Verified
Hanura

Ulama dan Praktik Kebangsaan

Suara Publik  MINGGU, 04 FEBRUARI 2018 , 17:56:00 WIB

ADA banyak hal yang menunjukkan betapa strategisnya peran ulama dalam tapak demi tapak perjalanan republik yang kita cintai ini. Pada awal Februari 1956, Soekarno mencetuskan ide “gila” bernama Nasakom, akronim dari Nasionalisme, Agama dan Komunis. Terlepas dari segala kontroversi dan perdebatannya, munculnya frasa “agama” dalam konsep politik Soekarno tersebut menunjukkan bahwa ulama (yang pada waktu itu didominasi oleh kelompok Masyumi dan NU) merupakan elemen vital dalam panggung politik Indonesia.

Dalam tataran sosial dan budaya, khususnya dalam konteks pendidikan dan pembangunan karakter bangsa, ulama-ulama seperti Muhammad Darwisy serta Hasyim Asy’ari hadir sebagai tokoh bangsa berkat kontribusinya bagi negara dan pemikirannya yang melampaui zaman. Kontribusi mereka tidak terletak pada syiar Islam atau dakwah yang mereka jalankan saja, tapi bagaimana Islam hadir sebagai suluh penerang bangsa, lepas dari kebodohan dan pembodohan yang diproduksi oleh kaum penjajah.

Muhammad Darwisy atau lebih dikenal sebagai Ahmad Dahlan, merupakan seorang ulama kharismatik yang mendirikan Muhammadiyah sebagai ikhtiar untuk pembaharuan Islam di bumi Nusantara. Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Nahdatul Ulama (NU), bukan saja seorang ulama besar yang melakukan syiar Islam, tetapi dengan keislamannya yang teguh, ia mampu menggerakkan masyarakat pada masa itu untuk berani menolak kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh Jepang semasa revolusi fisik. Meskipun konsekuensinya, ia harus berkali-kali dibui oleh penjajah.

Kini, di era pasca 72 tahun negeri ini lepas dari belenggu penjajahan, peran ulama kembali dituntut untuk memberikan kontribusinya bagi bangsa dan negara secara murni dan tulus. Jikalau pada masa revolusi fisik tantangan yang dihadapi oleh ulama adalah berkisar pada upaya lepas dari belenggu penjajahan saja, tantangan hari ini jauh lebih sulit dan kompleks. Jika dulu yang menjadi musuh kita adalah bangsa lain, saat ini musuh terbesar republik ini adalah anak bangsa sendiri yang mengkhianati cita-cita republik. Mereka yang menjalankan politik pecah belah dengan menghembuskan politik identitas (suku, agama, ras dan golongan) demi kepentingan sendiri dan kelompok saja, serta mereka yang menjalankan praktik-praktik barbar seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang menimbulkan kemiskinan akut di masyarakat, baik secara fisik, maupun mental.

Suka tidak suka, kontribusi para ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa dikatakan belum optimal. Maraknya kasus terorisme, ekstrimisme dan radikalisme dalam satu dasawarsa terakhir ini menunjukkan bahwa peran ulama perlu direjuvenasi dan diperkuat kembali.

Saat ini, penanganan terorisme lebih bersifat formal dan teknikal oleh lembaga-lembaga negara yang mengampu dan memikul tugas ini saja. Tak heran apabila terminologi deradikalisasi dan kontra radikalisme lebih populer ketimbang “kembali ke nilai-nilai dasar Islam”. Peran ulama, jujur diakui, cenderung mengalami simplifikasi. Mereka justru mengerucut menjadi bagian dari proyek teknikal dan legal formal dalam langgam deradikalisasi dan kontra radikalisme. Padahal, mereka bisa memainkan peran yang lebih besar.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Negara Hukum Itu Hebat

Negara Hukum Itu Hebat

SABTU, 13 OKTOBER 2018

Reaktualisasi Nilai-Nilai Antikorupsi Melalui Upaya Preventif
<i>Dear Haters, Stop Cyberbullying, Please!</i>
HILMI-FPI: Palu Mencekam

HILMI-FPI: Palu Mencekam

SABTU, 06 OKTOBER 2018

Prabowo Pemimpin Sejati

Prabowo Pemimpin Sejati

KAMIS, 04 OKTOBER 2018

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka

Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka

, 18 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00