Hanura

Tolak Politik Identitas

Jaringan Perempuan Lintas Iman:

Bongkar  RABU, 07 MARET 2018 , 10:39:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tolak Politik Identitas

Foto/Net

RMOL. Sejumlah tokoh dan komunitas perempuan yang ter­gabung dalam Jaringan Perempuan Lintas Iman (JPLI) meminta elite politik yang akan mengikuti Pilkada Ser­entak 2018 tidak menggunakan politik identitas berbasis agama sebagai alat pemenangan. JPLI menilai, dalam situasi seperti saat ini kebinekaan Indonesia tengahdiuji.

 Ketua Umum Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP), Siti Musdah Mulia mengatakan, politisasi identitas berbasis agama semakin marak digunakan dan mengancam ke­bhinnekaan.

"Ruang demokrasi yang menghargai kebebasan berpikir dan berpendapat telah disalahgunakan untuk politisasi agama. Fatalnya, hal itu dilakukan demi meraih tujuan sesaat yang ber­tentangan dengan nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, perlindungan kaum dhuafa dan mustadh'afin," ujarnya di Jakarta.

Dia melihat, berbagai bentuk ketegangan yang muncul karena politisasi identitas berbasis agama maupun etnik pada masa pemilu telah menempatkan perempuan dalam posisi se­makin rentan mengalami kekerasan.

"Khususnya, kekerasan ber­basis gender seperti instrumen­talisasi perempuan untuk meraih kemenangan, pengekangan perempuan dalam ruang publik dan sebagainya," sebutnya.

Pihaknya juga menyayangkan kebebasan berpendapat dan be­rekspresi yang disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarluaskan hoax, ujaran kebencian, pembunuhan karak­ter, persekusi perempuan, hingga penyerangan fisik kepada ulama dan tokoh-tokoh agama, kelom­pok minoritas, dan perusakan tempat-tempat ibadah.

Sementara Direktur Asian Muslim Action Network (AMAN)Indonesia, Ruby Kholifah, menyerukan agar semua pihak terus merawat, menjaga dan memperjuangkan kebin­nekaan Indonesia yang pada dasarnya merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa dari ber­bagai latar belakang primordial berbasis suku/etnis, agama, ras, golongan dan daerah.

Dia mengimbau para kon­testan Pilkada, Pileg dan Pilpres, serta tim sukses, para pendukung dan simpatisan agar menempat­kan persaudaraan dan persatuan bangsa di atas kepentingan poli­tik pragmatis dan tidak menyalahgunakan agama bagi tujuan primordial dan sesaat.

Sementara pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum harus melakukan penegakan aturan dan hukum secara tegas, adil dan transparan kepada siapa pun, khususnya pelaku tindakan yang berorientasi memecah be­lah bangsa.

"Pemerintah dan aparat perlu mengupayakan pencegahan dini terhadap aksi-aksi pemecah be­lah dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk perempuan," ujarnya.

Pihaknya juga mengajak se­luruh umat beragama dan anak bangsa Indonesia agar mem­promosikan nilai-nilai cinta kasih dan anti kekerasan yang merupakan esensi ajaran semua agama dan kepercayan yang hidup di Indonesia.

"Di antaranya, melalui tradisi dan kearifan lokal yang mendu­kung penguatan hubungan sila­turahmi antar agama, memper­banyak ruang-ruang perjumpaan untuk mengenal perbedaan, dan acara-acara keagamaan dan upacara-upacara adat yang mempererat persaudaraan," kata Ruby.

Selain itu, para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat hendaknya senantiasa mengutamakan pen­didikan dan pengajaran kea­gamaan yang efektik dan mem­bentuk karakter bangsa yang cinta tanah air dan menghormati perbedaan, serta bergandeng tan­gan menjaga rumah ibadah dari upaya pecah-belah persatuan bangsa.

"Para perempuan dari beragamagama dan kepercayaan perlu bersatu menyuarakan pentingnya perdamaian dan bersatu mela­wan semua bentuk kekerasan, diskriminasi dan pembodohan, khususnya terhadap perempuan, anak-anak dan kelompok rent­an," tandasnya. ***


Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00