Verified
Hanura

Gawat, Terpidana Korupsi Serang Balik Saksi Ahli KPK

Penyelamatan Lingkungan Terancam

Bongkar  RABU, 18 APRIL 2018 , 11:03:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gawat, Terpidana Korupsi Serang Balik Saksi Ahli KPK

Tama S Langkun/Net

RMOL. Gugatan terhadap ahli yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bisa menghambat agenda pemberantasan korupsi dan penyelamatan lingkungan hidup.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun, kemarin.

Untuk diketahui, setelah divonis 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan, dan dituntut membayar uang pengganti Rp 2,7 miliar oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Gubernur Sulawesi Tenggara nonaktif, Nur Alam, malah menggugat secara perdata Basuki Wasis.

Basuki adalah dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan ahli yang diajukan KPK dalam menghitung kerugian negara dalam dampak lingkungan. Dia diminta KPK menjadi saksi ahli dalam perkara korupsi Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT Anugerah Harisma Barakah (AHB) dengan terdakwa Nur Alam.

Dalam keterangannya, Basuki mengungkapkan, perkara ko­rupsi ini mengakibatkan keru­gian negara yang berasal dari musnahnya atau berkurangnya ekologis/lingkungan pada lokasi tambang di Pulau Kabaena sebe­sar Rp2.728.745.136.000.

Keterangan Ahli itu dijadikan dasar oleh Nur Alam untuk men­gajukan gugatan di Pengadilan Negeri Cibinong.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00