Hanura

Kementan Terus Dorong Percepatan Serap Gabah Di Bojonegoro

Kementerian Pertanian  KAMIS, 14 JUNI 2018 , 13:37:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

RMOL. Meskipun sudah masuk libur bersama menjelang perayaan Idul Fitri, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dan stakeholder terkait tetap berkomitmen untuk tetap melaksanakan kegiatan serapan gabah (Sergap) beras petani.

Para mitra dan petani pun menyepakati akan terus berkontribusi dalam memasok gabah atau beras ke gudang Bulog.

"Melalui sinergi dan koordinasi yang kami lakukan, insya Allah serapan gabah oleh Bulog akan meningkat. Hal ini sangat penting untuk mengisi cadangan beras pemerintah," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Benny Rachman, Kamis (14/6).

Kata Benny, Kementan terus mendorong percepatan sergap diberbagai tempat seperti yang dilakukan di Subdivre Bojonegoro Jawa Timur.

Diawali dengan kooordinasi Tim Sergap kepada stakeholder untuk menggali informasi dan mencari upaya pemecahan terkait permasalahan capaian serapan gabah atau beras yang  masih rendah karena saat ini baru mencapai sekitar 35 persen dari target tahun 2018 sebesar 76,3 ribu ton setara beras.

Koordinasi Tim Sergap tersebut dihadiri Kementerian Pertanian, Perum Bulog Subdivre Bojonegoro diwakili Kepala Bidang Pengadaan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Balai Pengkajian dan Pengolahan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro, Ketua Perpadi Bojonegoro, serta Komandan Kodim 0813 Bojonegoro.

Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa seluruh stakeholder harus bekerja sama meningkatkan serapan gabah atau beras. Salah satu caranya antara lain melalui terjun langsung ke petani atau mitra-mitra penggilingan mengingat saat ini di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih banyak panen padi.

“Dari hasil sergap di wilayah Subdivre Bojonegoro yang membawahi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban pada hari Rabu 13 Juni 2018, berhasil dilaksanakan di 7 mitra Bulog, terdiri dari 5 mitra di Kabupaten Bojonegoro dan 2 mitra di Kabupaten Lamongan. Total kontrak yang disepakati sebanyak 810 ton beras, terdiri dari 410 ton beras di Kabupaten Bojonegoro dan 400 ton di Kabupaten Lamongan,” jelasnya.

Ketujuh mitra yang menyepakati kontrak tersebut adalah UD Sekar Padi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro sebanyak 60 ton, UD Barokah Alam di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro sebanyak 50 ton, UD Barokah Dwi di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro sebanyak 150 ton, UD Margo Rukun di Kecamatan Kedung Adem Kabupaten Bojonegoro sebanyak 100 ton, UD Diana Lestari di Kecamatan Sumber Adem Kabupaten Bojonegoro sebanyak 50 ton, UD Barokah di Kecamatan Kembang Bau Kabupaten Lamongan sebanyak 300 ton, dan UD Tiga Saudara di Kecamatan Kembang Bau Kabupaten Lamongan sebanyak 100 ton.

Percepatan serapan gabah atau beras dinilai sangat perlu dan harus dilakukan dalam upaya penguatan cadangan beras pemerintah, tidak hanya untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Kabupaten Bojonegoro tetapi Nasional.

“Hal ini mengingat Subdivre Bojonegoro merupakan wilayah strategis, wilayah sentra produksi utama Jawa Timur yang tentunya menjadi barometer nasional,” pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00