Hanura

Maluku Tenggara Juga Siap Ekspor Bawang Merah

Tani  MINGGU, 01 JULI 2018 , 01:26:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Maluku Tenggara Juga Siap Ekspor Bawang Merah

Foto/Net

RMOL. Maluku Tenggara merupakan kabupaten strategis di Indonesia Timur. Berada di antara gugusan Kepulauan Maluku dan Papua serta diapit Laut Arafura dan Laut Banda daerah itu memiliki potensi besar untuk dijadikan area penanaman bawang merah, cabai dan produk hortikultura lain.

"Jujur saya tidak menyangka ternyata Maluku Tenggara punya potensi pengembangan bawang merah yang luar biasa. Tanahnya berjenis mediteran yang subur dan belum terkontaminasi. Hasil panen juga lumayan 10 ton per hektar untuk varietas Super Philip dan Tajuk," jelas Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto saat mengunjungi sentra bawang merah di Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (30/6).

Di Desa Yafavun, Kamear, dan Watngon Prihasto melihat 51 hektare kebun bawang merah terhampar. Lahan didesain oleh petani dan dinas pertanian dengan sistem klaster sebagaimana tertuang dalam konsep One Village One Product.

Dengan jumlah penduduk 128 ribu jiwa dan konsumsi per kapita 2,8 kilogram per tahun serta produktivitas rata-rata 10 ton per hektare maka hanya butuh 36 hingga 40 hektare untuk memenuhi kebutuhan bawang merah di Maluku Tenggara.

"Artinya, saat ini Maluku Tenggara sudah mampu swasembada bawang merah bahkan surplus," kata Prihasto.

Dia menjelaskan, tahun 2018, Ditjen Hortikultura mengalokasikan bantuan sarana produksi pengembangan kawasan bawang merah seluas 95 hektare untuk Provinsi Maluku dan 42 hektare untuk Kabupaten Maluku Tenggara yang terdiri dari 40 hektare bawang merah benih umbi dan dua hektare benih biji.

"Sesuai kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengembangkan sentra bawang merah di luar Jawa, kami akan selalu menerapkan sistem punish and reward dalam membangun sentra. Apabila berprestasi akan kami support lebih banyak lagi," sambung Prihasto.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Maluku Tenggara Felix Tethool mengatakan bahwa potensi lahan bawang merah di klaster Kei Kecil Timur bisa mencapai 700 hingga 1000 hektare.

"Kami mengucapkan terima kasih atas program Pak Menteri Andi Amran Sulaiman sudah bertekad mewujudkan Maluku sebagai produsen bawang merah terbesar di wilayah timur," ujarnya.

Ditargetkan awal 2019 bawang merah produksi petani Kei Kecil Timur akan mengisi Pasar Fakfak, Maluku Tenggara Barat dan Kepulauan Aru. Tak hanya menjajaki jaringan di pasaran, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Pedesaan sebagai penyedia modal petani. Terkait pengolahan bawang goreng, Felix berharap mendapat bantuan berupa gudang penyimpanan agar pola produksi lebih efisien.

"Bahkan kami siap mendukung pasokan ekspor untuk beberapa waktu ke depan," katanya.

Ketua Kelompok Tani Rur Hernar Hasan Lobubun menambahkan, bantuan Kementan berupa traktor roda empat, pembukaan lahan, benih bawang merah dan sarana lain sangat membantu para petani. Pasalnya, saat ini kesejahteraan petani mulai meningkat dan ditandai dengan keberhasilan membeli mobil sekelas L300 untuk operasional dari hasil panen tiga kali berturut-turut tahun 2017 lalu.

"Ke depannya kami siap mendukung program pak menteri untuk meningkatkan produksi dan memasok kebutuhan pasar Maluku dan Papua," imbuhnya. [wah]


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00