Laskar Hijau, Gotong Royong Selamatkan Gunung Lemongan

Laporan: Widian Vebriyanto | Selasa, 07 Agustus 2018, 06:41 WIB

A’ak Abdullah al-Kudus/Net

RMOL. Kegiatan menjaga lingkungan tidak berbenturan dengan usaha menafkahi keluarga. Setidaknya hal itulah yang telah dibuktikan bapak empat anak bernama A’ak Abdullah al-Kudus.

Pria kelahiran Lumajang, 12 Oktober 1974 itu adalah pendiri organisasi konservasi alam, Laskar Hijau.

“Saya mendirikan laskar hijau bersama warga sekitar dengan semangat gotong royong dan kesukarelaan,” tuturnya dalam acara Curah Pendapat Implementasi Revolusi Mental yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK, Sabtu (4/8).

Dalam acara ini, A’ak mendeskripsikan tentang apa saja yang sudah dilakukan oleh Laskar Hijau, sebuah organisasi relawan penghijauan yang berjuang untuk mengembalikan lingkungan yang rusak kembali menjadi ekosistem alami melalui gerakan penghijauan dengan konsep hutan setaman. Didirikan di tahun 2005 dengan prinsip swadaya.

“Kami mengandalkan bantuan keikhlasan relawan. Kami juga memulung sampah daur ulang untuk menjadi pengganti polybag dan memulung biji-bijan untuk disemai,” ungkapnya.

Ditanya soal nilai utama revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong, A’ak menjawabnya dengan yakin bahwa nilai utama tersebut sudah menyatu dengan aktivitas Gerakan Laskar Hijau.

“Kami bergotong royong untuk membuat Indonesia menjadi lebih bersih dan lebih hijau. Gotong royong bagi kami adalah nilai kearifan lokal yang perlu terus tersosialisasi dan terpraktikkan agar tidak tergerus oleh perubahan zaman,” ujarnya.

Inisiatif untuk menanam dan membentuk Laskar Hijau tercetus karena kondisi debit air di Ranu Klakah mulai berkurang akibat pembalakan liar (illegal logging) dari tahun 1998 hingga 2002 di hutan lindung sekitar Gunung Lemongan.

“Dulu sekali di sekitar gunung Lemongan ada puluhan sumber mata air. Lalu pasca pembalakan di tahun 1998 jadi berkurang,” tambah A’ak.

Pengagum Gus Dur ini melanjutkan bahwa saat ini konservasi Laskar Hijau masih fokus di Gunung Lemongan.

“Tapi kita tidak bisa menolak permintaan dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Probolinggo, Malang, dan Sumenep untuk menjadi bagian dari laskar untuk daerah mereka,” sambungnya.

Di akhir wawancara, aa mengajak masyarakat agar tiap hari meningkatkan kesadaran untuk selalu berubah lebih baik. Terutama sebelum memulai aktivitas di pagi hari.

A’ak juga berpesan untuk masyarakat bahwa peduli lingkungan harus dimulai dari hal yang sederhana.

“Kontrol diri untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tukasnya. [ian]

Artikel Lainnya

Menko Puan Tinjau Dua Laboratorium Ketahanan Pangan Di Austria

Menko Puan Tinjau Dua Laborato..

Selasa, 11 Desember 2018
Menko PMK Melepas Satgas Gabungan Penanganan Gempa NTB

Menko PMK Melepas Satgas Gabun..

Jumat, 07 Desember 2018
Menko Puan: Kerja Sama Nuklir Penting Untuk Pembangunan

Menko Puan: Kerja Sama Nuklir ..

Sabtu, 01 Desember 2018
Digital Marketing Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keharusan

Digital Marketing Bukan Lagi P..

Selasa, 27 November 2018
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan..

Rabu, 21 November 2018
Menko PMK Hadiri Penutupan Sidang KTT ASEAN

Menko PMK Hadiri Penutupan Sid..

Jumat, 16 November 2018
Hari Kedua Menko PMK Ikuti Rangkaian Sidang dari KTT ASEAN

Hari Kedua Menko PMK Ikuti Ran..

Kamis, 15 November 2018
Menko PMK Ikuti Rangkaian Sidang KTT ASEAN ke-33

Menko PMK Ikuti Rangkaian Sida..

Kamis, 15 November 2018
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan