapitulasi sementara C1 KPU. Sani-Nurdin unggul dengan selisih sekitar 50.000-an suara atau sekitar 7 persen dari pesaingnya Soerya-Ansar, yakni 53,4 persen berbanding 46,6 persen.

Terkait kemenangan itu, Ketua Tim Sukses Sani-Nurdin, Ahars Sulaiman buka suara. Menurutnya, kemenangan pasangan nomor urut 1 itu buah dari kerja keras seluruh tim berbulan-bulan sebelum pelaksanaan Pilkada.

"Tim kami terorganisir secara rapi dari tingkat provinsi, kota, kecamatan, kelurahan atau desa hingga TPS. Semua pergerakannya terkonsolidasi dalam satu sistem," katanya ketika dihubungi, Minggu (13/12).

Sistem yang dimaksud, lanjut Ahars, fokus pada upaya membangun kekuatan organisasi di tingkat TPS. Hampir tidak ada TPS di seluruh Kepri yang tidak tersentuh oleh jaringan pemenangan Sani-Nurdin.

"Sistem itu kita sebut grassroot operasion (GRO). Karena kita sadar pertarungan di Pilkada adalah pertarungan di pemilih akar rumput atau TPS," tegasnya.

Ahars mengatakan, sistem GRO tersebut tidak akan terkalahkan kecuali oleh sistem yang sama. Apalagi oleh cara-cara seporadis yang cenderung tidak terorganisir dengan baik dan rapi.

"Kedua, gaya komunikasi kandidat kami yang lebih mengedepankan silaturrahim, menyapa dan mendatangi warga," sambungnya.

Meski usia Sani (73 tahun) terbilang tua, kata Ahars, semangat dan fisiknya tak kalah dengan yang berusia muda. Bahkan dalam sehari, Sani bisa mengunjungi tempat warga di lima titik pulau berbeda. Kepri 96 persen wilayah kepulauan. Tapi Sani biasa saja mendatangi warga dari pulau satu ke pulau lainnya.

"Ketiga, Tim Pemenangan Sani-Nurdin berpijak pada metode ilmiah. Kami memakai survei sebagai basis analisis dan strategi. Survei rutin kami lakukan bekerja sama dengan kantor survei kredibel. Analisis mereka kami pakai untuk perbaikan strategi. Intinya kami menjalankan rekomendasi dari survei," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur lembaga Konsultan Sosial, Ekonomi, Politik Indonesia (KONSEP-Indo) Veri Muhlis Arifuzzaman mengungkapkan, di era Pilkada ini tak bisa lagi menggunakan model kampanye tradisional. Pasalnya, model itu sudah sering diterapkan sehingga kurang menarik di mata pemilih.

"Misalnya, kampanye akbar dengan mobilisasi massa di satu titik, semua kandidat pasti melakukannya," ujar konsultan pemenangan Sani-Nurdin ini.

Karena itu, ia lebih menyarankan kampanye berbasis komunitas (based community campaign). Kampanye model ini bukan diadakan oleh kandidat untuk massa pemilih, melainkan berdasarkan permintaan komunitas dan organisasi tingkat TPS atas kandidat.

"Bentuk dan kemasannya pun berbeda-beda. Tergantung pada kebutuhan komunitas. Ini lebih mengena, karena tiap komunitas punya karakteristik tersendiri," tandasnya. [rus]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00