Hanura

Kementan Minta Serapan Gabah Di Kalsel Dan Sulteng Dipercepat

Tani  RABU, 11 JULI 2018 , 15:07:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Kementan Minta Serapan Gabah Di Kalsel Dan Sulteng Dipercepat

Foto: Humas Kementan

RMOL. Untuk mempercepat penyerapan gabah petani oleh Bulog, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi memimpin langsung rapat sergap di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah, Rabu (11/7).

"Kalimantan Selatan ini potensi panennya masih banyak, terutama pada Juli hingga Agustus ini. Karena itu saya mendorong Bulog bisa menyerap 56.528 ton sampai akhir Agustus 2018," kata Agung.

Ia berharap momentum panen kali ini benar-benar dimanfaatkan Bulog untuk mengumpulkan gabah sebanyak-banyaknya dari petani. Karena saat ini realisasi sergap Kalsel masih di angka 5.295 ton atau 28 persen dari total target sergap sampai Agustus, yaitu 22 ribu ton. Sementara potensi produksi Juli hingga Agustus diperkirakan mencapai 300 ribu ton. Sasaran target sergap harian sebesar 918 ton.

"Bulan Juli sampai Agustus ini harus kita manfaatkan sebagai momentum menyerap gabah sebanyak-banyaknya dari petani," tambah Agung.

Realisasi sergap di Kalsel, menurut Agung, dapat terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan kemitraan yang ada di Kalsel untuk menjual berasnya ke Bulog.

Di Sulawesi Tengah, Agung yang juga sebagai Ketua I Sergap Kementan  mengatakan untuk meningkatkan sergap, perlu kerjasama semua pihak melakukan monitoring dan pengawasan setiap harinya.

Target sergap Sulteng yang harus dicapai sampai akhir Agustus sebesar 50.000 ton, sedangkan realisasi baru mencapai 9.734 ton (22,90 persen). Target harian 671 ton. Potensi produksi sampai akhir Agustus 2018 sekitar 22.221 ribu ton.

Untuk mempercepat serapan beras, Gubernur Sulawesi Tengah melalui suratnya per tanggal 29 Juni 2016 lalu menginstruksikan agar dilakukan pemotongan beras untuk stok beras pemerintah melalui divre bulog ditingkat penggilingan sebesar 10 persen, dan khusus Kabupaten Parigi Moutong 15 persen.

Dalam rakor ini, para mitra Bulog yaitu penggilingan padi/gapoktan berkomitmen menjual berasnya ke bulog sebesar 10 sampai 30 persen dari panen yang dihasilkan, sehingga target yang diharapkan bisa tercapai.

"Saya sangat menghargai komitmen para mitra bulog ini. Ini mestinya bisa diikuti mitra Bulog lainnya," kata Agung.

Sebelumnya dijelaskan bahwa tujuan sergap adalah untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disimpan di Bulog. Hal ini sesuai dengan tugas Bulog untuk mengendalikan pasokan dan stabilitasi harga.

Selain itu juga untuk melindungi petani terutama ketika harga jatuh dibawah harga pembelian pemerintah (HPP). Bulog wajib menyerap gabah petani sehingga petani tidak dirugikan.

Di akhir acara dilakukan komitmen menjual beras ke bulog yang dibuat dalam bentuk order pembelian antara penggilingan padi/gapoktan dengan Bulog.

Hadir di dua acara rakor ini antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kadis Pertanian, Kadivre Bulog, TNI, BPTP, Perpadi dan  perusahaan penggilingan padi serta gapoktan. [ian]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Politikus PDIP Bagi-bagi Amplop?

Politikus PDIP Bagi-bagi Amplop?

, 14 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Award Untuk Raja Dangdut

Award Untuk Raja Dangdut

, 13 DESEMBER 2018 , 00:36:00

Surat Suara Pemilu 2019

Surat Suara Pemilu 2019

, 12 DESEMBER 2018 , 00:32:00

Demo Bawaslu

Demo Bawaslu

, 12 DESEMBER 2018 , 11:14:00