Dr. H. Oesman Sapta

Kaji Ulang Ganjil-Genap

Menuju Peradaban  SABTU, 05 JANUARI 2019 , 07:18:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Kaji Ulang Ganjil-Genap

Jaya Suprana/Dok

KOTA Jakarta punya masalah beda dengan lain-lain kota Nusantara masa kini, yaitu jalan macet.

Dalam pertemuan pribadi dengan saya, sang mantan Presiden Polandia penerima anugrah Nobel, Lech Walessa sempat mengeluh tentang bukan kemelut politik dunia namun kemacetan lalu lintas Kota Jakarta.

Pergub

Berdasar Pergub Nomor 155/2018, Pemprov Jakarta melanjutkan aturan ganjil-genap di beberapa ruas jalan.

Antara lain jalan Medan Merdeka Barat; jalan M.H. Thamrin; jalan Jenderal Sudirman; Sebagian jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang jalan Tomang Raya sampai dengan simpang jalan KS. Tubun),  jalan Gatot Subroto; jalan Jenderal M.T. Haryono; jalan Jenderal D.I. Panjaitan;  jalan Jenderal Ahmad Yani; dan jalan H.R. Rasuna Said.

Pemberlakuan ulang dimulai Rabu 2 Januari 2018 setiap hari Senin sampai dengan Jumat mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa setiap tiga bulan sekali aturan ganjil-genap dikaji ulang.

Tidak Adil


Saya pribadi sangat setuju bahwa kebijakan ganjil genap dikaji ulang setiap tiga bulan akibat beberapa fakta. Misalnya kebijakan ganjil genap tidak adil bagi para pemilik mobil yang hanya mampu dengan susah payah membeli satu mobil saja.

Apalagi apabila satu-satunya mobil yang dimiliki berperan untuk mencari nafkah. Warga berduwit yang mampu membeli lebih dari satu mobil bisa memiliki mobil dengan nomor genap mau pun ganjil yang masing-masing siap digunakan pada hari yang tepat sesuai aturan ganjil-genap.

Pembelian mobil baru akibat kebijakan ganjil-genap menguntungkan industri mobil beserta segenap pihak yang terlibat sampai ke pembuat plat nomor mobil.

Kalender

Berdasar kenyataan kalender Masehi yang memiliki tanggal ganjil lebih banyak ketimbang tanggal genap, pemilik mobil dengan nomor ganjil jelas lebih diuntungkan.

Bahkan setelah setiap tanggal 31 yang jatuh pada hari Kamis, para pemilik mobil dengan nomor ganjil bisa leluasa menggunakan mobilnya selama empat hari berturut-turut sementara pemilik mobil dengan nomor genap hanya bisa iri terhadap nasib mujur para pemilik mobil bernomor ganjil.

Memindah Macet

Apabila tujuan kebijakan ganjil-genap adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, sebenarnya sudah terbukti pada kenyataan bahwa tujuan tersebut tidak tercapai sebab Jakarta tetap bahkan makin macet.

Kemacetan di kawasan yang terkena kebijakan ganjil-genap sekedar dipindahkan ke kawasan yang bebas kebijakan ganjil-genap yang bahkan makin macet akibat terpaksa menerima pindahan macet dari kawasan yang bebas kebijakan ganjil-genap.

Berulang kali saya mengalami macet total di Jalan KH. Mas Mansyur pada saat pemberlakukan aturan ganjil-genap di Jalan Thamrin dan Sudirman.

Upaya membasmi kemacetan dengan peraturan ganjil-genap yang hanya berlaku pada kawasan tertentu saja mirip upaya membasmi banjir dengan meninggikan permukaan tanah pada kawasan tertentu saja yang dengan sendirinya melimpahkan banjir ke kawasan dengan permukaan tanah lebih rendah.

Keberhasilan semu memindah kemacetan mirip upaya "membersihkan" sebuah ruangan dengan sibuk memindah demi menyembunyikan debu dan kotoran ke bawah permadani di dalam ruangan tersebut. [***]

Penulis kerap menggunakan jalan di Jakarta.

Komentar Pembaca
Dampak Buruk Niat Baik

Dampak Buruk Niat Baik

SENIN, 18 FEBRUARI 2019

Mengenang Jasa Nani Soedarsono

Mengenang Jasa Nani Soedarsono

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019

Untaian Kata-Kata Mutiara Khonghocu

Untaian Kata-Kata Mutiara Khonghocu

SABTU, 16 FEBRUARI 2019

Bingungologi Ulang Tahun

Bingungologi Ulang Tahun

JUM'AT, 15 FEBRUARI 2019

Tata Krama Kampanye Adil Dan Beradab

Tata Krama Kampanye Adil Dan Beradab

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019

Doa Memohon Kesembuhan Untuk Ibu Ani

Doa Memohon Kesembuhan Untuk Ibu Ani

RABU, 13 FEBRUARI 2019

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Tertawa Usai Diperiksa KPK

Tertawa Usai Diperiksa KPK

, 15 FEBRUARI 2019 , 02:52:00

Jumatan Di Kauman

Jumatan Di Kauman

, 15 FEBRUARI 2019 , 13:45:00

Beredar CCTV Detik-detik Ledakan Di Dekat Arena Debat Capres
Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi, Anda Tidak Kredibel
Jokowi Ulas Latar Iriana Dan Cucu, Korsa: Pilihan Warga Muhammadiyah Tidak Berubah
Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Hersu Corner17 Februari 2019 15:54

AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Ahmad Dhani Dikebut, Apa Kabar Kasus Pengeroyokan Yang Diduga Dilakukan Herman Hery?
Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Nusantara18 Februari 2019 05:50

Swasembada Dan Capaian Pertanian Indonesia
AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Terindikasi Kecurangan, BPN Evaluasi Dengan KPU
Catatan Pejalan

Catatan Pejalan

Rumah Kaca18 Februari 2019 03:20