Hanura

Indeks Unggulkan Dua Menteri Ini

 SELASA, 29 DESEMBER 2015 , 19:57:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks) melakukan penelitian kualitatif atas kinerja 17 menteri yang terlibat dalam amanat Nawacita ketiga di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Hasilnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Marwan Jafar dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dinilai unggul dalam meletakkan dasar-dasar desentralisasi asimetris dalam rangka membangun Indonesia dari pinggiran.

"Dari 14 Kementerian yang memiliki tugas dan kewenangan khusus dalam meletakkan dasar-dasar desentralisasi asimetris Menteri Marwan Jafar berada di urutan teratas dengan skor 6,48.  Di urutan kedua terdapat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan skor 5,23," beber Direktur Eksekutif Indeks Nanang Sunandar saat memublikasikan hasil kajiannya di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (29/12).

Nanang menjelaskan, berdasarkan RPJMN 2015-2019, terdapat 17 menteri yang memiliki program atau kegiatan untuk merealisasikan Nawacita ketiga di kementerian masing-masing.

Mereka adalah Mendagri, Mendes PDTT, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kesehatan, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Keuangan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Menteri Pariwisata, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Sosial, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Nanang menambahkan, hasil kajian lembaganya juga menunjukkan tidak ada perbedaan teramat penting terkait kinerja antara menteri yang berasal dari partai politik dengan kalangan profesional.

"Misalnya untuk kategori desentralisasi asimetris, dua teratas ditempati oleh Marwan Jafar dari PKB dan Tjahjo Kumolo dari PDIP," katanya.

Adapun, kajian kinerja 17 menteri yang dilakukan Indeks merupakan kajian kualitatif. Pengumpulan data melalui focus group discussions (FGD) dan wawancara mendalam terhadap 20 responden yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 14-19 Desember 2015. Responden dipilih berdasarkan kriteria yang ketat dengan pendidikan terakhir minimal magister (S2) dari beragam disiplin keilmuan dan profesi. Hasil penilaian dinyatakan dalam skor dengan rentang nilai minimum - maksimum 1,00-10,00, kemudian diperingkat dari yang tertinggi hingga terendah.

Ada tiga indikator utama yang digunakan dalam menilai kinerja ke-17 menteri. Yakni peletakan dasar-dasar desentralisasi asimetris, pemerataan pembangunan antar wilayah khususnya Indonesia Timur, dan penanggulangan kemiskinan. [wah] 

Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

, 11 DESEMBER 2018 , 03:08:00

Award Untuk Raja Dangdut

Award Untuk Raja Dangdut

, 13 DESEMBER 2018 , 00:36:00

Surat Suara Pemilu 2019

Surat Suara Pemilu 2019

, 12 DESEMBER 2018 , 00:32:00