Hanura

Ironisme Naiknya Biaya Tol JORR

Suara Publik  RABU, 20 JUNI 2018 , 04:59:00 WIB | OLEH: A. BAKIR IHSAN

Ironisme Naiknya Biaya Tol JORR

Foto/Net

SEBUAH negeri ironis. Mungkin ungkapan itu paling tepat bagi negara yang bernama Indonesia.

Bagaimana tidak?! Negeri ini begitu makmur dan sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah.

Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah pada dasarnya mampu membiayai hidup rakyatnya. Bukan malah dibalik, rakyat diperas sedemikian rupa dari hasil kerja mereka membiayai pemerintah. Kondisi seperti ini sangat ironis bagi bangsa Indonesia.

Kondisi di Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara-negara Barat yang minim berpenghasilan bumi. Barat lebih cenderung  memanfaatkan pajak rakyat untuk menopang kesejahteraan sebuah negara. Pola seperti ini tak semestinya diterapkan di Indonesia yang hasil bumi dan lautnya begitu melimpah.

Semua kekayaan alam adalah milik rakyat. Sangat miris sekali bila pemerintah pusat maupun daerah terus berpikir memeras hasil kerja rakyat. Biaya-biaya kebutuhan primer hingga sekunder rakyat terus dinaikkan. Dari bahan bakar, listrik, gas hingga biaya parkir dan biaya tol tidak lolos dari bidikan pemerintah.

BUMN bukan berusaha berpikir untuk melayani rakyat tapi malah mencari keuntungan dari rakyat. Pemerintah berubah fungsi bak sebuah industri kapitalisme yang memeras konsumen. Masyarakat dipandang sebagai konsumen yang harus diperas, bukan dilayani. Tidak bayar, maka tidak ada pelayanan.

Kapitalisme benar-benar semakin mengakar di negeri ini. Rakyat pun mulai terbiasa dengan kenaikan harga. Bahkan mereka berpikir kenaikan menjadi sebuah kewajararan hanya dengan alasan inflasi dan lain-lain.

Rakyat sudah melupakan kekayaan negeri yang begitu melimpah. Rakyat pasrah tak dapat berbuat seperti orang yang mati langkah saat hadapi perampok. Mau melawan bisa terpukul sendiri, sedangkan bersikap diam malah terus tertindih.

Belum lama ini, pemerintah berencana naikkan biaya parkir 30 persen. Hanya dengan alasan mengurai kemacetan, namun pada saat yang sama pejabat tak berpikir bahwa kebijakan itu  bisa mengurangi aktivitas dan penghasilan masyarakat kecil. Apalagi transportasi umum hingga saat ini belum terkoneksi dengan baik sehingga masyarakat mudah gunakan transportasi umum.

Sekarang, pemerintah pun tega naikkan biaya tol hingga 50 persen untuk kawasan JORR. Menurut rencana, hari ini, Rabu 20 Juni 2018, biaya tol resmi dinaikkan. Lagi-lagi acara klasik yang digunakan, yaitu mengurai kemacetan.

Apakah tidak ada jalan lain sehingga yang harus dikorbankan  adalah masyarakat?! Jika pemakai tol JORR dan jalur lainnya perhatikan, maka mudah diketahui bahwa sebab kemacetan berlarut-larut adalah lalu lalang truk.

Kebijakan Gubernur Fauzi Bowo 2007-2012 sepertinya perlu ditimbang lagi dalam mengatasi kemacetan tol dan dalam kota. Fauzi Bowo saat itu  memindahkan  operasi truk pada malam hari sehingga kemacetannya pun berkurang drastis. Meski diprotes oleh sejumlah pelaku bisnis, tapi kebijakan berani itu harus diakui berpihak pada masyarakat.

Kebijakan pemerintah saat ini semestinya bukan malah menaikkan biaya tol. Perlu dicatat, tol saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya di ibukota. Pemerintah semakin hari tidak sensitif pada kondisi masyarakat. Sebisa mungkin rakyat diperas sehingga negara untung. Merasa untung saat memeras masyarakat, bukan melayani mereka. Inilah ciri negara kapitalis yang mungkin negara kapitalis tidak sekapitalis seperti negara ini.

Alireza Alatas
Aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (SILABNA)

Komentar Pembaca
Surat Terbuka Untuk Bapak Jokowi Tentang Emak-Emak
Politik Utang-Piutang Ridwan Kamil

Politik Utang-Piutang Ridwan Kamil

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018

Pesan Sunan Kalijaga Untuk Umat Akhir Zaman
Nasdem Somasi Rizal Ramli

Nasdem Somasi Rizal Ramli

RABU, 12 SEPTEMBER 2018

UAS, Imam Mahdi Abad Ini

UAS, Imam Mahdi Abad Ini

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018

Depresiasi Rupiah

Depresiasi Rupiah

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia