Hanura

WAWANCARA

Rahmat Bagja: Nasib 9 Parpol Bisa Berubah, Nanti Kita Undang KPU Sebagai Terlapor

Wawancara  JUM'AT, 27 OKTOBER 2017 , 09:47:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rahmat Bagja: Nasib 9 Parpol Bisa Berubah, Nanti Kita Undang KPU Sebagai Terlapor

Rahmat Bagja/Net

RMOL. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) resmi menutup pengaduan bagi partai politik (par­pol) terkait keluhan pendaftaran sebagai peserta Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ada sembilan parpol yang me­lapor ke Bawaslu. Namun, kes­emua Parpol tersebut masih harus melengkapi berkas agar pengad­uannya bisa ditindaklanjuti oleh Bawaslu.

Sebelumnya 13 parpol ditolak KPU karena kurangnya kelengkapan administrasi dalam pengi­sian Sistem Informasi Informasi Partai Politik (Sipol). 13 parpol tersebut adalah Partai Indonesia Kerja (Pika), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bhineka Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa (PPB).

Kemudian, ada Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Rakyat, Partai Reformasi, Partai Republik, Partai Republikan, serta Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo). Berikut penuturan Komisoner Bawaslu, Rahmat Bagja kepada Rakyat Merdeka:

Sembilan parpol yang melakukan pelaporan ke Bawaslu apa saja?

Ada Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Bhinneka, PKPI Cut Meutia, Partai Rakyat dan Partai Republik. Kita memberi waktu hingga hari Senin, 30 Oktober untuk parpol yang telah mendaftar melengkapi berkas. Senin kita registrasi.

Laporan dari sembilan par­pol tersebut soal apa saja?

Tentang Sipol. Namun PKPI ada laporan lainnya, yaitu karena KPU tidak menerima pendaftaran mereka.

Soal Sipol apa yang mereka adukan?
Mereka mengadukan soal mengakses, hampir sama masalahnya dengan semua partai yang melaporkan ke Bawaslu. Terus kenapa Sipol itu dijadikan kewajiban, terus banyaknya laporan bahwa servernya sering down.

Selain Sipol apalagi yang mereka laporkan?

Memang ada tentang sipol, namun yang terpenting adalah karena parpol-parpol ini tidak dilanjutkan ke tahap peneli­tian ya dan tahap administrasi. Sembilan parpol itu digagalkan dalam proses pendaftaran. Itu yang terpentingnya.

Tahapan dari laporan ini apa saja?
Saat ini kita sedang meminta para parpol yang sudah melapor­kan ke Bawaslu untuk melengka­pi berkasnya, karena pendaftaran mereka kan sudah mendaftarkan, dan mereka diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi berkas­nya, sampai dengan hari senin (30/10), nanti kita lihat partai mana yang melengkapi berkas. Senin itu harus diregister, kalau lengkap maka register perkara, kemudian 14 hari setelah itu harus ada putusan. Hasil keputu­san antara laporan parpol untuk ikut verifikasi akan diterima atau tidak. Keputusan tersebut akan dilakukan dalam persidangan.

Untuk putusannya bagaima­na?
Misalnya terbukti melanggar peraturan perundang-undangan, melanggar administrasi, itu kan harus dijelaskan dalam amar putusan, kemudian tindak lanjut dari sembilan parpol yang sudah melapor ini bagaimana, seperti itu. Kalau tidak terbukti melang­gar, ya berarti sembilan parpol ini selesai.

Rencananya akan meminta penjelasan dari KPU?
KPU diundang sebagai ter­lapor. KPU nanti diminta un­tuk memberikan penjelasan seperti yang dilaporkan oleh sembilan parpol tersebut dalam persidangan di Bawaslu. Kalau ruangannya nanti kurang ya kita bisa pinjam ruangan yang laibn, karena sepertinya akan kurang dengan banyaknya partai yang melapor. Sesuai aturan sidang terbuka. Kita akan hadirkan saksi, pihak pemohon maupun termohon. Keterangan ini sangat penting untuk menilai kasus ini akan jalan ke mana dan hasil amar putusannya seperti apa,

Dari sisa Parpol yang tidak lolos, mereka tidak ikut men­gadukan juga?
Belum ada, ya Alhamdulillah belum ada. Ya kan kita nggak mau paksa juga mereka untuk melapor ke KPU.

Kapan putusan tentang na­sib kesembilan parpol ini?
Insyallah nanti 14-16 November kita sudah tahu putusannya. Nanti setelah putusan selesai kita baru tahu.

Apakah nasib kesembilan partai yang sudah melaporkan ini bisa berubah?
Seharusnya masih berubah, masih bisa diverifikasi. Nanti Bawaslu yang memutuskan, namun yang memutuskan mereka lolos verifikasi ya KPU. Nanti setelah itu kan mereka membuat berita acara, baru nanti diserahkan ke Bawaslu. Tapi ya semoga saja parpol yang me­mang secara kemampuan tidak bisa memenuhi ketentuan pera­turan perundangan–undangan tidak melakukan upaya band­ing. Karena kalau kita temukan memang mereka tidak sanggup, maka yah sudah, kesalahannya bukan pada penyelenggara, tetapi karena ketidaksanggupan parpol yang bersangkutan, ter­paksa kami tolak.  ***

Komentar Pembaca
Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)
Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00