Hanura

Prestasi Olah Raga Mendongkrak Wibawa Bangsa

MPR RI  RABU, 08 AGUSTUS 2018 , 21:07:00 WIB

Prestasi Olah Raga Mendongkrak Wibawa Bangsa

Foto/MPR RI

RMOL. Memperingati HUT ke-51 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Perpustakaan MPR RI menggelar Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat dengan mengupas buku berjudul 'Indonesia, ASEAN dan Ketidakpastian Hubungan Internasional.'

Diskusi yang digelar di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (8/8) menghadirkan pembicara anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudin, anggota Lemkaji Syamsul Bahry, Ketua ASEAN Study UI Edy Prasetyono, penulis buku Beginda Pakpahan, dan pengamat luar negeri Trias Kuncahyono.

Dalam diskusi yang mengangkat tema 'Meningkatkan Wibawa Indonesia di ASEAN Melalui Soft Diplomasi Indonesia dan Penyelenggaraan Asian Games 2018,' Syamsul Bahry mengatakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan teknologi. Namun, pikiran itu berubah bahwa kemajuan sebuah bangsa tak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi namun juga kemajuan seni dan olah raga.

Untuk itu, Syamsul mengaku bersyukur Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII.

"Dengan demikian menunjukkan Indonesia adalah sebuah bangsa yang maju," ujarnya.

Bagi Syamsul, diplomasi antar bangsa sangat ditentukan oleh adanya komunikasi, dan olah raga disebut sebagai salah satu media komunikasi dalam berdiplomasi.

Sementara, Edy Prasetyono menyebut Indonesia adalah penopang dari keberadaan ASEAN. Dia menceritakan, terbentuknya ASEAN di awal Orde Baru merupakan salah satu bentuk soft diplomasi dari Presiden Soeharto yang menurutnya mengubah diplomasi Indonesia yang sebelumnya cenderung keras menjadi lembut.

"Salah satu bentuk dari soft diplomasi adalah lewat olah raga," katanya.

Olah raga, diakui Edy, sangat penting sebab ada tiga prestasi yang membuat sebuah bangsa menjadi berwibawa dan dihormati bangsa lain. Yakni menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berprestasi dalam olah raga, serta mempunyai jiwa seni dan budaya yang tinggi.

Lebih lanjut, majunya sebuah bangsa juga bisa diukur dari perputaran ekonomi dan industri yang terkait dengan olah raga. Edy menyebut, negara-negara yang mempunyai produksi alat olah raga seperti Yonex, Nike, Adidas, Nike, dan lainnya sebagai negara maju dalam ekonomi dan olah raga.

Dirinya bersyukur Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Hal demikian menunjukkan Indonesia mempunyai reputasi.

"Indonesia bisa menyelenggarakan Asian Games sebab dirasa aman, mempunyai manajemen yang terampil serta mempunyai infrastruktur olah raga yang bagus," papar Edy.

Dalam kesempatan itu, Hetifah Sjaifudin memutar film dokumenter pelaksanaan Asian Games IV tahun 1962 yang diselenggarakan di Jakarta. Dirinya pun berharap sukses Asian Games IV bisa terulang kali ini.

"Mudah-mudahan terulang kesuksesannya," harapnya.

Dalam Asian Games tahun 1962, Indonesia menempati peringkat kedua di bawah Jepang. Hetifah berharap, dalam Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang kali ini tidak hanya sukses prestasi dan pelaksanaan namun juga sukses secara ekonomi dan administrasi.

"Mudah-mudahan pelaksanaan Asian Games kali ini membawa pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan," ujarnya.

Pelaksanaan Asian Games 2018, bagi Hetifah, merupakan salah satu pelaksanaan dari Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yakni ikut menjaga ketertiban dunia. Karenanya, diharapkan kegiatan itu didukung seluruh rakyat Indonesia.  

"Jadi tujuannya jelas," imbuhnya. [wah/***]


Komentar Pembaca
Metafora Negatif Kubu Petahana

Metafora Negatif Kubu Petahana

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Jokowi Blusukan Bandingkan Harga Komoditas Pangan
Pelantikan Sekjen DPD

Pelantikan Sekjen DPD

, 09 NOVEMBER 2018 , 17:49:00

BLITS Dan Kasuari Si Mobil Listrik

BLITS Dan Kasuari Si Mobil Listrik

, 09 NOVEMBER 2018 , 18:28:00

Rekor Asep Sedunia

Rekor Asep Sedunia

, 10 NOVEMBER 2018 , 00:44:00