Hanura

Industri Piala Dunia

Menuju Peradaban  SELASA, 10 JULI 2018 , 07:35:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Industri Piala Dunia

Jaya Suprana/Net

PENYELENGGARAAN Piala Dunia sepakbola kini telah menjadi suatu bentuk industri besar yang melibatkan berbagai industri lainnya mulai dari pariwisata, advertising, teknologi sampai hiburan sehingga FIFA yang beranggotakan 204 negara menyebutnya sebagai “Big Global Industry”.

Biaya


Berdasar audit terhadap biaya yang dihamburkan oleh pihak tuan rumah Piala Dunia dapat diketahui bahwa tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia mengeluarkan biaya sekitar 14.200.000.000 dolar AS. Empat tahun sebelumnya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014, Brasil bahkan lebih besar biaya sekitar 15.000.000.000 dolar AS sementara Jerman cukup hemat dengan 6 miliar dolar AS pada tahun 2006 dan Korea kongsi dengan Jepang pada tahun 2002 mengerahkan 5 miliar dolar AS yang setara dengan Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 1994.  Tentu saja segenap pembandingan besaran biaya dalam USD tersebut adalah tanpa memperhitungkan inflasi dan perubahan kurs.

Amerika Serikat


Piala Dunia tahun 1994 diselenggarakan di beberapa kota Amerika Serikat. Los Angeles berhasil meraup keuntungan sebesar 623.000.000 dolar AS dari penyelenggaraan Piala Dunia sementara Super Bowl hanya mampu maksimal 182.000.000 dolar AS.

L.A. membuka 1.700 lapangan kerja baru pada masa penyelenggaraan Piala Dunia. New York, San Fransisco dan Boston memperoleh total laba 1.045.000.000 dolar AS yang datang dari penjualan kamar, makanan dan minuman pada hotel dan restoran yang meningkat 15 persen dibanding tahun 1993.

Piala Dunia 1994 juga berdampak ekonomi berkelanjutan bagi Amerika Serikat. Setelah menjadi tuan rumah, maka AS membentuk Major League Soccer mulai tahun 1996 yang membuka pintu bagi fasilitas baru seperti stadion untuk dibangun. Klub-klub menarik perhatian para sponsor demikian penjualan tiket laga sepakbola yang makin rutin diselenggarakan.

Penjualan produk pakaian dan aksesori olahraga meroket sehingga Major League Soccer benar-benar sukses menjadikan olahraga sepakbola sebagai cabang olahraga baru yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat.

Kebanggaan


Namun berdasar neraca rugi-laba, sebenarnya penyelenggaraan Piala Dunia 1994 di USA merugi. Demikian pula Brasil lebih besar pasak ketimbang tiang pada penyelenggaraan Piala Dunia 2014.

Namun bukan berarti bahwa penyelenggara Piala Dunia pasti merugi. Apabila ditatalaksana secara tepat dan benar Industri Piala Dunia bisa menghasilkan profit seperti telah dibuktikan oleh Jerman.

Sementara sebagai negara terkaya di dunia berdasar GDP per capita, tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar tampaknya tidak terlalu peduli profit atau defisit sebab yang utama adalah benefit memperoleh kebanggaan menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Maka secara bersatupadu, Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko maju tak gentar dalam mencalonkan diri untuk menjadi tiga negara pertama dalam sejarah sepakbola menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2026. [***]

Penulis mengharapkan Indonesia menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030



Komentar Pembaca
Kawasan Demiliterisasi Idlib

Kawasan Demiliterisasi Idlib

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018

Fastabiqul Khoirot

Fastabiqul Khoirot

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Kerukunan Maumere

Kerukunan Maumere

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018

<i>People Power</i>

People Power

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018

Malumologi Korupsi Dana Bantuan Gempa

Malumologi Korupsi Dana Bantuan Gempa

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018

<i>Andaikata Gus Dur Masih Bersama Kita</i>

Andaikata Gus Dur Masih Bersama Kita

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00