Verified
Dr. H. Oesman Sapta

Selusin Bukan Dambaan Wong Cilik

Menuju Peradaban  RABU, 29 AGUSTUS 2018 , 19:29:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Selusin Bukan Dambaan Wong Cilik

Jaya Suprana/Net

BERDASAR penghayatan terhadap:
1. Amanat penderitaan rakyat yang tersuarakan di Kampung Pulo, Kalijodo. Kalibata, Kampung Akuarium, Tangerang, Sukomulyo, Kendeng, Kulon Progo, Pulau Pasir, Tulang Bawang, Papua dan berbagai pelosok Nusantara masa kini
2. Amanat penderitaan rakyat digusur secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan di Bukit Duri yang saya saksikan dengan mata-kepala-telinga-otak sediri pada tanggal 26 September 2016
3. Semangat kerakyatan dan kemanusiaan Marhaenisme Bung Karno
4. Mashab Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta
5. Warisan pesan Gus Dur agar saya selalu berpihak kepada kaum tertindas
6. Kontrak Politik Jakarta Baru yang ditandatangani Ir. Joko Widodo dengan rakyat miskin kota Jakarta .
7. Kebelum-terwujudnya sila Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia yang tersurat di dalam buku Prabowo Subianto: Indonesia Paradoks.
8. Semangat pengabdian kemanusiaan Ibu Theresa, Master Cheng Yen, Romo Mangunwijaya, Sandyawan Sumardi
9. Keberpihakan kepada kaum miskin Sri Paus Fransiskus
10. Keberhasilan Kuba dan Korea memberikan fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, rumah secara gratis bagi seluruh warga.
11. Vonis hukuman penjara lebih dari setahun terhadap warga merasa terganggu suara azan.
12. Paksaan membuka kaos berlogo tertentu terhadap kaum perempuan
13. Jokowi-Prabowo bersatupadu dalam pelukan menyambut medali emas pencak silat.

Melalui telaah Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan, saya mencoba menarik beberapa kesimpulan kelirumologis mengenai apa sebenarnya yang didambakan wong cilik. Ternyata sedikitnya ada Selusin-Bukan  dambaan wong cilik yaitu:
1. Bukan kemilau angka statistik keberhasilan pembangunan ekonomi tetapi tindakan nyata menyejahterakan rakyat selaras Keadilan Sosial Untuk Seluruh (bukan sebagian) rakyat Indonesia
2. Bukan kebijakan pemerintah yang menyengsarakan namun menyejahterakan rakyat
3. Bukan pembangunan yang mengorbankan alam dan rakyat tetapi menjunjung tinggi kelestarian alam dan kesejahteraan rakyat sesuai agenda Pembangunan Berkelanjutan.
4. Bukan penindasan tetapi pertolongan terhadap yang tidak berdaya melawan penindasan
5. Bukan dijajah bangsa asing apalagi sesama bangsa sendiri
6. Bukan hukum yang tumpul ke atas , tajam ke bawah tetapi keadilan yang berpihak kepada rakyat kecil.
7. Bukan penghinaan namun kepedulian terhadap rakyat miskin
8. Bukan pelecehan namun penghormatan terhadap kaum perempuan
9. Bukan janji-janji surga di masa kampanye namun tindakan nyata setelah kampanye
10. Bukan kepentingan pemerintah apalagi parpol namun kepentingan rakyat wajib diletakkan di atas segala-galanya dalam gelora pembangunan negara, bangsa dan rakyat Indonesia.
11. Bukan hukuman penjara terhadap dugaan penistaan agama
12. Bukan pemilu penuh kebencian namun pemilu jujur, adil dan damai sesuai suri teladan Jokowi-Prabowo bersatu padu dalam pelukan. [***]
 
Jaya Suprana
(Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan/Humanitarian Study Institute)


Komentar Pembaca
Absurditas Absurdisme

Absurditas Absurdisme

SELASA, 22 JANUARI 2019

Peradaban Kapitalisme Tanpa Kapital

Peradaban Kapitalisme Tanpa Kapital

SENIN, 21 JANUARI 2019

Capres Bukan Jangkrik

Capres Bukan Jangkrik

MINGGU, 20 JANUARI 2019

Hormat Dan Doa Untuk Basuki Tjahaja Purnama
Digdaya Rakyat Cheran

Digdaya Rakyat Cheran

JUM'AT, 18 JANUARI 2019

Elang Versus Naga Berebut Tahta Ruang Maya
Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

, 21 JANUARI 2019 , 13:00:00

#VlogNews: Rasanya Nonton Debat Pilpres Bareng Pendukung Jokowi dan Prabowo
Jokowi Nyalakan Listrik Warga

Jokowi Nyalakan Listrik Warga

, 19 JANUARI 2019 , 07:14:00

Patung McJesus Di Haifa

Patung McJesus Di Haifa

, 20 JANUARI 2019 , 00:29:00

Benteng Keutuhan NKRI

Benteng Keutuhan NKRI

, 19 JANUARI 2019 , 17:51:00