Hanura

Revolusi Sepak Bola Indonesia

Suara Publik  MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 , 12:26:00 WIB

Revolusi Sepak Bola Indonesia

Sarman/Dok pribadi

PAK Sarman adalah orang yang gigih menyuarakan Piala Dunia 2022 harus digelar di Indonesia bukan di Qatar. Jiwanya selalu bergelora mengharapkan perubahan bangsa ini  secara maksimal. Instingnya mendorong bahwa sepak bola lah yang bisa mengubah Indonesia.

Menurutnya, kebangkitan bangsa Indonesia di antaranya bisa terwujud melalui pagelaran Piala Dunia 2022. Pemerintah Indonesia harus berani mengambil langkah itu.

Pak Sarman menunjuk Afrika Selatan adalah negara yang baru bangkit tapi berani menggelar Piala Dunia. Hasilnya, Afrika pun lolos dari krisis internal yang melanda negeri ini. Secara infrastruktur dan kesiapan, bila dibandingkan dengan Afrika Selatan, Indonesia menurut Pak Sarman, lebih siap.

Pak Sarman meyakini Piala Dunia malah justru menyelesaikan krisis-krisis di dunia. Piala Dunia di Jerman melumerkan kondisi tak sehat kubu Barat dan Timur. Begitu juga Piala Dunia di Jepang dan Korea Selatan juga memperbaiki hubungan kedua negara tersebut yang selalu dibayang-bayangi dengan ketegangan. Indonesia saat ini membutuhkan pagelaran Piala Dunia 2022 untuk mengatasi krisis internal negara ini yang begitu akut.

Bagi Pak Sarman yang pernah calonkan diri sebagai kandidat ketua PSSI, kini saatnya Indonesia harus didorong kuat untuk tidak menyia-nyiakan peluang gelar Piala Dunia 2022. Pak Sarman yang juga berkali-kali menemui FIFA mendapat informasi bahwa Indonesia  sebenarnya diharapkan menerima pagelaran Piala Dunia 2022. Tapi sangat disayangkan giliran yang jatuh pada Asia dan peluang besa pada Indonesia belum mendapat sambutan baik dari pemerintah pusat Jakarta.

Pak Sarman semenjak lima tahun lalu ketika saya bertugas di Teheran sebagai wartawan di Timteng, sudah menyuarakan bahwa Indonesia harus gelar Piala Dunia 2022. Bahkan saat itu media Iran juga sempat mewawancarai Pak Sarman.

Saat itu, Pak Sarman juga mengibarkan bendera berukuran besar di Stadion Utama Iran saat pertandingan pra Piala Dunia antara Indonesia dan Iran. Pak Sarman yang bermental baja hanya ditemani keponakannya yang tak kalah nekadnya juga mengibarkan bendera Indonesia di pertandingan Liga Iran.

Pengibaran bendera asing di negara tertutup atau negara yang dimusuhi AS bisa dikatakan  sebagai demonstrasi nekad. Alih-alih mendapat penentangan atas pengibaran bendera Indonesia di Teheran, masyarakat malah menyambut langkah Pak Sarman. Masyarakat Iran juga dukung digelarnya Piala Dunia 2022 di Indonesia.

Pagi tadi, Ahad 25 Februari 2018, Pak Sarman kirim pesan "Revolusi Sepak Bola Indonesia" dengan latar belakang fotonya yang berpose dengan gambar Imam Khomeini berukuran besar saat kunjungannya ke Indonesia. Saatnya kita semua sebagai bangsa Indonesia dukung Piala Dunia 2022. #IndonesiaPialaDunia2022.[***]


Alireza Alatas
Pembela Ulama dan NKRI/aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (Silabna)



Komentar Pembaca
Paradoks Infrastruktur, Manufaktur Dan Lapangan Kerja
Pribumi Bergerak<i>! Wis Wayahe</i>

Pribumi Bergerak! Wis Wayahe

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Surat Terbuka Untuk Bapak Jokowi Tentang Emak-Emak
Politik Utang-Piutang Ridwan Kamil

Politik Utang-Piutang Ridwan Kamil

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018

Pesan Sunan Kalijaga Untuk Umat Akhir Zaman
Nasdem Somasi Rizal Ramli

Nasdem Somasi Rizal Ramli

RABU, 12 SEPTEMBER 2018

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00