Hanura

Makna Spiritual Isra Miraj (28)

Tantangan Mi’raj: Munafik (Hypocrite)

Tau-Litik  SENIN, 14 MEI 2018 , 08:40:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tantangan Mi’raj: Munafik (Hypocrite)

Nasaruddin Umar/Net

HAMBATAN lain yang bisa menghambat perjalanan spiritual (mi'raj) ialah munafik (hypocrite). Munafik ialah suatu sifat yang diberikan kepada orang-orang yang mendua (hypocrite); lain yang ada di dalam pikiran dan hatinya dan lain pula yang diungkapkan di dalam kenyataan. Munafik selalu berkonotasi negatif karena berkecend­erungan untuk memperoleh keuntungan dan penyelamatan diri dengan cara berbohong, tidak kommit, dan selalu meninggalkan tang­gung jawab. Sifat orang-orang munafik senang bila melihat orang lain susah dan susah bila melihat orang lain senang. Dalam hadis Nabi dijelaskan, tanda-tanda kemunafikan ada tiga, yaitu Pertama, apabila berkata-kata dia berdu­sta. Kedua, apabila berjanji dia ingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan), dia khianati.

Munafik bisa terjadi secara individu dan bisa juga terjadi secara kolektif. Jika manusia atau masyarakat terjangkit penyakit kemunafikan maka akibatnya bisa sangat luas; bukan hanya menimpa diri sendiri atau keluarga yang ber­sangkutan tetapi juga orang lain, bahkan bisa menimbulkan bencana sosial secara massif. Itulah sebabnya Allah Swt mengancam sifat dan sikap munafik ini paling berat melampaui azab yang ditujukan kepada orang kafir biasa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditem­patkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan menda­pat seorang penolong pun bagi mereka". (Q.S. al-Nisa'/4:145).

Kemunafikan merupakan sifat-sifat umum yang di dalamnya mengadopsi sejumlah pe­nyakit sosial lebih mikro. Dalam beberapa kitab kuning dikumpulkan sejumlah ciri-ciri mikro ke­munafikan sebagai berikut: dusta, khianat, fujur dalam pertikaian, ingkar janji, malas, beribadah dengan riya', sedikit sekali berzikir, memperce­pat shalat, mencela orang-orang yang taat dan saleh, mengolok-olok Al-Quran, as-Sunnah, dan Rasulullah s.a.w. bersumpah palsu, enggan ber­infak, tidak menghiraukan nasib sesama kaum muslimin, suka menyebarkan khabar dusta, senang memperbesar peristiwa atau kejadian, mengingkari takdir, selalu membantah dan tidak ridha akan takdir Allah s.w.t., mencaci maki kehormatan orang-orang saleh, sering mening­galkan shalat berjamaah, membuat kerusakan di muka bumi dengan dalih mengadakan per­baikan, sikap yang tidak sesuai antara batin dan lahir, takut terhadap kejadian apa saja, beruzur dengan dalih dusta, menyuruh kemungkaran dan mencegah kemakrufan, pelit dalam masalah kebajikan, sering lupa kepada Allah s.w.t, men­dustakan janji Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, lebih memperhatikan zahir dan mengabaikan batin, sombong dalam berbicara, tidak memahami masalah-masalah agama, bersembunyi dari manusia dan menentang Allah dengan perbua­tan dosa, senang melihat orang lain susah dan susah bila melihat orang lain senang.

Sifat-sifat kemunafikan di atas memang berpotensi menimbulkan kesusahan di dalam masyarakat. Salah satu saja di antaranya bisa merepotkan apalagi jika berakumulasi sifat-sifat itu di dalam diri seseorang atau suatu masyarakat, maka tentu akan lebih merepotkan lagi. Bahkan negara bisa hancur berantakan berkali-kali jika dihuni oleh para kaum munafik.

HAMBATAN lain yang bisa menghambat perjalanan spiritual (mi'raj) ialah munafik (hypocrite). Munafik ialah suatu sifat yang diberikan kepada orang-orang yang mendua (hypocrite); lain yang ada di dalam pikiran dan hatinya dan lain pula yang diungkapkan di dalam kenyataan. Munafik selalu berkonotasi negatif karena berkecend­erungan untuk memperoleh keuntungan dan penyelamatan diri dengan cara berbohong, tidak kommit, dan selalu meninggalkan tang­gung jawab. Sifat orang-orang munafik senang bila melihat orang lain susah dan susah bila melihat orang lain senang. Dalam hadis Nabi dijelaskan, tanda-tanda kemunafikan ada tiga, yaitu Pertama, apabila berkata-kata dia berdu­sta. Kedua, apabila berjanji dia ingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan), dia khianati.

Munafik bisa terjadi secara individu dan bisa juga terjadi secara kolektif. Jika manusia atau masyarakat terjangkit penyakit kemunafikan maka akibatnya bisa sangat luas; bukan hanya menimpa diri sendiri atau keluarga yang ber­sangkutan tetapi juga orang lain, bahkan bisa menimbulkan bencana sosial secara massif. Itulah sebabnya Allah Swt mengancam sifat dan sikap munafik ini paling berat melampaui azab yang ditujukan kepada orang kafir biasa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditem­patkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan menda­pat seorang penolong pun bagi mereka". (Q.S. al-Nisa'/4:145).

Kemunafikan merupakan sifat-sifat umum yang di dalamnya mengadopsi sejumlah pe­nyakit sosial lebih mikro. Dalam beberapa kitab kuning dikumpulkan sejumlah ciri-ciri mikro ke­munafikan sebagai berikut: dusta, khianat, fujur dalam pertikaian, ingkar janji, malas, beribadah dengan riya', sedikit sekali berzikir, memperce­pat shalat, mencela orang-orang yang taat dan saleh, mengolok-olok Al-Quran, as-Sunnah, dan Rasulullah s.a.w. bersumpah palsu, enggan ber­infak, tidak menghiraukan nasib sesama kaum muslimin, suka menyebarkan khabar dusta, senang memperbesar peristiwa atau kejadian, mengingkari takdir, selalu membantah dan tidak ridha akan takdir Allah s.w.t., mencaci maki kehormatan orang-orang saleh, sering mening­galkan shalat berjamaah, membuat kerusakan di muka bumi dengan dalih mengadakan per­baikan, sikap yang tidak sesuai antara batin dan lahir, takut terhadap kejadian apa saja, beruzur dengan dalih dusta, menyuruh kemungkaran dan mencegah kemakrufan, pelit dalam masalah kebajikan, sering lupa kepada Allah s.w.t, men­dustakan janji Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, lebih memperhatikan zahir dan mengabaikan batin, sombong dalam berbicara, tidak memahami masalah-masalah agama, bersembunyi dari manusia dan menentang Allah dengan perbua­tan dosa, senang melihat orang lain susah dan susah bila melihat orang lain senang.

Sifat-sifat kemunafikan di atas memang berpotensi menimbulkan kesusahan di dalam masyarakat. Salah satu saja di antaranya bisa merepotkan apalagi jika berakumulasi sifat-sifat itu di dalam diri seseorang atau suatu masyarakat, maka tentu akan lebih merepotkan lagi. Bahkan negara bisa hancur berantakan berkali-kali jika dihuni oleh para kaum munafik.

Upaya membersihkan individu dan masyarakat yang munafik (hypocrite) diperlukan usaha terus menerus dengan berbagai jalur dan metode. Melakukan pembiaran terhadap kemunafikan sama artinya membiarkan penyakit menular itu mewabah di mana-mana. Virus kemunafikan bisa berjangkit sangat cepat tidak kalah dengan pe­nyakit biologis biasa. Pendekatan penyadaraan keagamaan sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit kemunafikan ini. Karena itu, peran ulama dan ormas-ormas agama dan budaya sangat diperlukan guna memberantas bahaya laten kemunafikan ini. 

Komentar Pembaca
Awal Ketegangan Politik Dalam Dunia Islam
Siyasah Syar'iyyah

Siyasah Syar'iyyah

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

Etika Suksesi Dalam Islam

Etika Suksesi Dalam Islam

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (2)
Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (1)
Menggagas Ushul Fikih Kebhinnekaan

Menggagas Ushul Fikih Kebhinnekaan

RABU, 08 AGUSTUS 2018

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00