Verified
Hanura

Duh, Korporasi Enggak Mau Bayar Pidana Uang Pengganti

Peraturan MA No 5 Tahun 2014 Tak Ampuh

Bongkar  SELASA, 09 JANUARI 2018 , 09:09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duh, Korporasi Enggak Mau Bayar Pidana Uang Pengganti

Foto/Net

RMOL. Meski sudah ada Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 5 tahun 2014 tentang Pidana Tambahan Uang Peng­ganti dalam Tindak Pidana Korupsi, penegakan aturan tersebut masih mengalami kendala di lapangan.
 
Pasal 7 ayat 1 Perma itu menyatakan, korporasi dapat dikenakan pidana tambahan pembayaran uang pengganti. Namun menagih uang pengganti sesuai putusan pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) bukan­lah hal yang mudah.

Hal ini tampak pada kasus korupsi Gardu Induk PLN, di mana uang pengganti belum juga dibayarkan oleh PT Arya Sada Perkasa senilai Rp 8.972.553.019. Padahal uang pengganti tersebut telah ditetapkan melalui putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta No 07/pid.sus/TPK/2016/ PN.JKT.PST tertanggal 16 Juni 2016 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Direktur dan pemilik PT Arya Sada Perkara, Egon Chairul Arifin, yang divonis 2 tahun penjara, saat ini telah bebas karena mendapat­kan remisi. Sedangkan Manager PT Arya Sada Perkasa, Tanggul Priamandaru, masih berada di tah­anan Lapas Sukamiskin, Bandung, karena tersandera oleh uang peng­ganti yang belum dibayarkan.

Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Dirga Sustira menerangkan, Pasal 7 ayat 2 Perma 5 tahun 2014 menya­takan, bila korporasi dikenakan pidana tambahan uang pengganti maka terhadap korporasi tersebut tidak dapat dijatuhi penjara peng­ganti atas uang pengganti.

"Maka yang dapat dilakukan oleh jaksa adalah melakukan pe­nyitaan dan melelang aset milik korporasi tersebut. Dan jika aset sudah terjual semua, sementara masih terdapat kekurangan ke­wajiban uang pengganti yang harus dibayarkan, jaksa harusnya mengajukan korporasi tersebut untuk dipailitkan, sebagaimana penjelasan dalam Pasal 7 ayat 2 tersebut," katanya.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00