Hanura

Mentan Minta Media Proporsional Beritakan Tentang Petani


Tani  RABU, 26 SEPTEMBER 2018 , 06:22:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Mentan Minta Media Proporsional Beritakan Tentang Petani


Mentan/Net

RMOL. Sebagai pilar demokrasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta media lebih proporsional dan profesional dalam memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan petani.

Amran mengatakan, selama ini ada media yang hanya fokus melihat kesalahan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Ia pribadi mengaku tak berharap mendapat pujian atas kinerja ini, namun menurutnya petani juga berhak menikmati keberhasilan ini.

“Jadi ada satu kelompok tani yang tidak mendapat bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) langsung jadi headline. Tapi 500 ribu kelompok tani yang terima bantuan alsintan dan nyata berhasil tidak pernah dilihat. Wah ini kan lucu ya,” ujar Amran saat ditemui di ruang kerjanya, Ragunan, Selasa (25/9).

Amran mengapresiasi laporan sekecil apapun bentuknya terkait dengan pertanian. Ia bahkan langsung menelepon bupati terkait jika mendapat informasi ada kelompok tani yang kurang berhasil. Hal serupa juga Ia lakukan bagi kelompok tani yang mengaku tidak mendapat bantuan alsintan.

“Saya sudah telepon ke bupati dan minta itu diperiksa kenapa bisa begitu. Selama ini saya sistemnya seperti itu, ada laporan langsung cek ke lapangan,” jelasnya.

Sebagai manusia biasa, Amran akui ketidaksempurnaan dalam menjalankan tugasnya. Ia sangat mengapresiasi media yang memberikan informasi apapun tentang pertanian.

Hanya saja, dia berharap petani yang sukses juga mendapat sorotan yang serupa karena keberhasilan pemerintah mengekspor sejumlah komoditi pangan tidak lepas dari hasil kerja keras petani.

“Saya berterima kasih kepada media yang memberitakan ada kelompok tani yang tidak menerima alsintan. Tapi kalau mau fair, ini juga tidak proporsional karena ada media yang memang terus menyerang pertanian” jelasnya.

Selama empat tahun menjabat, lanjutnya, Kementan telah membagikan lebih dari naik hingga 2000 persen. Alsintan tersebut dibagikan kepada lebih dari 500 ribu kelompok tani. Hal semacam ini, kata Amran baru pertama kali terjadi dalam sejarah.

“Bila ada 1 atau 2 kelompok tani yang tidak puas wajar tapi saya tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Untuk itu, Amran mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan media memantau pengadaan dan penggunaan alsintan yang tersebar di seluruh Tanah Air. Pasalnya seluruh tender pengadaan dilakukan oleh dinas pertanian di masing-masing daerah. Dalam hal ini, Kementan bertindak sebagai fasilitator.

“Jadi kementerian sifatnya hanya memfasilitasi Alsintan yang diminta oleh kelompok tani. Namun bila ada staf dan pejabat Kementan yang coba main-main segera laporkan saya,” pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00