Dr. H. Oesman Sapta

Eddy Soeparno: Di Mana Ada Keramaian Di situ Saya Hadir

Road To Senayan  JUM'AT, 25 JANUARI 2019 , 13:25:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Eddy Soeparno: Di Mana Ada Keramaian Di situ Saya Hadir

Eddy Soeparno/RMOL

RMOL. Pendekatan dan sosialisasi lebih awal ke masyarakat.

Inilah strategi khusus Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno dalam bertarung menghadapi sembilan calon legislatif petahana DPR lainnya untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat III.

Di dapil Jabar III yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini, Eddy maju dengan nomor urut satu.

"Saya bersosialisasi jauh lebih dulu ketimbang teman-teman yang lain yang akan berkompetisi di Jabar III, bahkan mungkin frekuensi turun saya ke Cianjur lebih sering dari pada petahana yang ada," ujar Eddy berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di bilangan Jakarta Pusat, Kamis petang (24/1).

Bagi dia, ada banyak manfaat yang diperoleh dengan sosialisasi lebih awal. Salah satunya menghemat biaya politik.

"Saya memegang prinsip politik kehadiran di mana ada keramaian di situ saya hadir. Ke pesta pernikahan, sunatan. Bahkan ada orang melahirkan atau meninggal, saya pun hadir. Begitu juga even-even di mana memang kehadiran seseorang pasti mendapat perhatian dari mereka yang didatangi," jelasnya.

Cara seperti itu menurutnya jelas lebih efektif. "Low cost bagi kita untuk bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan mendapatkan simpatinya," imbuh pria kelahiran 6 Mei 1965 ini.

Berbicara program kampanye, Eddy berpendapat, ada perlakukan yang berbeda untuk Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. Terutama berkaitan karakteristik wilayah dan masyarakat.

"Bogor itu kan dekat dengan Jakarta, saya kira menjadi salah satu basis untuk ditumbuhkembangkan menjadi kota jasa sebagai penyangga DKI. Berbagai jasa yang bisa dilakukan di Kota Bogor, terutama yang berbasis UMKM atau basis kegiatan milenial misalnya menjadi techno-hub itu Bogor bisa," urainya.

Sedangkan Kabupaten Cianjur, Eddy melihat ada banyak potensi ekonomi yang belum optimal untuk diberdayakan. Salah satunya adalah struktur alam dan wisata.

"Misalkan begini, potensi pariwisata di sana alamnya sangat luas sangat indah dan boleh dikatakan cuacanya sangat mendukung karena relatif lebih dingin dibanding Jakarta," ucap Eddy yang juga pebisnis.

Selama ini Cianjur hanya menjadi perlintasan dua kota besar, baik yang ke/dari Bandung dan Jakarta sehingga tidak ada kegiatan ekonomi tinggi.

Di samping itu juga Eddy yang direktur Bakrie and Brothers melihat belum meratanya fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Cianjur. Padahal, dua hal ini pokok yang harus diperoleh masyarakat.

Eddy pun berharap, jika diamanahkan menduduki kursi wakil rakyat, dirinya akan mendorong pembangunan optimal di kota Bogor dan kabupaten Cianjur.

"Saya kira hal-hal tersebut bisa dilakukan bertahap, hal tersebut harus bisa dilakukan untuk membenahi hal yang sifatnya mendasar. Karena saya perhatian hal-hal yang mendasar saja belum rampung," demikian Eddy.[wid]


Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Tertawa Usai Diperiksa KPK

Tertawa Usai Diperiksa KPK

, 15 FEBRUARI 2019 , 02:52:00

Jumatan Di Kauman

Jumatan Di Kauman

, 15 FEBRUARI 2019 , 13:45:00

Beredar CCTV Detik-detik Ledakan Di Dekat Arena Debat Capres
Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi, Anda Tidak Kredibel
Jokowi Ulas Latar Iriana Dan Cucu, Korsa: Pilihan Warga Muhammadiyah Tidak Berubah
Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Hersu Corner17 Februari 2019 15:54

AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Ahmad Dhani Dikebut, Apa Kabar Kasus Pengeroyokan Yang Diduga Dilakukan Herman Hery?
Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Nusantara18 Februari 2019 05:50

Swasembada Dan Capaian Pertanian Indonesia
AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Terindikasi Kecurangan, BPN Evaluasi Dengan KPU
Catatan Pejalan

Catatan Pejalan

Rumah Kaca18 Februari 2019 03:20