Verified
Dr. H. Oesman Sapta

Hari Bumi Tandai Kesepakatan Baru Perubahan Iklim

Ekbis  SABTU, 23 APRIL 2016 , 12:24:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

Hari Bumi Tandai Kesepakatan Baru Perubahan Iklim

foto :net

RMOL. Tahun ini, peringatan Hari Bumi bertepatan dengan penandatanganan Kesepakatan Paris di New York, yang akan mengatur pengendalian perubahan iklim paska 2020.

Tema yang diangkat untuk Hari Bumi tahun ini berfokus pada pohon dengan misi menanam 8 miliar pohon. Angka 8 miliar tersebut merupakan perkiraan jumlah penduduk dunia pada tahun 2020, sehingga diharapkan setiap penduduk bumi menanam satu pohon atau yang dikenal dengan program "one life one tree".

Hubungan antara Kesepakatan Paris dan pohon sangat jelas. Hutan akan menjadi kunci dalam memerangi perubahan iklim dan memenuhi tujuan jangka panjang untuk merestorasi keseimbangan ekologis dari planet Bumi.

Pohon dan hutan juga sangat penting untuk membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals mengingat peran pohon antara lain sebagai penyerap karbon, membersihkan dan menyegarkan udara, sebagai pompa air alami untuk sikulus air, menstabilkan tanah, mendaur ulang nutrisi untuk pertanian dan mendukung habitat untuk satwa liar.

Masyarakat dunia diajak untuk bersama-sama mendukung Hari Bumi 2016 dan upacara penandatanganan Kesepakatan Paris dengan melakukan berbagai aktivitas terkait pohon, diantaranya dengan menanam pohon atau berfoto dengan pohon dan menyebarkannya di media sosial dengan tagar #EarthDay2016.

Di Indonesia, beberapa kementerian dan lembaga juga turut serta dalam kegiatan penanaman pohon ini dan beberapa diantaranya bekerjasama melibatkan komunitas dan pemuda. Atas inisiatif Putri Menjangan Nature Conservation Forum Bali, pada tanggal 22 April 2016 dilakukan kegiatan penanaman mangrove di Putri Menjangan, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kantor Utusan Khusus Presiden bidang Pengendalian Perubahan Iklim, The Climate Reality Project Indonesia, civitas academica Universitas Pendidikan Ganesha di Singaraja, dan Forum Peduli Mangrove Bali yang menyumbangkan bibit mangrove. Tema dari kegiatan ini adalah "Protect Mangrove Forests and Coral Reefs for a Better Life".

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 600 pemuda dan masyarakat ini merupakan simbol gotong royong yang harus dilakukan oleh semua pemangku kepentingan untuk melakukan aksi nyata di tingkat lokal untuk mengendalikan dampak perubahan iklim.

Kesepakatan Paris merupakan hasil dari Conference of Parties ke-21 (COP21), sebuah perundingan global perubahan iklim yang diselenggarakan di Paris, bulan Desember tahun 2015 lalu. Sebanyak 196 Negara Pihak menyetujui Kesepakatan Paris dan merupakan tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya dunia bersatu untuk mengendaliakan perubahan iklim. Salah satu inti dari Kesepakatan Paris adalah menjaga kenaikan suhu permukaan bumi rata-rata di bawah 2°C dan bahkan mengupayakannya lebih lanjut hingga 1,5°C. Hal ini dilakukan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca yang merupakan penyebab perubahan iklim.

Indonesia telah berperan aktif dalam perundingan perubahan iklim. Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia pada COP21 Desember tahun lalu di Paris di hadapan masyarakat dunia tentang upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dari Business As Usual (BAU) pada tahun 2030, dan bisa mencapai 41 persen jika ada dukungan internasional.[wid]



Komentar Pembaca
Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

, 21 JANUARI 2019 , 13:00:00

#VlogNews: Rasanya Nonton Debat Pilpres Bareng Pendukung Jokowi dan Prabowo
Jokowi Nyalakan Listrik Warga

Jokowi Nyalakan Listrik Warga

, 19 JANUARI 2019 , 07:14:00

Patung McJesus Di Haifa

Patung McJesus Di Haifa

, 20 JANUARI 2019 , 00:29:00

Benteng Keutuhan NKRI

Benteng Keutuhan NKRI

, 19 JANUARI 2019 , 17:51:00