Verified
Hanura

Antara Ustadz Abdul Somad Dan Ustadz Abdul Zakir Naik

Suara Publik  SENIN, 25 DESEMBER 2017 , 06:20:00 WIB

Antara Ustadz Abdul Somad Dan Ustadz Abdul Zakir Naik

Ustadz Abdul Somad/Net

KEMBALI, Ustadz Abdul Somad (UAS) dikerjain oleh "musuh Islam". UAS dilarang masuk Hongkong, dan setelah tiga jam ditanya-tanya lalu disuruh pulang ke Indonesia. UAS pun balik masuk pesawat, sementara jemaah yang sudah menunggunya di Bandara, berlinang air mata menyesalkan sikap aparat imigrasi dan kepolisian Hongkong.

Saya sempat menelepon Munawir, teman UAS yang ikut bersamanya ke Hongkong. Apa pasal UAS tak boleh masuk negeri boneka Cina itu? Katanya, persoalannya sederhana saja. UAS memiliki Kartu Anggota Habaib (Rabithah Alawiyah) atau Anggota Ulama Habaib se-Dunia yang dikeluarkan para Da'i dan Pendakwah Islam di Maroko. Di kartu itu ada gambar bintang dan tulisan Arab.

"Ini mungkin alasan saja. Saya melihat, ada Musuh Islam yang tak menginginkan UAS ceramah di Hongkong. UAS diperiksa seperti seorang teroris," kata Munawir yang menemani UAS, pada saya melalui WhatsApp.

Astaghfirullah!
UAS disamakan dengan teroris di luar negeri, setelah sebelumnya di dalam negeri sendiri dia dituduh terlibat PKI (Partai Komunis Indonesia) dan anti NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) oleh sekelompok orang di luar Islam. Apa yang sesungguhnya terjadi dengan seorang ulama bernama UAS? Apa yang membuat banyak orang marah terhadap seorang Melayu Islam bernama Abdul Somad itu? Saya tak habis pikir dan terus bertanya; ada apa?

Kegelisahan saya ini, saya sampaikan pada teman saya, Dr Kapitra Ampera, SH, MH. Kapitra adalah seorang doktor hukum yang juga menjadi Kuasa Hukum UAS. Saya katakan kepada dia, buatlah agar dunia tahu bahwa UAS bukanlah teroris, apalagi PKI dan anti NKRI. UAS adalah pendakwah agama Islam, sama seperti pendakwah agama agama lain di Indonesia dan dunia. UAS seorang anak Melayu yang santun dan kini sangat dibutuhkan Umat, karena ilmu dan penguasaannya terhadap agama Islam sangat baik.

Tak menunggu lama, Kapitra Ampera lalu menyampaikan pernyataan sikap. Dia segera akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI, untuk mengetahui duduk persoalannya. Menurut Pengacara Islam ini, dia ingin mengetahui apakah upaya yang dilakukan Hongkong terhadap UAS, atas permintaan Pemerintah Indonesia atau Pemerintah Cina.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Negara Hukum Itu Hebat

Negara Hukum Itu Hebat

SABTU, 13 OKTOBER 2018

Reaktualisasi Nilai-Nilai Antikorupsi Melalui Upaya Preventif
<i>Dear Haters, Stop Cyberbullying, Please!</i>
HILMI-FPI: Palu Mencekam

HILMI-FPI: Palu Mencekam

SABTU, 06 OKTOBER 2018

Prabowo Pemimpin Sejati

Prabowo Pemimpin Sejati

KAMIS, 04 OKTOBER 2018

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki
Andi Arief Mencambuk Prabowo

Andi Arief Mencambuk Prabowo

, 15 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Sisa Puing Gempa

Sisa Puing Gempa

, 12 OKTOBER 2018 , 06:03:00

Ciptakan Kampanye Damai

Ciptakan Kampanye Damai

, 13 OKTOBER 2018 , 03:56:00