Hanura

Gagal Lindungi Kaum Buruh, Menaker Diminta Mundur

Kebakaran Pabrik Kembang Api Tewaskan 47 Orang

Bongkar  SENIN, 30 OKTOBER 2017 , 08:00:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gagal Lindungi Kaum Buruh, Menaker Diminta Mundur

Hanif Dhakiri/Net

RMOL. Kasus kebakaran pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses, di kawasan Kompleks Pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Kosambi, Tangerang, amat mem­prihatinkan. Korban tewas mencapai 47 orang dan 46 orang terluka. Kepala Disnakertrans dan Menteri Ketena­gakerjaan harus dicopot.

Hal ini ditegaskan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. Pihaknya juga menyayang­kan pabrik yang penuh bahan berbahaya ini bisa beroperasi tanpa standar keamanan yang memadai. Situasi ini dinilai menunjukkan lemahnya penga­was ketenagakerjaan.

"Kepala Disnakertrans dan Menteri Ketenagakerjaan harus dicopot dari jabatannya, karena gagal dalam memberikan perlindungan terhadap kaum buruh," ujar Said.

Kasus ini menambah dere­tan kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Meski sudah ada aturan soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), ternyata tidak semua perusahaan yang mematuhinya. Akibatnya buruh terus menjadi korban.

Ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, urainya, merupakan pelanggaran se­rius terhadap K3, sebagaimana yang telah diatur dalam UU no. 1 tahun 1970 tentang K3. Menurutnya, kejadian yang menewaskan 47 buruh tersebut telah memenuhi unsur pidana.

"Lebih tragis lagi, di perusahaan yang penuh dengan bahan-bahan berbahaya tersebut tidak ada alat yang memadai terkait dengan K3. Bahkan saat ledakan terjadi, pabrik dalam kondisi terkunci se­hingga para buruh tidak bisa cepat menyelamatkan diri," kata Said.

Dia mencontohkan, ketika terjadi tragedi asbestos di Jepang yang menyebabkan banyak buruh meninggal dunia karena menghirup debu asbestos se­lama bertahun-tahun, Menteri Perburuhan Jepang mengundur­kan diri sebagai bentuk pertang­gungjawaban moral.

"Sementara di Indonesia sudah beberapa kali terjadi insiden yang menewaskan puluhan buruh, seperti kasus kecelakaan di PT Mandom di Bekasi, dan sebelumnya kasus perbudakan pabrik panci di Tangerang," sebutnya.

KSPI juga mendesak pemerin­tah menindaklanjuti pelanggaran ketenagakerjaan yang masih kerap terjadi. Misalnya dalam kasus kecelakaan kerja di pabrik petasan, ada masalah hubungan kerja para pegawai yang tidak jelas dan dibayar murah. Bahkan diduga perusahaan ini juga mempekerjakan pekerja anak.

Menurut Said, pihaknya akan membawa kasus ini ke dalam sidang tahunan organisasi bu­ruh internasional ILO. "Pada tahun ini ILO Governing Body sedang melakukan sidang yang salah satunya membahas tentang K3. Kami akan membawa kasus pabrik petasan dan PT Mandom di Bekasi ke sidang ILO," katanya.

Apalagi kasus ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah dan pengusaha dalam melindungi nyawa kaum buruh.

Sementara Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Rudi HB Daman mengatakan, pihaknya menyampaikan keprihatinan, belasungkawa dan rasa duka cita yang dalam bagi ke 47 buruh korban meninggal dunia akibat meledaknya pabrik petasan ini serta bagi puluhan buruh lainnya yang mengalami luka-luka atas meledaknya pabrik petasan di Kosambi Tangerang. ***

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00