Verified
Dr. H. Oesman Sapta

Dubes Álvarez: Dunia Memang Sedang Rumit

Ambassador Talks  SELASA, 18 DESEMBER 2018 , 19:01:00 WIB | OLEH: TEGUH SANTOSA

Dubes Álvarez: Dunia Memang Sedang Rumit

Dubes Álvarez/RMOL

SITUASI politik global sedang tidak menentu. Sering diibaratkan seperti laut yang sedang diterpa badai atau the turbulent ocean. Badai ini membahayakan perjalanan setiap kapal yang sedang melintasi samudera dari satu benua ke benua lainnya.

Menurut Dutabesar Meksiko Armando G. Álvarez, dunia memang sedang rumit (complicated).

Karena itu, dalam wawancara dengan redaksi Majalah RMOL, pria kelahiran Tamaulipas, 28 November 1958 ini memilih untuk tidak membahas politik global, dan hanya fokus membicarakan hubungan negaranya dengan Indonesia.

Dubes Álvarez mulai bertugas di Jakarta pada Januari 2018 lalu. Ia adalah diplomat karier dari negeri Hugo Sánchez -- salah seorang pemain sepak bola legendaris Meksiko.

Pendidikan S-1 diselesaikan Dubes Álvarez di jurusan Hubungan Internasional, National Autonomous University, Meksiko. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar Master di jurusan Hubungan Internasional Deakin University, Melbourne, Australia. Adapun gelar Master kedua diperolehnya dari jurusan Keamanan Nasional di Akademi Angkatan laut Meksiko.

Sebelum bertugas di Jakarta, Dubes Álvarez pernah menjadi dutabesar Meksiko di Australia dari tahun 2014 hingga 2017, dan dutabesar Meksiko di Costa Rica dari tahun 2012 hingga 2013.

Di mata Dubes Álvarez, Indonesia dan Meksiko yang terlihat berbeda sebetulnya memiliki banyak persamaan. Dia yakin, berbagai persamaan itu akan membawa kedua negara pada hubungan yang saling menguntungkan, hari ini dan di masa yang akan datang.

Berikut petikannya:

Indonesia dan Meksiko terlihat begitu berbeda satu sama lain. Menurut Anda, bagaimana sebenarnya prospek hubungan kedua negara?
Saya sangat percaya bahwa kedua negara walaupun sepintas tampak berbeda, sebenarnya memiliki begitu banyak persamaan. Dengan persamaan-persamaan inilah, saya kira kita sedang berjalan ke arah hubungan yang lebih terintegrasi dalam sebuah asosiasi strategis.

Indonesia dan Meksiko merupakan dua negara yang memiliki peradaban sepanjang seribu tahun. Ada banyak bukti yang memperlihatkan kemajuan dan keunggulan Indonesia di masa lalu. Misalnya Candi Borobudur yang sangat indah. Saya pernah mengunjunginya dua bulan lalu. Ini sungguh luar biasa. Di Meksiko juga ada Candi Kukulkan di Yucatan. Kedua candi ini, Candi Borobudur dan Candi Kukulkan, tercatat di dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Kedua negara sangat bangga dengan peninggalan sejarah yang dimiliki. Dalam perjalanan sejarah selama ratusan tahun, kedua negara menerima pengaruh dari berbagai penjuru dunia. Di Jakarta ada Kota Tua, di Mexico City juga ada yang seperti itu, walaupun kami tidak menyebutnya Kota Tua, tetapi Pusat Kota Bersejarah. Kota Tua di Jakarta dipengaruhi oleh Belanda, dan Pusat Kota Bersejarah di Mexico City dipengaruhi oleh Spanyol.

Jadi, selama ratusan tahun kita menyerap pengaruh asing dan menjadikannya sebagai bagian dari karakter dan budaya nasional kita masing-masing.  

Kita bisa melihat dalam Bahasa Indonesia, ada kata-kata yang berasal dari bahasa Arab, China, Sansekerta, juga dari bahasa Portugis dan Spanyol. Bahasa Portugis dan Spanyol sangat mirip. Misalnya, kata meja, sepatu, juga jendela, bendera. Mungkin (kedekatan bahasa Spanyol dan Portugis) seperti Bahasa Melayu di Malaysia dan Bahasa Indonesia. Meksiko juga menyerap banyak pengaruh dari bangsa lain dan kami menyertakannya dalam karakter nasional kami.

Di luar hal-hal yang sifatnya sejarah dan budaya, apakah ada persamaan lain?
Indonesia dan Meksiko adalah negara yang termasuk dalam kelompok negara yang memiliki keragaman hayati. Dari sekitar 200 negara hanya17 negara yang masuk dalam daftar Megadiverse Countries. Ini berarti kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keanekaragaman hayati yang kita miliki untuk seluruh planet bumi.

Dari sisi demografi, Indonesia dan Meksiko juga termasuk dalam kelompok negara dengan penduduk usia muda yang sangat vibrant. Usia rata-rata penduduk Indonesia adalah 28 tahun. Sementara usia rata-rata penduduk Meksiko adalah 27,5 tahun. Ini berarti, Indonesia dan Meksiko memiliki penduduk usia produktif yang sangat tinggi.  

Dan itu memberikan kontribusi yang sangat berarti sehingga Indonesia menjadi negara terbesar ke-6 yang menghasilkan tenaga profesional insinyur. Sementara Meksiko berada di urutan ke-8. Ini juga berarti kedua negara melakukan begitu banyak hal, termasuk investasi yang tidak sedikit di bidang pendidikan teknologi.

Apakah ini ada kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di kedua negara?
Tentu saja. Presiden Joko Widodo selalu mengatakan bahwa Indonesia sedang berada pada fase ekonomi teknologi 4.0. Pekan lalu saya berada di Bali, menghadiri konferensi mengenai ekonomi kreatif.

Kedua negara berada pada peringkat pertama dalam hal ekonomi kreatif di kawasan masing-masing. Meksiko adalah produser dan eksportir terbesar ekonomi kreatif di Amerika Latin, mengalahkan Brazil yang lebih besar dari Meksiko. Sementara Indonesia adalah produser dan eksportir ekonomi kreatif terbesar di Asia Tenggara.

Apa tantangan lain yang dihadapi Indonesia dan Meksiko?
Kedua negara menghadapi tantangan yang sama di bidang keamanan. Angka kemiskinan juga masih perlu diperhatikan, begitu juga dengan isu kesehatan dan gizi. Di bidang lingkungan, Indonesia dan Meksiko juga sangat rentan terhadap bencana alam. Karena itu, kedua negara menjalin kerjasama di bidang tersebut.

Kita merupakan dua negara yang memiliki ukuran geografis cukup besar. Ukuran kedua negara kira-kira sama, mendekati 2 juta kilometer per segi. Dalam kasus Meksiko, kami satu piece. Sementara Indonesia terbagi dalam 17 ribu pulau. Luar biasa. Ini kepulauan yang sangat besar.

Tidak hanya itu, kita juga sama-sama kaya dalam hal sumber daya manusia dan sumber daya alam. Masyaarakat kedua negara juga sama-sama multikultural, multietnik, memiliki beragam bahasa. Misalnya, orang dari Sumatera memiliki perbedaan budaya dengan orang dari Papua. Hal yang sama juga ada di Meksiko.

Indonesia memiliki begitu banyak suku bangsa. Meksiko juga memiliki 16 suku bangsa dengan bahasa daerah yang berbeda-beda. Walau beragam, kami berbicara dengan satu bahasa nasional, yaitu bahasa Spanyol. Anda menggunakan satu bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia.

Apakah Anda memiliki catatan tentang sistem demokrasi yang dianut kedua negara?
Sistem demokrasi di kedua negara dapat dikatakan terkonsolidasi dengan baik. Kita bangga dengan demokrasi kita. Kami di Meksiko memiliki satu badan perwakilan seperti parlemen di sini.

Kita juga memiliki masyarakat yang relijius, dan di saat bersamaan kita memiliki negara yang sekular. Negara tidak memiliki agama, tetapi melindungi semua agama yang diyakini warganegara. Indonesia melindungi Kristen, Hindu, Budha, walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam. Hukum dan negara di sini melindungi semua agama dan pemeluk agama. Hal yang sama juga terjadi di Meksiko. Kita negara sekular dengan masyarakat yang relijius.

Indonesia dan Meksiko juga menghormati dan mengharga hak asasi manusia.

Bagaimana hubungan baik kedua negara tercermin di forum-forum internasional?
Karena kedua negara kita sama-sama mempraktikkan demokrasi berdasarkan prinsip-prinsip yang kuat, maka akhirnya, secara kebetulan atau tidak, sekitar 86 persen pilihan atau sikap Indonesia dan Meksiko di PBB sama. Ini artinya, dengan penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi itu, kita melihat dunia dengan cara yang sama. Ini adalah coincidence of votes tertinggi yang kami miliki dengan negara-negara anggota PBB.

Hubungan diplomatik kedua negara sudah berlangsung selama 65 tahun. Dalam rangka memperingati hal itu, Kemlu Meksiko dan Kemlu Indonesia membuat logo khusus yang di dalamnya ada gambaran Monas di Jakarta dan monumen serupa yang kami miliki di Mexico City.

Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Meksiko. Presiden Soekarno mengunjungi Meksiko sebanyak tiga kali, yakni di tahun 1958, 1959 dan 1961. Sementara Presiden Adolfo Lopez Mateos mengunjungi Indonesia pada tahun 1962. Parlemen kedua negara juga memiliki hubungan yang sangat baik.

Di forum mana saja Indonesia menjalin hubungan dengan Meksiko?
Indonesia dan Meksiko adalah partner dan saling bahu membahu dalam berbagai organisasi penting di dunia. Kita sama-sama anggota PBB, WTO, APEC, dan G-20. Kita juga merupakan anggota MIKTA, organisasi baru yang terdiri dari lima negara, yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia. Organisasi kerjasama internasional ini  mewakili lima kawasan, Amerika Latin, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah dan Oseania.

Kelima negara ini memiliki bahasa nasional yang berbeda, ada bahasa Spanyol, bahasa Indonesia, bahasa Korea, bahawa Turki dan bahasa Inggris. Memiliki agama mayoritas yang juga berbeda, Kristen, Muslim, dan Budha.

MIKTA juga berupaya menempatkan diri pada posisi yang pantas di level internasional.

Indonesia dan Meksiko merupakan dua negara yang memiliki GDP besar di dunia, pada urutan ke-15 dan 16, itu sebabnya kita sama-sama anggota G-20. Kita juga sama-sama berada di Trans Pasifik, dan karena itu kita menjadi anggota APEC. Kita sama-sama negara yang menghormati nilai-nilai keterbukaan dalam praktik ekonomi, karena itu kita menjadi anggota WTO.

Yang juga penting, Indonesia dan Meksiko sama-sama memiliki tanggung jawab besar pada isu lingkungan hidup global. Indonesia menjadi tuan rumah UN Climate Change Conference tahun 2007 di Bali. Sementara Meksiko menjadi tuan rumah UN Climate Change (UNCC) Conference of the Party (COP) ke-16 di Cancun tahun 2010.  Dua event ini memiliki arti penting menuju penandatanganan Persetujuan Paris (Paris Agreement) dalam UNCC COP ke-21 tahun 2015 di Paris, Prancis. Kebetulan juga, Bali dan Cancun merupakan daerah tujuan wisata yang penting bagi masing-masing negara.

Bagaimana peranan kedua negara di masing-masing kawasan?
Dapat dikatakan Indonesia dan Meksiko adalah pemimpin di di masing-masing sub regional. Meksiko merupakan pemimpin kelompok negara Amerika Latin yang berada di sisi Samudera Pasifik, disebut Pacific Alliance. Sementara Indonesia adalah pemimpin ASEAN. Meksiko merupakan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar di Pacific Alliance dan Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Indonesia dan Meksiko adalah dua negara penting yang menganut sistem ekonomi terbuka. Di tengah gelombang nasionalisme dan proteksionisme yang sedang tinggi seperti sekarang ini, Indonesia dan Meksiko tetap mempertahankan sistem ekonomi terbuka itu.

Kita percaya bahwa nasionalisme tidak seharusnya menghalangi Free Trade. Indonesia memiliki sejumlah Free Trade Agreement, seperti di antara ASEAN, juga ASEAN Plus yang melibatkan India, Korea Selatan dan Republik Rakyat China.

Sementara Meksiko berada di tengah empat organisasi ekonomi paling penting di dunia. Di utara kami bergabung dengan North Americas Free Trade Agreement (NAFTA) yang kini sudah berubah menjadi USMSCA (United States, Mexico, Canada). Ini masih merupakan integrasi blok ekonomi terbesar di dunia. Di selatan kami, seperti yang saya sebutkan tadi, merupakan bagian dari Pacific Alliance.  Di sebelah timur kami memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan 28 negara Eropa. Sementara di barat, Meksiko merupakan salah satu negara yang pertama kali bergabung dengan APEC lebih dari 20 tahun lalu. Baru-baru ini, kami bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP). Empat negara anggota ASEAN adalah partner kami di TPP, yakni Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura. Mungkin tidak lama lagi Indonesia akan bergabung.

Masa depan Indonesia dan Meksiko juga diramalkan akan sangat baik. Menurut proyeksi Price Waterhouse Coopers (PWC), pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, setelah China, Amerika Serikat, India dan Jepang. Sementara Meksiko diproyeksikan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-9 di dunia, di atas Inggris.

Tahun 2030 sudah dekat, tinggal beberapa tahun lagi. Ini sangat penting. Kita memiliki masa depan yang menjanjikan.

Ini yang membangun keyakinan Anda hubungan kedua negara akan lebih baik?
Iya. Saya dapat disimpulkan bahwa Meksiko merupakan partner yang dapat diandalkan Indonesia.  Pertama karena Meksiko adalah negara dengan pemerintahan demokratis yang stabil secara politik. Kami merespon tantangan yang ada secara komprehensif. Meksiko merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-15 di dunia dank e-2 di Amerika Latin. Brazil masih yang terbesar di Amerika Latin.

Meksiko merupakan eksportir barang-barang manufaktur terbesar di Amerika Latin dibandingkan akumulasi ekspor barang manufaktur dari seluruh negara Amerika Latin lainnya.

Populasi Meksiko saat ini sekitar 127 juta jiwa. Ini membuat kami juga menjadi pasar yang menjanjikan. Setiap tahun kami memproduksi sekitar 110 ribu insinyur baru. Kami tengah melakukan reformasi struktural. Juga tidak kalah penting Meksiko merupakan negara ke-8 dalam daftar negara yang paling banyak dikunjungi. Pada tahun 2017 saja, negara kami dikunjungi hampir 40 juta orang asing.

Kami juga menerima banyak investasi asing (FDI), dengan nilai sebesar 29,6 miliar dolar AS pada tahun 2017. Menurut proyeksi di tahun 2030, Meksiko akan masuk dalam kelompok sepuluh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, bersama dengan Indonesia.

Inilah sebabnya, saya mengatakan bahwa Meksiko dan Indonesia merupakan dua antipoda dunia yang memiliki peluang besar untuk menjalin asosiasi strategis yang integral.

Apakah hubungan yang kita miliki sejauh ini menurut Anda sudah cukup?
Kita memang memiliki hubungan yang baik, termasuk hubungan ekonomi dan perdagangan. Namun masih jauh dari yang seharusnya kita miliki.

Saya berada di Jakarta baru beberapa bulan. Sejauh ini saya menduga satu-satunya alasan mengapa hal itu terjadi karena kita masih belum saling mengetahui dan mengerti. Kalau kita menyebarkan informasi mengenai Meksiko kepada masyarakat bisnis di Indonesia, serta sebaliknya, menyebarkan informasi tentang Indonesia kepada masyarakat bisnis Meksiko, maka saling mengunjungi di antara masyarakat bisnis kedua negara akan meningkat. Ini tentu akan mendorong hal berikutnya, yakni peningkatan volume perdagangan dan investasi.

Sebagai contoh, kami memiliki investasi yang cukup besar di negara tetangga Anda, seperti Malaysia dan Filipina. Sementara investasi kami di Indonesia masih sangat kecil.

Saya ingin ada lebih banyak orang Meksiko yang berkunjung ke Indonesia, dan juga lebih banyak orang Indonesia ke Meksiko.

Menurut Anda apa produk yang dapat diperdagangkan kedua negara, dan di sektor mana investasi akan saling menguntungkan kedua negara?
Beberapa tahun lalu, kedua negara kita merupakan eksportir terbesar komoditas. Tetapi kini tidak lagi. Kini kita seudah menjadi negara yang melakukan industrialisasi dan lebih banyak mengekspor produk manufaktur.

Perdagangan kedua negara merefleksikan hal itu. Indonesia mengekspor kendaraan ke Meksiko, dan Meksiko mengekspor barang-barang elektronik dan alat komunikasi ke Indonesia. Saya percaya bahwa kita harus bergerak ke arah industrialisasi pada level berikutnya. Ini yang disebut sebagai industrialisasi 4.0.

Indonesia merupakan negara Asia Tenggara yang memiliki ekonomi kreatif terbesar. Meksiko juga merupakan negara dengan kreatif ekonomi terbesar di Amerika Latin. Kami mengekspor lebih banyak barang-barang kreatif daripada negara Amerika Latin manapun.

Saya sudah berkomunikasi dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan kami sedang mengagas pertemuan virtual antara pelaku ekonomi kreatif muda Indonesia dan Meksiko.  Tujuannya adalah untuk membangun hubungan baik antara pengusaha-pengusaha muda kedua negara.

Untuk orang Indonesia seperti saya, informasi pertama mengenai Meksiko adalah ketika Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986…
Sebelum itu Meksiko sudah menjadi tuan rumah pada Piala Dunia di tahun 1970. Di tahun 1986, 16 tahun kemudian, ada negara yang seharusnya menjadi tuan rumah memutuskan untuk membatalkan karena persoalan ekonomi. Akhirnya Meksiko mengambil alih.

Bisakah dikatakan Meksiko memiliki kerjasama yang lebih baik dengan beberapa negara ASEAN lain dibandingkan dengan Indonesia?
Kami punya enam kedutaan besar di kawasan ini. Empat negara ASEAN yang kami tidak punya kedutaan adalah Kamboja, Laos, Myanmar dan Brunei Darussalam.

Kami punya hubungan spesial dengan Filipina karena kami pernah sama-sama menjadi bagian dari emporium Spanyol selama beberapa ratus tahun.Seperti Indonesia yang di masa lalu juga pernah menjadi bagian dari Belanda.

Melihat kenyataan sejarah ini, sebenarnya, Filipina dan Meksiko yang pertama kali menjalin perdagangan trans Pasifik selama 250 tahun, dari 1555 sampai 1815, dan itu adalah satu-satunya jalur laut yang melintasi Samudera Pasifik dari pelabuhan Manila Galleon di Acapulco, Meksiko, menuju pelabuhan Manila di Filipina.

Dengan sendirinya banyak kebudayaan Asia yang datang ke Meksiko melalui cara itu, juga barang-barang seperti sutra, dan kembang api. Sebaliknya, juga banyak pengaruh dari Amerika Latin yang datang ke Asia.

Ada masa dimana perak terbaik Meksiko diperdagangkan di China. Meksiko adalah produser terbesar perak selama 500 tahun. Dan untuk beberapa ratus tahun di masa lalu, perak Meksiko menjadi mata uang yang berlaku dalam perdagangan internasional beberapa negara.

Jadi kami memiliki sejarah yang panjang dengan Asia Tenggara.

Kami juga memiliki populasi suku bangsa Asia di pantai barat. Dari perbatasan dengan AS di utara sampai perbatasan dengan Guatemala di Tapacula. Terutama dari China, tetapi juga ada yang dari Jepang, Korea dan negara-negara lain di Asia, juga Filipina.

Jadi seperti yang saya katakan sebelumnya, seperti Indonesia kami juga bangsa yang multietnik dan multikultural, juga menerima pengaruh dari banyak negeri, tidak hanya dari Eropa seperti Spanyol, tapi juga Asia. Kami juga memiliki populasi dari Timur Tegah, dari Lebanon, yang kebanyakan dari mereka adalah umat Maronites. Komunitas Muslim juga ada tapi sedikit. Kami juga punya komunitas Yahudi. Begitu juga dengan keturunan bangsa-bangsa di Afrika. Kami sangat beragam, dan pada praktiknya semua ras di muka bumi ini punya perwakilan di Meksiko.

Suku bangsa di Indonesia ini juga berasal dari daerah lain, ada yang dari Taiwan, dari Asia Timur, dan sebagainya. Mereka menyeberangi lautan dan tiba di Pulau Jawa, Sumatera dan sebagainya. Orang-orang yang sama juga melakukan perjalanan menyeberangi Selat Bering, sampai ke Alaska, lalu turun ke selatan, ke Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, lalu ke bagian selatan benua Amerika. Jadi akhirnya, kita dalah saudara secara genetika.

Kalau Anda berkunjung ke Meksiko, saya yakin banyak orang akan berbicara dalam bahasa Spanyol dengan Anda. Akan banyak yang percaya bahwa Anda juga orang Meksiko. Benar nih.

Bagaimana tentang masalah Meksiko dengan Amerika Serikat?
Kami tidak punya masalah dengan Amerika Serikat. (Tertawa). Kita sudah sepakat tidak akan membicarakan soal ini. Kami baru saja selesai menegosiasikan nama baru untuk NAFTA bersama AS dan Kanada.

Tentu kami punya perbedaan, seperti Indonesia punya perbedaan dengan negara-negara lain di dunia. Tetapi tidak ada yang membuat kita tidak bisa duduk bersama dan mendiskusikan berbagai perbedaan itu. Kami juga yakin dan percaya diri NAFTA dengan nama lain akan terus menjadi asosiasi terbesar di dunia. Ini adalah perjanjian pasar bebas paling penting di dunia.

Kita sadar bahwa kita sedang berada di era yang sangat complicated oleh nasionalime, bilateralisme dan ambisi zero sum game. Kami tidak percaya dengan zero sum game. Kami percaya dengan win-win-win situation. Di NAFTA yang baru kami percaya kan menciptakan win-win-win situation. Hal yang sama juga harus terjadi di TPP dan APEC. Kami adalah partner dagang enam negara tetangga Anda. [***]

Komentar Pembaca
Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

, 21 JANUARI 2019 , 13:00:00

#VlogNews: Rasanya Nonton Debat Pilpres Bareng Pendukung Jokowi dan Prabowo
Jokowi Nyalakan Listrik Warga

Jokowi Nyalakan Listrik Warga

, 19 JANUARI 2019 , 07:14:00

Patung McJesus Di Haifa

Patung McJesus Di Haifa

, 20 JANUARI 2019 , 00:29:00

Benteng Keutuhan NKRI

Benteng Keutuhan NKRI

, 19 JANUARI 2019 , 17:51:00