Hanura

Majalengka Dan Sumedang Panen Raya, Isu Tidak Ada Panen Di Januari Terbantahkan

Tani  SABTU, 06 JANUARI 2018 , 18:32:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

RMOL. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian RI Muhammad Syakir bersama tim Upaya Khusus (Upsus) Pajale Jawa Barat turun langsung panen padi di dua daerah, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, Sabtu (6/1).

Acara panen pertama dilaksanakan di Kelompok Tani Ciawi Surat Desa Paniis, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka dengan total luas hamparan 20 hektar.

"Varietas yang ditanam petani sebagian besar Situ Patenggang. Varietas tersebut hasil Balitbangtan yang tahun 2013 sangat diminati di daerah tersebut. Hasil panen di lahan sawah Bapak Solihin produktivitasnya mencapai 7,5 ton per hektar," ujar Syakir.

Panen selanjutnya dilakukan di Kabupaten Sumedang telatnya di Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Kelompok Tani Gunung Cariuk yang mendiami lokasi ini menanam biit padi unggul jenis Mekongga diatas lahan seluas 30 hektar.

"Dengan menerapkan teknologi tanam jajar legowo 2, hasil panen yang dilakukan di lahan Bapak Sunarya produktivitasnya 7,2 ton/ha. Padahal wilayah Desa Bugel adalah wilayah yang tidak diairi irigasi teknis," ungkap Syakir.

Syakir mengtakan kehadirannya dan sejumlah pejabat datang ke Majalengka dan Sumedang untuk memastikan bahwa ada panen tiap hari dan ada tanam tiap hari disepanjang sentra padi Pulau Jawa.

Karena di bulan Januari di Kabupaten Majalengka terdapat 2.900 hektare padi yang siap panen.

"Keinginan pemerintah untuk swasembada pangan sudah harga mati dan tidak melakukan impor.  Yang utama dari semua ini adalah meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani," tegasnya.

"Isu yang berkembang bahwa tidak ada panen di bulan Januari tidak benar. Ini buktinya," lanjut syakir.

Sedangkan di Februari, lanjut Syakir, di Majalengka sekitar 2.600 hektar padi akan dipanen dan 3.300 hektar lainnya di bukan Maret.

"Demikian halnya dengan di Kabupaten Sumedang. Ribuan hektare lahan padi sawah menunggu giliran untuk dipanen dan siap ditanam kembali," tambahnya.

Syakir menambahkan bahwa sentuhan inovasi sangat penting baik teknologi, sosial, dan petani sebagai ujung tombak dalam upaya mensukseskan swasembada pangan. Inovasi lainnya adalah pengaturan tanam sehingga bisa panen sepanjang musim. Meski demikian inovasi teknologi alat panen padi di lahan yang belereng juga harus dimodifikasi. Saat ini pemerintah telah menyediakan alat combine harvester mini.

"Keberhasilan panen padi sepanjang hari padi musim yang biasanya tidak panen salah satunya karena inovasi padi Balitbangtan. Padi yang ditanam ini varietas unggul," lanjut Syakir.

Untuk diketahui dalam acara tersebut dilakukan penyerahan bantuan benih Inpari 30 Ciherang Sub 1 seluas 10 ha kepada petani di Sumedang. Varietas ini memiliki sejumlah keunggulan diantaranya rasanya pulen, memiliki potensi hasil mendekati 10 ton per hektar serta bersifat amfibi tahan terhadap banjir dan kekeringan. [rus]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00