Hanura

Sosiologi Terorisme (20)

Lihai Memainkan Emosi Umat

Tau-Litik  KAMIS, 21 JUNI 2018 , 10:36:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

Lihai Memainkan Emosi Umat

Nasaruddin Umar/Net

KEMAMPUAN profokatif dan memancing emosi umat merupakan salah­satu keahlian kelompok radikal-teroris. Mereka amat terampil memainkan emosi dan sentimen kea­gamaan umat di dalam meraih pengaruh dan mencapai tujuannya. Emosi keagamaan jauh lebih sensitif dibanding emosi pri­mordial, semisal kesukuan dan kekeluargaan. Motivasi agama bisa menjadi pemicu adrenalin paling dahsyat. Gugur karena membela etnik dan keluarga tidak ada jaminan syurga. Akan tetapi gugur karena membela panji-panji agama ada jaminan masuk ke dalam syurga. Untuk pembelaan agama berlaku sebuah motto: 'isy kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Tidak heran jika ada perang membela jalan Tuhan selalu ramai dan bahkan dicari. Dalam lintasan sejarah perang agama, seringkali orang-orang yang tampil paling depan ialah mereka yang bukan praktisi agama, tetapi pemeluk agama yang berlumuran dosa. Mereka berharap menjadi syuhada, mati di dalam membela agama Tuhan, bisa melewati pintu pemeriksaan (hisab), langsung masuk ke dalam syurga dan mendapatkan bidadari.

Data-data menunjukkan para teroris tidak semuanya ahli ibadah yang tekun menjalankan amalan wajib dan sunnat, tetapi sebagian di antaranya terbe­bani dengan dosa besar masa lampau, sehingga mereka ingin menebusnya dengan mati syahid. Salahnya ialah mereka menilai mati dengan meledakkan diri bersama bom yang ditujukan kepada sekutu-sekutu kaum kafir dianggap pula mati syahid. Padahal boleh jadi mereka hanya mati konyol bukan mati syahid. Kategori syahid kriterianya sangat pan­jang. Yang pasti tidak boleh nekat me­libatkan diri di dalam suatu peran yang mengancam jiwa, seperti meledakkan diri dengan bom untuk membunuh musuh atau menakut-nakuti lawan.

Nabi dan para sahabatnya tidak per­nah mencontohkan suatu kejadian yang dapat membenarkan bom bunuh diri atau semacamnya. Bahkan dalam hadis ditemukan orang yang bunuh diri sama dengan mati kafir. Orang yang nekat da­pat dianalogikan dengan bunuh diri dan orang bunuh diri dianggap mati kafir, dan orang kafir tidak boleh dishalati. Itulah sebabnya ada pendapat yang menyata­kan jenazah para teroris yang bunuh diri tidak perlu diurus secara Islam karena perbuatannya sudah keluar dari koridor Islam.

Memancing emosi umat tidak akan pernah hilang. Semenjak masa Nabi sampai sekarang selalu ada saja orang yang menjadi faktor dalam terbakarnya emosi umat. Salahsatu contohnya ialah pembuatan fillm The Innocence of Muslim yang kini membuat kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Film ini sudah menjatuhkan sejumlah korban, termasuk Duta Besar AS di Libia. Di tanah air kita juga ikut terpicu dengan film tersebut. Sebelumnya juga ada film Fitnah dan kartoon yang mendiskreditkan Nabi Muhammad Saw. Semua bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw selalu menimbulkan reaksi besar umat Islam.

Cara paling efektif menghadapi usaha profokasi umat ialah mengendalikan diri, seperti dicontohkan Nabi Muhammad Saw sendiri. Di dalam Al-Qur'an tidak kurang dari sembilan kali Nabi Muhammad ditun­juk sebagai orang gila (majnun), antara lain: "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelin­cirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila". (Q.S. al-Qalam/68: 51). Nabi Muhammad tidak pernah bereaksi keras menanggapi pancingan itu, karena kalau Nabi bereaksi sama dengan membeli jualan mereka. Nabi memilih tidak me­layani mereka sehingga jualan mereka tidak laku. (Allahu a'lam).


Komentar Pembaca
Istri Fir’aun

Istri Fir’aun

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Keterlibatan Para Isteri Pembesar

Keterlibatan Para Isteri Pembesar

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018

Kehidupan Nabi Yusuf di Rumah Pembesar

Kehidupan Nabi Yusuf di Rumah Pembesar

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018

Siapa Isteri Pembesar Penggoda Nabi Yusuf?

Siapa Isteri Pembesar Penggoda Nabi Yusuf?

JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018

Mari Kita Bermuhasabah!

Mari Kita Bermuhasabah!

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018

Fa Aina Tadzhabun?

Fa Aina Tadzhabun?

RABU, 12 SEPTEMBER 2018

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia