Dr. H. Oesman Sapta

Membalas Air Tuba Dengan Air Susu

Menuju Peradaban  SENIN, 16 APRIL 2018 , 12:41:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Membalas Air Tuba Dengan Air Susu

Siti Musdah Mulia/Net

GALAU akibat segenap gejala penghinaan yang makin merajalela di kehidupan masa kini, Pusat Studi Kelirumologi menyelenggarakan forum diskusi bertema sebuah pertanyaan "Kebebasan Menyampaikan Pendapat sama dengan Kebebasan Menyampaikan Penghinaan?" dengan melibatkan para tokoh pemikir Indonesia yang tergabung di Paguyuban Punakawan.

Bunga
Satu di antara para tokoh yang diundang adalah Prof. Dr. Siti Musdah Mulia yang entah kenapa tidak kunjung diangkat menjadi menteri oleh Presiden Jokowi.

Tokoh cendekiawati Islam ini menjawab undangan saya dengan email sebagai berikut:

Yth Pak Jaya,
Acara ini sangat saya tunggu, mengapa? Karena intinya adalah bagaimana kita harus mampu mendewasakan diri dalam beragama. Kata kuncinya, jika kita dewasa dalam beragama, apa pun penghinaan akan kita hadapi dengan kepala dingin. Kalau ditanya apakah saya tidak marah jika nabi dan Tuhan dihina?

Jawabnya, tentu saya sangat marah. marah sekali!!

Namun, saya tidak akan bertindak bodoh seperti penghinanya membalas penghinaan dengan kebrutalan, berarti kita lebih hina dan lebih bodoh. Saya malah akan mengirimkan bunga kepada penghinanya untuk mengajarkan dia belajar keindahan. Hidup pun sebetulnya bisa lho dibuat lebih indah dengan bunga itu, tergantung bagaimana kita melihat hidup itu sendiri.

Para penghina itu hanyalah orang-orang bodoh dan frustrasi serta hidupnya penuh ketegangan, makanya perlu diberi bunga. Sayangnya, pada saat bersamaan dengan acara Bapak, saya menjadi pembicara di pelatihan HAM bagi para polisi di Bandung. Jadi, salam untuk semua peserta diskusi dan sukses selalu.

Salam damai,
Musdah Mulia

Indah
Tidak bisa menerima ketidakhadiran tokoh cendekiawati itu, saya langsung balas:

Lho, Anda hukumnya wajib untuk hadir! Falsafah Anda membalas penghinaan dengan  bunga benar-benar luar biasa indaaaaah! Apakah ada ayat Alquran yang mendukung uraian indah Anda tsb? Tolong di-email ke saya sebab saya akan menulis naskah ttg falsafah menghadapi penghinaan untuk diteladani seluruh umat manusia demi menghentikan kekerasan!

Salam hormat dari Jaya Suprana.

Tangkas, sang tokoh muslimah meng-email jawaban:

Lebih dari wajib, tapi acara di Bandung sudah setahun lalu konfirm. Saya akan zolim kalau ingkar janji. Ayat secara harfiah tentu gak ada, tapi kitab suci mengandung aturan umum yang dapat dijadikan rujukan, misalnya dua ayat berikut. Kedua ayat ini bagi saya cukup menjelaskan bahwa kejahatan atau penghinaan tidak perlu dibalas dengan penghinaan apalagi dengan kebrutalan, melainkan dengan kebaikan, keindahan, yaitu kiriman bunga.

Qur'an Surat Asy-Syura, 42:40: "Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Akan tetapi, barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat kepadanya), maka pahalanya berlimpah langsung dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."

Al-Hujurat 49:7: "Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah, kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu "indah" di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus."

Budi Pekerti
Secara bijak Prof Siti Musdah Mulia berupaya menyadarkan kita semua jangan begitu saja menyerah pasrah pada peribahasa “Membalas Air Susu Dengan Air Tuba”.

Pada hakikatnya peribahasa bersukma pedoman budi pekerti buruk seperti “Membalas Air Susu Dengan Air Tuba” perlu dikaji secara lebih kritis dan mendalam.

Hasil kajian kritis kemudian secara kelirumologis dikoreksi  dikembangkan menjadi sebuah peribahasa baru bersukma pedoman budi pekerti yang lebih luhur dan beradab yaitu “Membalas Air Tuba Dengan Air Susu.”[***]
 
Penulis adalah Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan 



Komentar Pembaca
Bingungologi Ulang Tahun

Bingungologi Ulang Tahun

JUM'AT, 15 FEBRUARI 2019

Tata Krama Kampanye Adil Dan Beradab

Tata Krama Kampanye Adil Dan Beradab

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019

Doa Memohon Kesembuhan Untuk Ibu Ani

Doa Memohon Kesembuhan Untuk Ibu Ani

RABU, 13 FEBRUARI 2019

Menanggulangi Wabah Kebencian Jenis Baru
Ojo Dumeh Dan Jihad Al Nafs

Ojo Dumeh Dan Jihad Al Nafs

SELASA, 12 FEBRUARI 2019

Ujian Kebijaksanaan Puntadewa

Ujian Kebijaksanaan Puntadewa

SENIN, 11 FEBRUARI 2019

Buktikan Ancaman, SP-AMT Hadang Mobil Jokowi
SP AMT: Kami Terlalu Lama Dibohongi Tangan Kanan Jokowi
Tebar Senyuman

Tebar Senyuman

, 13 FEBRUARI 2019 , 14:09:00

Pangkostrad Bertemu Anies Baswedan

Pangkostrad Bertemu Anies Baswedan

, 12 FEBRUARI 2019 , 16:08:00

Dukung Caleg PBB

Dukung Caleg PBB

, 13 FEBRUARI 2019 , 20:57:00

Rizal Ramli Komentari Pernyataan Pedas Kwik Kian Gie Kepada Darmawan Prasodjo
Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Kata Muchdi PR, Persahabatannya Dengan Prabowo Bagai DN Aidit Dan Natsir
Propaganda Rusia, Maling <i>Kok</i> Teriak Maling

Propaganda Rusia, Maling Kok Teriak Maling

Hersu Corner06 Februari 2019 16:40

Pauline

Pauline

Dahlan Iskan16 Februari 2019 05:13

Ricuh, Massa SP-AMT Berhasil Hadang Mobil Jokowi
Pelantikan Presiden Dan Wapres Terancam Ilegal