Hanura

Pemuda di Pamekasan Didorong Menjadi Wirausaha

Naker  RABU, 23 MEI 2018 , 09:37:00 WIB

Pemuda di Pamekasan Didorong Menjadi Wirausaha
RMOL. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mendorong pemuda di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur untuk menjadi wirausaha. Wirausaha, investasi paling utamanya memperkuat skill atau keterampilan anak muda.
Tujuannya, supaya Kabupaten Pamekasan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain.

Pernyataan itu disampaikan Menaker M Hanif Dhakiri saat  memberikan kuliah tamun akademisi pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa, Pamekasan, Senin Malam (21/5/2018).

"Kalau kabupaten Pamekasan ini mau maju dan bersaing dengan kabupaten lain, maka potensi anak muda ini harus dibangun, diperkuat skill-nya agar mereka nanti sanggup bersaing dengan SDM dari daerah lain,"  katanya.

Temu akademi yang bertema bertema “Enterpreneurship  Mengentaskan Pengangguran”  dihadiri Ketua DPRD Jatim  Halim Iskandar, Ketua Yayasan STIE Bakti Bangsa Holis, 300 mahasiswa dan berbagai Ormas pemuda  di kabupaten Pamekasan.

Menaker Hanif mengatakan, skill merupakan cara perlindungan terbaik untuk warga negara. Skill diperlukan anak-anak muda di masa depan karena melalui skill yang baik, anak-anak muda bisa melindungi dirinya dalam dunia yang penuh persaingan.

Untuk mengembangkan wirausaha, Menaker Hanif mengatakan syaratnya harus ada ekosistem yang dibangun di daerah. Pertama, kemudahan memperoleh pelatihan skill. Harus ada akses dan tempat yang memadai. Kedua, harus ada skema pembinaan yang jelas.

"Kalau butuh pembina, harus pembina yang telah memiliki pengalaman. Jangan sampai pembinanya tidak memiliki wirausaha. Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah dengan bekerjasama industri tertentu yang menekuni wirausaha," katanya.

Syarat Ketiga, kata Menaker, adalah akses permodalan yang menjadi penting untuk memastikan usaha yang dirintis bisa dikembangkan lebih lanjut. Keempat inkubasi bisnis.

“Jadi harus ada akses modal, inkubasi bisnis, skema modal dan pembinaannya juga ada. Kalau ini ada, maka kekuatan wirausaha di Indonesia akan berkembang di masa yang akan datang," katanya.

Menaker Hanif menjelaskan wirausaha di Indonesia masih kalah dibanding negara lain. Standar Intenasional, akan dianggap cukup negara itu jika kalau empat persen dari jumlah penduduknya adalah wirausahawan.

Hingga saat ini, kata Menaker Hanif, wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen atau belum sampai 4 persen. Jumlah wirausaha Indonesia tersebut masih kalah dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 5 persen, Singapura 7 maupun  Jepang yang sudah mencapai 9 persen.

Artinya kata Hanif, PR besar di republik ini yakni bagaimana anak-anak muda ini didorong bukan sekedar punya skill untuk bekerja. Tetapi yang penting bagaimana punya skill untuk menciptakan lapangan kerja sehingga anak-anak tak bergantung kepada lapangan kerja.

“Skill diperlukan untuk kepentingan dua hal. Hubungan dengan kerja, maka skill bisa jadi alat untuk masuk ke pasar kerja/perusahaan/industri. Kedua, skill itu juga bisa jadi dasar kewirausahaan. Tak mungkin dia akan wirausaha tanpa skill yang dimiliki untuk membangun wirausaha," tutup Menaker. [dzk]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00