Hanura

Makna Spiritual Isra' Mi'raj (11)

Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (6): Perjalanan Wujud (al-Qaus al-Wujud) (1)

Tau-Litik  SABTU, 21 APRIL 2018 , 08:40:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (6): Perjalanan Wujud (al-Qaus al-Wujud) (1)

Nasaruddin Umar/Net

KETIKA segalanya masih merupakan sebuah Titik, tidak ada apapun dan siapapun selain diri-Nya. Ia masih diliputi dengan misteri dan ra­hasia sehingga disebut al-Sir al-Asrar, Gaib al-Guyub, Haq­iqah al-Haqaiq/The Secred of The Secred). Ia yang disebut dengan Ahadiyyah (The Di­vine Nothingness) yang oleh Agama Yahudi me­nyebutnya Ain Sof, Hindu menyebutnya Atma atau Nir Guna, Tao menyebutnya Yin. Sang Titik ingin mengenal dan sekaligus memperkenalkan diri-Nya, maka pertama kali mengenalkan dirin­ya sebagai Tuhan (al-Rab) berikut nama-nama- Nya, yang kemudian popular dengan al-Asma' al-Husna'. Al-Qur'an menyatakan: "Dan Allah memiliki Asma’ul Husna maka bermohonlah ke­pada-Nya dengan menyebut Asma’ul Husna itu" (Q.S. al-A'raf/7:180). Nama-nama inilah yang pertama kali diajarkan Adam oleh Allah Swt yang membuat para malaikat takjub kepadanya, se­bagaimana disebutkan dalam hadis Qudsi: "Aku pada mulanya harta yang tersembunyi (kanzan makhfiyyan), kemudian Aku ingin dikenal, maka Kuciptakanlah makhluk dan melalui Aku mereka pun kenal pada-Ku." Sang Titik sedang menya­dari diri-Nya (subject conciusness) maka saat itu muncul subjek dan objek lalu muncul determinasi (mu'ayyan), manifestasi, dan spesifikasi.


Dalam tahap inilah bermula pembicaraan ten­tang perkembangan dan proses perjalanan wu­jud (al-qaus al-wujud) yang dalam artikel terda­hulu sudah dibahas tentang perjalanan turun (al-Qaus al-tanzil), sebuah pergerakan menjauh dari Tuhan (cenrifugal) dan perjalanan naik (al- Qaus al-Shu'ud), sebuah pergerakan mendekat kepada Tuhan (centripetal). Pembahasan ten­tang al-qaus al-wujud al-Qaus al-Nuzul/de­scending process) berawal dari "harta tersembu­nyi" (kanzan makhfiyyan) di maqam Ahadiyyah, yang biasa disebut Ta'ayyun Pertama (The First Entity) lalu muncul manifestasi maqam Wahidi­yyah, yang kemudian disebut Ta'ayyun Kedua (The Second Entities). Di dalam maqam Wa­hidiyah ini muncul konsep entitas-entitas per­manen (al-A'yan al-Thabitah/Permanent Enti­ties) berupa nama-nama dan sifat-sifat Tuhan yang populer dengan (al-Asma' al-Husna'). Keti­ka dalam Ta'ayyun Pertama (Ahadiyyah) nama-nama dan sifat-sifat Tuhan belum teridentifikasi dengan jelas dan semuanya masih tenggelam dalam keesaan diri-Nya. Makanya itu, maqam Ahadiyyah oleh Ibn 'Arabi dalam kiatab Fush­ush al-Hikam-nya disebut maqam Jam' al-Jam' atau Ahadiyyah al-Ahad. Nama-nama dan sifat-sifat Tuhan berada di maqam Wahidiyyah kar­ena merupakan hakekat yang menyingkapkan diri-Nya, yang dalam ilmu tasawuf disebut mad­hahir al-asma' atau al-a'yan. Kita tidak mungkin bisa mengenal diri-Nya melalui martabat Ahadi­yyah maka Ia memperkenanlkan diri-Nya sendiri melalui martabat Wahidiyyah. Dari sinilah Tuhan mulai dikenal sejauh Ia memperkenalkan diri- Nya melalui al-Asma’ al-Husna’.


Komentar Pembaca
Awal Ketegangan Politik Dalam Dunia Islam
Siyasah Syar'iyyah

Siyasah Syar'iyyah

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

Etika Suksesi Dalam Islam

Etika Suksesi Dalam Islam

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (2)
Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (1)
Menggagas Ushul Fikih Kebhinnekaan

Menggagas Ushul Fikih Kebhinnekaan

RABU, 08 AGUSTUS 2018

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00