Verified
Hanura

Tolong, Masyarakat Adat Dikasih Akses Garap Hutan

Pemerintah Diakui Sukses Swasembada Pangan

Bongkar  SABTU, 21 APRIL 2018 , 10:09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tolong, Masyarakat Adat Dikasih Akses Garap Hutan

Foto/Net

RMOL. Pemerintah mengklaim keberhasilan program-program kedaulatan pangan kepada pelapor khusus Hak atas Pangan PBB yang berkunjung ke Indonesia pada 8 hingga 18 April ini. Padahal, masyarakat adat masih sulit mengakses hak atas pangan. Khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari hasil hutan.

Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG), Muhammad Hafiz mengatakan, hingga kini, pemerintah be­lum menerbitkan peraturan yang menjamin perlindungan bagi kelompok masyarakat adat yang mengandalkan kehidupan­nya dari hasil hutan. "Tidak adanya jaminan atas tanah bagi masyarakat adat, merupakan pelanggaran serius hak panganbagi mereka," katanya.

HRWG mengapresiasi pemerintah yang telah mengundang pelapor khusus PBB untuk hak atas pangan ke Indonesia. Kunjungan resmi ini bertujuan melakukan pemantauan dan pelaporan situasi hak atas pangandi Indonesia. HRWG juga mengapresiasi pemerintah yang telah membuka dialog dan men­jamin diskusi konstruktif antara masyarakat sipil dan pelapor khusus di sela-sela kunjungannya.

Di sisi yang lain, di tengahkunjungan yang seharusnya ber­tujuan meningkatkan pemenuhan dan perlindungan hak pangan setiap orang di Indonesia, Hafiz menyesalkan adanya keputusan pemerintah, yang menganggap peraturan jaminan hak masyarakat adat belum signifikan dibahas dan diundangkan.

Melalui surat nomor 189/2257/SJ 11 April 2018 tentang Penyampaian DIM RUU Masyarakat Hukum Adat yang di­tujukan kepada Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri menyampaikan, RUU ini belum merupakan kebutuhan konkrit yang dikhawatirkan memuncul­kan permasalahan baru.

Pada prakteknya, sebagaima­na diketahui, tanah, termasuk di dalamnya hutan, merupa­kan sumber kehidupan bagi masyarakat adat. "Dari hutan, masyarakat adat mencari ma­kanan sehari-hari. Jika mereka tidak dijamin atas apa yang mereka miliki, itu sama dengan melanggar hak panganmereka yang masih mengandalkan hutan sebagai sumber penghidupan," terang Hafiz.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00