Verified
Hanura

Kritik Otokritik Partai Politik

Suara Publik  KAMIS, 28 DESEMBER 2017 , 21:34:00 WIB

DI penghujung tahun 2017 ini, kita dipertontonkan dengan berbagai macam manuver politik yang dilakukan oleh beberapa partai. Gerak cepat Gerindra, menarik PKS dan PAN dalam sebuah koalisi untuk lima pemilihan gubernur (pilgub) serentak 2018, membuktikan niat serius Gerindra sebagai langkah awal untuk kemenangan pemilu serentak 2019. Karena kita semua sama-sama menyadari bahwa kemenangan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 adalah salah satu kunci bagi kemenangan pemilu serentak 2019.

Tentu saja, dalam beberapa hari kedepan, langkah Gerindra, PKS dan PAN ini akan mendapat respon dari partai-partai lain, terutama PDIP. Sebagai partai penguasa, PDIP tentu saja ingin mempertahankan kekuasaannya dengan merebut kemenangan pada pemilu serentak 2019 nanti. Walau dalam merespon pilkada serentak 2018 PDIP terkesan "tenang", akan tetapi dapat dipastikan mereka akan segera menarik partai-partai pendukung pemerintah dalam satu koalisi bersama menghadapi Pilkada Serentak 2018 demi menjamin kemenangan kembali pada Pemilu Serentak 2019.

Demikian pula dengan partai Demokrat yang saat ini sedang “re-born”, mereka akan segera mengambil langkah-langkah strategis, terutama dalam respon pilkada serentak agar tidak tertinggal pada pemilu 2019.  

Dari manuver-manuver politik partai di atas (dan tentu juga sebelum-sebelumnya), yang menjadi persoalan mendasar dari partai-partai politik di Indonesia adalah partai politik di Indonesia tidak digerakkan oleh ideologi, tidak mengakar ke massa, dan sistim pengelolaannya tidak berbasis organisasi modern.

Coba lihat ideologi parpol di Indonesia saat ini. Ideologi sekedar hanya jadi embel-embel untuk melengkapi AD/ART. Lalu, ketika partai beroperasi di arena politik, maka panglimanya adalah uang dan kekuasaan.
Sedangkan pijakan ideologi mereka adalah pragmatism, hal ini semakin terang kita saksikan. Bisa dikatakan tak ada satu partaipun berani meresikokan dirinya untuk terjun membantu persoalan-persoalan rakyat saat ini yang tengah dihimpit berbagai persoalan kehidupan yang semakin sulit di "era-distruption" ini.  

Pada umumnya, partai politik tidak menjalankan kaderisasi dan perekrutan sebagai jalan memperluas basis konstituen. Akibatnya, guna memenangkan suara atau dukungan rakyat, mereka mengandalkan kekuasaan dan uang. Ini yang membuat hampir tidak ada partai yang mau melakoni "oposisi" secara konsisten.
Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Negara Hukum Itu Hebat

Negara Hukum Itu Hebat

SABTU, 13 OKTOBER 2018

Reaktualisasi Nilai-Nilai Antikorupsi Melalui Upaya Preventif
<i>Dear Haters, Stop Cyberbullying, Please!</i>
HILMI-FPI: Palu Mencekam

HILMI-FPI: Palu Mencekam

SABTU, 06 OKTOBER 2018

Prabowo Pemimpin Sejati

Prabowo Pemimpin Sejati

KAMIS, 04 OKTOBER 2018

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka

Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka

, 18 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00